Kajian kitab Nashaihul Ibad yang dilaksanakan setelah jamaah Subuh pada Rabu (3/3/2026) di Masjid Al-Falah Pusdamu PRM Jalen, Genteng, Banyuwangi, kembali digelar dengan membahas materi lanjutan dari kitab tersebut. Kegiatan kajian ini diasuh oleh Ketua Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) Genteng, Taslim, M.Pd. Pada pertemuan kali ini, kajian memasuki pertemuan ke-12 dengan membahas Bab III yang berisi materi tentang nasihat mengenai empat perkara.
Kajian tersebut diikuti oleh jamaah yang rutin menghadiri pengajian Subuh di masjid tersebut. Dalam kesempatan itu, Ustaz Taslim menyampaikan penjelasan mengenai sebuah atsar yang diriwayatkan dari sahabat Nabi Muhammad saw.
“Pada pagi ini kita akan sampaikan atsar atau berita dari sahabat, tabi’in maupun tabi’ut tabi’in, yaitu dari sahabat Utsman bin Affan,” ujar Ustaz Taslim saat membuka kajiannya.
Utsman r.a. berkata:
“Empat perkara yang lahirnya keutamaan (fadhilah) dan batinnya kewajiban (faridhah): Bergaul akrab dengan orang-orang saleh itu fadhilah dan mengikuti jejak mereka adalah kewajiban, membaca Alqur-an itu keutamaan, sedang melaksanakan isinya adalah kewajiban: ziarah kubur itu keutamaan, sedang mempersiapkan diri menuju kubur adalah kewajiban: dan menjenguk orang sakit itu keutamaan, sedang berwasiat di kala sakit adalah kewajiban.”
Dalam penjelasannya, Ustaz Taslim menyampaikan bahwa faridhah merupakan kewajiban yang harus dilaksanakan oleh seorang muslim. Sementara itu, fadhilah adalah keutamaan yang biasa dilakukan oleh orang-orang saleh, yakni mereka yang melaksanakan hak-hak Allah Swt. serta hak-hak sesama manusia.
Ia menjelaskan bahwa bergaul dengan orang-orang saleh merupakan suatu fadhilah. Adapun mengikuti perbuatan dan jejak mereka termasuk dalam kategori faridhah. Hal ini dimaksudkan agar seseorang tidak hanya sekadar dekat dengan orang saleh, tetapi juga meneladani perilaku mereka dalam kehidupan sehari-hari.
Selain itu, ia juga menjelaskan tentang Al-Qur’an sebagai firman Allah Swt. yang diwahyukan kepada Rasulullah saw. Membaca Al-Qur’an merupakan fadhilah, sedangkan mengamalkan isi kandungannya merupakan faridhah yang harus dilaksanakan oleh setiap muslim.
Ustaz Taslim juga menjelaskan bahwa ziarah kubur merupakan salah satu bentuk fadhilah karena dapat mengingatkan manusia kepada kematian dan kehidupan akhirat. Namun demikian, mempersiapkan bekal untuk kehidupan setelah kematian melalui amal saleh termasuk dalam kategori faridhah. Ia menambahkan bahwa menjenguk orang sakit juga merupakan bentuk fadhilah. Sementara itu, membuat wasiat ketika seseorang berada dalam kondisi sakit termasuk kewajiban yang perlu diperhatikan.
Terkait dengan wasiat menjelang kematian, Nabi Muhammad Saw. bersabda:
“Orang yang dihalangi dari kebajikan, ialah orang yang enggan mengeluarkan wasiat.”
Di hadis lain beliau bersabda:
“Barangsiapa mati dengan meninggalkan wasiat, maka dia mati pada jalan Allah, sunah, takwa dan syahadat, juga mati dengan memperoleh ampunan Allah.”
Setelah menjelaskan materi kajian secara rinci, Ustaz Taslim kemudian menutup kajian kitab Nashaihul Ibad tersebut. Kegiatan kajian Subuh ini berlangsung sekitar 45 menit dan diakhiri dengan doa bersama. (*)






0 Tanggapan
Empty Comments