Pimpinan Daerah Pemuda Muhammadiyah (PDPM) Lamongan melanjutkan agenda konsolidasi dan silaturahmi dalam kegiatan Turba (Turun ke Bawah) ke-6.
Kali ini, agenda terlaksana di wilayah selatan Lamongan, meliputi Pimpinan Cabang Pemuda Muhammadiyah (PCPM) Ngimbang, Sukorame, Bluluk, dan Sambeng.
Lebih lanjut, kegiatan ini juga terangkai dengan Kajian Rutin Pimpinan Ranting Muhammadiyah (PRM) Kedungmentawar, yang berlangsung setiap dua pekan sekali di Masjid At-Taqwa Kedungmentawar, Ngimbang.
Turba yang bermula sejak pukul 16.00 WIB ini terhadiri oleh jajaran PDPM Lamongan, perwakilan dari empat PCPM Ngimbang, Sukorame, Bluluk, dan Sambeng. Seerta Pimpinan Ranting Muhammadiyah Kedungmentawar dan Ganggangtingan.
Tidak ketinggalan, jamaah Masjid At-Taqwa turut menyemarakkan suasana dengan penuh kehangatan dan kekeluargaan.
Acara terandu oleh Ali Rifqi Kurniawan dari PCPM Ngimbang yang bertugas sebagai pembawa acara. Ia membuka kegiatan dengan suasana penuh semangat, mengantarkan jalannya acara agar berlangsung tertib dan penuh makna.
Sambutan Hangat dari Tuan Rumah
Sambutan pertama tersampaikan oleh M Arief Andriansyah, Ketua PCPM Ngimbang, mewakili empat cabang selaku tuan rumah.
Dalam sambutannya, ia menyampaikan rasa terima kasih kepada PDPM Lamongan yang telah memilih Ngimbang sebagai lokasi pelaksanaan Turba ke-6.
Selain itu, ia juga mengapresiasi dukungan dari PRM Kedungmentawar dan PRM Ganggangtingan yang telah memfasilitasi kegiatan ini.
Arief menegaskan bahwa cabang-cabang di wilayah selatan Lamongan masih membutuhkan pembinaan hingga pendampingan. Serta penguatan semangat organisasi dari PDPM agar roda organisasi tetap berjalan sesuai visi dan tujuan Muhammadiyah.
“Semoga kegiatan ini menjadi momentum untuk menyalakan kembali semangat kaderisasi dan mempererat hubungan antar cabang serta ranting” ujarnya dengan penuh harap.
Pesan dan Arahan Ketua PDPM Lamongan
Dalam sambutannya, Ketua PDPM Lamongan, Husnul Abid Saputra, menyampaikan rasa terima kasih atas penyambutan hangat dari para kader cabang.
Ia menekankan bahwa Turba bukan sekadar kegiatan seremonial. Tetapi merupakan wadah silaturahmi dan evaluasi dalam memperkuat arah gerak organisasi Pemuda Muhammadiyah agar semakin nyata dan berorientasi pada aksi.
“Turba ini menjadi ruang kita berdiskusi, menyatukan langkah, dan memperkuat semangat kader di seluruh cabang dan ranting. Kita bukan hanya berbicara rencana, tapi harus berbuat nyata untuk umat dan persyarikatan” tegas Husnul.
Beliau juga menyoroti pentingnya menjaga amanah, menumbuhkan rasa memiliki organisasi, serta menjalankan setiap tanggung jawab dengan keikhlasan.
Ia menambahkan, sekecil apa pun kontribusi kader, seperti membantu pelaksanaan salat Idulfitri, merupakan bentuk gerakan nyata Pemuda Muhammadiyah di tengah masyarakat.
Dalam arahannya, Husnul menyampaikan tiga pilar penting dalam membangun organisasi. Antara lain:
- Tauhid – niat tulus dan keyakinan dalam menjalankan amanah organisasi.
- Bersyarikat – memperkuat kerja sama dan semangat persyarikatan melalui koordinasi dan konsolidasi.
- Inovasi – melahirkan ide serta program kreatif yang berdampak luas bagi kader dan masyarakat.
Ia juga mengingatkan seluruh kader untuk menjaga ucapan, prasangka, dan hati, karena banyak persoalan dalam organisasi berawal dari ketidakbijaksanaan dalam berucap.
Penguatan Semangat dari Bidang Organisasi
Acara berlanjut dengan penyampaian arahan dari Zainal Abidin, Wakil Ketua Bidang Organisasi PDPM Lamongan. Dalam paparannya, Zainal menegaskan bahwa Turba adalah wadah konsolidasi dan penguatan sinergi antara PDPM dengan cabang serta ranting.
“Berorganisasi harus menyenangkan tapi tetap produktif. Ngopi boleh, tapi setelah itu harus ada kegiatan nyata yang bermanfaat” ujarnya dengan gaya komunikatif yang memancing semangat hadirin.
Ia juga menekankan pentingnya kerja kolektif dan gotong royong dalam menjalankan program kerja. Meski kader memiliki kesibukan masing-masing, menurutnya, kunci keberhasilan organisasi adalah komitmen dan rasa tanggung jawab bersama.
“Jangan pernah malu menjadi bagian dari Pemuda Muhammadiyah. Kita harus bangga dan yakin bahwa perjuangan ini membawa manfaat besar bagi umat” tegas Zainal.
Diskusi dan Solusi Bersama
Dalam sesi diskusi, perwakilan dari masing-masing PCPM menyampaikan kondisi cabangnya. Salah satu tantangan utama yang muncul adalah minimnya kader aktif, karena banyak pemuda melanjutkan pendidikan atau bekerja di luar kota.
Menanggapi hal ini, Ketua PDPM menekankan pentingnya inovasi dan adaptasi, seperti pelaksanaan musyawarah cabang secara daring (Zoom Meeting). Hal ini supaya roda organisasi tetap berjalan meski anggota tersebar di berbagai daerah.
Kajian Islam Berkemajuan
Menjelang magrib, kegiatan Turba berakhir dan berlanjut dengan salat berjamaah serta kajian rutin PRM Kedungmentawar.
Kajian tersampaikan oleh Wakil Ketua PDPM Lamongan Bidang Kajian Dakwah Islam, Ustaz Hanif Ashar. Pada kesempatan tersebut, ia menyampaikan tema “Islam Berkemajuan: Ibadah Kuat, Umat Hebat”.
Kajian ini mengajak jamaah untuk memperkuat spiritualitas dan komitmen ibadah sebagai fondasi utama membangun umat yang tangguh.
Acara berakhir dengan salat Isya berjamaah dan ramah tamah bersama yang tersiapkan oleh PRM Kedungmentawar dan PRM Ganggangtingan. Suasana keakraban menjadi penutup indah dari rangkaian kegiatan penuh makna ini.
Dengan terlaksananya Turba ke-6 PDPM Lamongan ini, semangat kebersamaan dan komitmen kader Pemuda Muhammadiyah kian kokoh.
Turba bukan hanya agenda rutin, tetapi juga cermin gerakan dakwah dan kaderisasi yang berkemajuan, menuju Pemuda Muhammadiyah yang solid, progresif, dan bermanfaat bagi umat dan bangsa.






0 Tanggapan
Empty Comments