Iklan Mudipat Landscape
Iklan Mudipat Mobile

Kajian Guru dan Karyawan SD Muhammadiyah 8 Tulangan: Mengelola Lelah Menjadi Lillah dalam Mendidik Generasi Berakhlak

Iklan Landscape Smamda
Kajian Guru dan Karyawan SD Muhammadiyah 8 Tulangan: Mengelola Lelah Menjadi Lillah dalam Mendidik Generasi Berakhlak
Kajian Rutin guru dan karyawan SD Muhammadiyah 8 Tulangan. Foto: Istimewa/PWMU.CO
pwmu.co -

SD Muhammadiyah 8 Tulangan menggelar kajian rutin bagi guru dan karyawan pada Sabtu (24/1/2026). Kegiatan ini diikuti seluruh guru dan tenaga kependidikan sebagai bagian dari penguatan spiritual sekaligus motivasi dalam menjalankan amanah pendidikan. Tema yang diangkat, “Mengelola Lelah Menjadi Lillah dalam Mendidik Generasi Berakhlak”, dinilai sangat relevan dengan realitas keseharian para pendidik.

Kajian menghadirkan Sekretaris Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Sidoarjo, Ustadz H. Burhanuddin, S.Th.I., M.Pd., sebagai pemateri. Dalam pemaparannya, ia menjelaskan bahwa rasa lelah merupakan kondisi fisik dan batin yang wajar dialami pendidik, mengingat besarnya tanggung jawab dalam membimbing generasi penerus bangsa. Kelelahan dapat muncul dari rutinitas yang padat, tekanan pekerjaan, hingga minimnya apresiasi.

Namun, Ustadz Burhanuddin menegaskan bahwa rasa lelah harus dikelola dengan benar agar bernilai ibadah. Ia mengingatkan pentingnya meluruskan niat dalam setiap amal, sebagaimana firman Allah dalam QS Al-Bayyinah ayat 5 dan hadis Rasulullah SAW, “Sesungguhnya setiap amal tergantung pada niatnya” (HR Bukhari dan Muslim). Dengan niat yang lurus karena Allah (lillah), kelelahan akan bernilai pahala.

Lebih lanjut, ia menyampaikan bahwa mendidik anak bukan sekadar profesi, melainkan amanah dan ibadah. Anak-anak adalah titipan Allah SWT yang harus dibimbing dengan kesabaran dan kasih sayang. Setiap kesabaran, doa, dan pengorbanan pendidik akan dicatat sebagai amal kebaikan. “Mendidik satu anak berakhlak baik adalah amal jariyah,” tegasnya.

Para guru juga diajak memperkuat kesabaran, menjaga semangat ruhiyah, serta mengelola emosi dengan akhlak mulia. Ustadz Burhanuddin menekankan pentingnya menjaga keseimbangan diri, termasuk memberi waktu untuk beristirahat tanpa rasa bersalah. Menjaga kesehatan fisik dan mental, menurutnya, juga bagian dari ibadah. Selain itu, sinergi antara pendidik dan orang tua menjadi kunci keberhasilan pendidikan.

Menjelang akhir kajian, ia menyampaikan pesan reflektif, “Hidup ini masih koma, belum titik.” Ungkapan tersebut mengingatkan bahwa perjalanan hidup dan perjuangan mendidik masih terus berlanjut. Kajian ditutup dengan pesan penuh motivasi, “Lelah boleh, menyerah jangan. Karena setiap lelah yang lillah, bernilai surga.”

Kajian ini diharapkan menjadi penguat spiritual sekaligus penyemangat bagi seluruh guru dan karyawan SD Muhammadiyah 8 Tulangan dalam menjalankan peran mulia sebagai pendidik generasi berakhlak. (*)

Iklan Landscape Unmuh Jember

Baca Lainnya

Iklan pmb sbda 2025 26

0 Tanggapan

Empty Comments

Search
Menu