Iklan Mudipat Landscape
Iklan Mudipat Mobile

Kajian Fajar Timur PCM Tanggulangin Dirangkai Penyerahan Sertifikat Aset Muhammadiyah

Iklan Landscape Smamda
Kajian Fajar Timur PCM Tanggulangin Dirangkai Penyerahan Sertifikat Aset Muhammadiyah
Dr. Piet Hizbullah Khaidir, M.A. ketika mengisi Kajian Fajar Timur PCM Tanggulangin. Foto: Istimewa/PWMU.CO
pwmu.co -

Kajian Fajar Timur yang diselenggarakan Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) Tanggulangin kembali menjadi momentum strategis bagi penguatan dakwah sekaligus penataan organisasi. Kegiatan yang dilaksanakan pada Ahad (28/12/2025) di halaman Asrama Putra Pondok Pesantren Muhammadiyah An-Nur Sidoarjo ini tidak hanya menghadirkan kajian keislaman, tetapi juga dirangkai dengan penyerahan sertifikat aset amal usaha dan ranting Muhammadiyah se-Kecamatan Tanggulangin.

Penyerahan sertifikat tersebut menjadi bagian penting dari upaya penertiban dan pengamanan aset persyarikatan. Sertifikat tanah dan bangunan amal usaha Muhammadiyah serta aset ranting yang telah dibalik nama atas nama Muhammadiyah diserahkan langsung oleh Badan Wakaf Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Sidoarjo kepada PCM Tanggulangin dan perwakilan ranting yang hadir.

Dalam sambutannya, perwakilan Badan Wakaf PDM Sidoarjo menyampaikan bahwa penataan aset merupakan langkah strategis untuk menjaga keberlangsungan perjuangan Muhammadiyah. Aset yang tertib secara administrasi dan hukum akan memudahkan pengelolaan, pengembangan, serta pemanfaatannya bagi kepentingan umat dan masyarakat luas.

“Dengan sertifikat yang sudah jelas atas nama Muhammadiyah, kami ingin memastikan aset-aset persyarikatan aman secara hukum, terorganisasi dengan baik, dan dapat dimaksimalkan kebermanfaatannya di masa depan,” ujarnya di hadapan jamaah Kajian Fajar Timur.

Kegiatan penyerahan sertifikat ini disambut antusias oleh pimpinan ranting dan pengelola amal usaha Muhammadiyah se-Kecamatan Tanggulangin. Mereka menilai langkah tersebut sebagai bentuk keseriusan persyarikatan dalam menjaga amanah wakaf dan aset umat agar tidak menimbulkan persoalan hukum di kemudian hari. Salah satu penerima sertifikat adalah Haji Mahmuda, yang telah menghibahkan lahan untuk pengembangan Pondok Pesantren Muhammadiyah An-Nur Sidoarjo. Sertifikat tersebut diterima oleh Pimpinan Ranting Muhammadiyah (PRM) Penatarsewu.

Ketua PCM Tanggulangin menyampaikan bahwa proses balik nama dan sertifikasi aset merupakan hasil kerja kolektif yang melibatkan berbagai pihak, mulai dari tingkat ranting, cabang, hingga daerah. Ia berharap, setelah aset tertata secara hukum, gerakan Muhammadiyah di Tanggulangin dapat lebih fokus pada pengembangan program dakwah, pendidikan, sosial, dan ekonomi.

“Kami ingin seluruh aset Muhammadiyah di Tanggulangin memiliki kejelasan status hukum. Jika sudah tertib, pengelolaannya akan lebih profesional dan kebermanfaatannya bagi masyarakat akan semakin besar,” ungkapnya.

Selain penyerahan sertifikat, Kajian Fajar Timur yang dilaksanakan secara rutin setiap bulan pada pekan keempat ini selalu dinanti jamaah Muhammadiyah di Tanggulangin. Pada kesempatan tersebut, Dr. Piet Hizbullah Khaidir, M.A., Sekretaris Pimpinan Daerah Muhammadiyah Lamongan sekaligus Ketua Divisi Kaderisasi dan Publikasi Majelis Tabligh Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Jawa Timur, hadir sebagai pemateri.

Iklan Landscape UM SURABAYA

Dalam kajiannya, ia mengangkat tema tentang pentingnya kader Muhammadiyah yang tangguh, inklusif, dan solutif bagi bangsa. Tema ini dinilai relevan dengan kondisi persyarikatan saat ini, khususnya dalam menyiapkan kader yang mampu berkontribusi nyata bagi masyarakat serta bersinergi dengan pemerintah.

Ia menekankan bahwa kaderisasi yang baik harus berjalan seiring dengan penataan organisasi dan aset. Kader yang kuat tidak hanya memahami ideologi Muhammadiyah, tetapi juga mampu mengelola amanah persyarikatan secara profesional dan bertanggung jawab.

“Kader Muhammadiyah di Tanggulangin diharapkan tidak hanya aktif dalam kegiatan internal, tetapi juga hadir memberi manfaat bagi masyarakat dan menjadi mitra strategis pemerintah dalam membangun daerah,” tegasnya.

Kajian Fajar Timur ini dihadiri sekitar 1.700 jamaah yang berasal dari berbagai unsur persyarikatan, amal usaha Muhammadiyah, dan masyarakat umum. Kehadiran ribuan jamaah tersebut menunjukkan bahwa Kajian Fajar Timur tidak hanya menjadi ruang kajian keilmuan, tetapi juga forum konsolidasi gerakan Muhammadiyah di tingkat cabang.

Dengan dirangkaikannya penyerahan sertifikat aset dalam Kajian Fajar Timur, PCM Tanggulangin menegaskan komitmennya untuk membangun persyarikatan yang tertib administrasi, kuat secara organisasi, dan luas kebermanfaatannya. Langkah ini diharapkan menjadi fondasi penting bagi kemajuan Muhammadiyah Tanggulangin dalam melayani umat, masyarakat, dan bangsa secara berkelanjutan. (*)

Iklan Landscape Unmuh Jember

Baca Lainnya

Iklan pmb sbda 2025 26

0 Tanggapan

Empty Comments

Search
Menu