Iklan Mudipat Landscape
Iklan Mudipat Mobile

Kajian Nashaihul Ibad: Dekat dengan Ulama dan Memperhatikan Nasehat Hukama

Iklan Landscape Smamda
Kajian Nashaihul Ibad: Dekat dengan Ulama dan Memperhatikan Nasehat Hukama
Ustadz Taslim MPd saat mengisi Kajian Nashaihul Ibad hari kedua Ramadhan setelah subuh di Masjid Al-Falah Jalen Genteng Banyuwangi, Kamis (19/02/2026). (Alib/PWMU.CO).
pwmu.co -

Kajian kitab Nashaihul Ibad selepas jama’ah subuh hari kedua Kamis (19/02/2026) di masjid Al-Falah Pusdamu PRM Jalen Genteng Banyuwangi membahas materi “Dekat dengan Ulama dan memperhatikan nasehat Hukama”.

Dalam kajian kali ini, Ustadz Taslim MPd. mengawalinya dengan sebuah hadits Rasulullah Saw. sebagai berikut:

“Hendaklah kalian bergaul dengan ulama dan mendengarkan ucapan hukama. Karena Allah Ta’ala menghidupkan kembali hati yang mati dengan cahaya hikmah, sebagaimana Dia menghijaukan tanah gersang dengan air hujan.”

Sebagaimana keterangan hadits di atas, bahwa hikmah adalah ilmu yang bermanfaat. Sedangkan hukama adalah orang-orang ahli hikmah, lebih jelasnya hukama merupakan ahli hikmah yang. mengetahui dzat Allah Swt. Selalu tepat ucapan dan perbuatannya. “Sedangkan ulama, adalah orang alim yang mengamalkan ilmunya” terangnya.

Dalam penjelasan selanjutnya ustadz Taslim membacakan riwayat Ath-Thabrani dari Abi Hanifah yang menyebutkan:

“Hendaklah kalian bergaul dengan para pemimpin, bertanyalah kalian kepada para ulama dan bergaullah kalian dengan hukama”.

Menurut riwayat lain:

“Bergaullah dengan ulama, bersahabatlah dengan hukama, dan bercampurlah dengan kubara”

Iklan Landscape UM SURABAYA

Berdasarkan penjelasan tersebut bahwa ulama terbagi menjadi tiga, yaitu:

  1. Ulama, yaitu orang yang alim tentang hukum-hukum Allah swt., mereka berhak memberikan fatwa. .
  2. Hukama, yaitu orang-orang yang mengetahui Zat Allah saja. Bergaul dengan mereka ini membuat perangai menjadi terdidik, karena dari hati mereka bersinar cahaya makrifat (mengenali Allah dan rahasia-rahasia) dan dari jiwa mereka membias sinar keagungan Allah.
  3. Kubara, yaitu orang yang diberi anugerah keduanya (ulama dan hukama).

Bergaul akrab dengan ahli Allah akan mendatangkan tingkah laku yang baik, karena mengambil manfaat dengan pengawasan itu lebih baik daripada dengan lisan.

Jadi, seseorang yang pengawasannya bermanfaat kepada kita, niscaya bermanfaat pula ucapannya bagi kita. Sebaliknya, jika pengawasannya tidak bermanfaat, maka tidak bermanfaat pula ucapannya.

Di akhir kajiannya, ustadz Taslim menutup dengan sabda Rasulullah Saw.:

“Akan datang suatu zaman kepada umatku, “mereka lari dari para ulama dan fukaha, maka Allah akan menurunkan tiga macam bencana kepada mereka: Pertama, dicabut kembali berkah dari usahanya, kedua, dia kuasakan penguasa zalim atas mereka, ketiga, mereka meninggal dunia tanpa membawa iman”.

Iklan Landscape Unmuh Jember

Baca Lainnya

Iklan pmb sbda 2025 26

0 Tanggapan

Empty Comments

Search
Menu