
PWMU.CO – Nasyiatul Aisyiyah (NA) Kota Batu menggelar acara Ngaji Seni bertajuk “Membakar Iman: Menjadi Kuat dengan Proses” di Studio Matahati Ceramic, Junrejo, Kota Batu pada Minggu (13/7/2025). Acara ini diikuti oleh 20 peserta dari berbagai kalangan, mulai dari masyarakat umum, mahasiswa, hingga kader Nasyiatul Aisyiyah sendiri.
Acara ini menghadirkan Seniman sekaligus Owner Matahati Ceramic, Mukhlas Arif, sebagai Narasumber. Ia membagikan materi reflektif mengenai hubungan antara proses pembuatan keramik dengan perjalanan iman manusia.
“Seperti halnya keramik, iman juga butuh proses. Dimulai dari niat, diuji dengan sabar, dan disempurnakan dengan tawakal. Ujian adalah alat untuk menaikkan kelas manusia ke level yang lebih kuat dan lebih indah,” ujar Arif dalam penyampaian materinya.
Ia juga mengingatkan pentingnya memiliki mimpi dan cita-cita dalam hidup, serta menanamkan kembali semangat perjuangan yang diwariskan oleh KH Ahmad Dahlan yakni, memerangi kebodohan dan kemiskinan, kembali kepada kemurnian, serta berjuang untuk manusia Indonesia seutuhnya.
Di tengah penyampaian materi, peserta diajak untuk tidak mudah menyerah menghadapi tantangan.
“Kalau ingin kuat, jangan pernah menyerah. Kalau punya usaha dan ingin mendapatkan hasil, ya lakukan saja—Do it,” tutur Arif.
Ia juga menekankan bahwa dunia saat ini semakin terhubung (everything is connecting), sehingga setiap karya atau usaha harus terus ditingkatkan kualitas pelayanannya dan senantiasa mengikuti perkembangan zaman.
Filosofi keramik menjadi titik refleksi utama. Mulai dari pemilihan tanah liat, pencampuran dengan bahan lain, pembentukan, pembakaran hingga hasil akhir. Semua adalah simbol bahwa setiap proses kehidupan butuh ketekunan dan kesabaran. Kadang gagal, kadang pecah, tapi hidup harus terus dijalani.

Sementara itu, Ketua Pimpinan Daerah Nasyiatul Aisyiyah (PDNA) Kota Batu, Isna Hidayati Effendi, menyampaikan bahwa acara ini bertujuan mengajak perempuan muda tidak hanya menikmati keindahan karya seni keramik, tetapi juga memahami nilai-nilai kehidupan yang terkandung dalam proses pembuatannya.
“Ngaji seni ini adalah salah satu cara kami mendekatkan nilai-nilai Islam dengan pendekatan kekinian. Harapannya, remaja putri bisa lebih semangat belajar dan mencintai pengajian dengan cara yang menyenangkan dan menyentuh hati,” jelas Isna.
Setelah sesi kajian, para peserta diajak berkeliling pameran keramik di studio Matahati yang estetik dan penuh warna. Berbagai jenis keramik unik dipamerkan, menciptakan suasana hangat dan menginspirasi. Para peserta pun tak melewatkan kesempatan untuk berfoto dengan latar belakang karya-karya keramik yang memukau.
Tak hanya itu, acara ini juga meninggalkan kesan mendalam bagi para peserta, salah satunya Cintya.
“Baru kali ini ikut kegiatan NA dan ternyata sangat menarik penyajiannya. Semoga bisa istiqamah ikut kegiatan NA ke depannya,” ungkapnya.
Sementara itu, peserta lainnya, Rigina, mengaku senang mengikuti kegiatan ini.
“Senang sekali! Dapat banyak ilmu, disambut dengan coffee break, tempatnya juga estetik banget. Kajian dikemas dengan cara yang asyik dan nggak bikin bosan sampai akhir,” ucapnya. (*)
Penulis Indah Rahmayanti Editor Ni’matul Faizah






0 Tanggapan
Empty Comments