Iklan Mudipat Landscape
Iklan Mudipat Mobile

Kajian Pra Ramadhan, Menggairahkan Gerakan Muhammadiyah di PRM yang Baru

Iklan Landscape Smamda
Kajian Pra Ramadhan, Menggairahkan Gerakan Muhammadiyah di PRM yang Baru
KH Dr. Syamsul Ma'arif M.PSDM, ketika memberikan tausiyah di Kajian Pra Ramadan PCM Manyar, Gresik. (Achmad Zaidun/PWMU.CO)
pwmu.co -

Momentum atau cara yang tepat bila Kajian Pra Ramadan diselenggarakan di Ranting Baru, hal ini dikatakan oleh Wakil Ketua Majelis Tabligh Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Jawa Timur, dalam Kajian Pra Ramadhan 1447 H yang diselenggarakan oleh Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) Manyar Gresik

Kajian yang bertemakan “Menyambut Ramadan 1447 H dengan Gembira dan Mensejahterahkan” ini, diselenggarakan di Pimpinan Ranting Muhammadiyah (PRM) Banjarsari yang merupakan PRM Baru, di lingkungan PCM Manyar, Ahad (8/2/2026)

Acara yang dihadiri oleh ratusan jamaah ini, mendatangkan keberkahan tersendiri. Dalam tausiyahnya, Syamsul mengatakan bahwa puasa ramadan adalah satu perintah Allah yang wajib dijalankan. Karena itu, agar dapat dipertemukan bulan Ramadan, maka tugas kita adalah berdoa kepada Allah.

“Memohon kepada Allah SWT untuk dipertemukan dengan bulan Ramadan lagi, yang kurang beberapa hari lagi,” ajak Syamsul pada jamaah.

Puasa adalah perintah Allah maka sambutlah dengan suka cita, pesan Syamsul. Karena Allah berjanji akan mengampuni dosa orang yang berpuasa dengan syarat kita beriman kepada Allah, serta menjalanlan ibadah puasa dengan ikhlas, tanpa paksaan, kata Samsul, menjelaskan.

Lanjutnya, ia menjelaskan bahwa Imam Al -Ghazali membagi orang yang berpuasa dalam tiga golongan.

Golongan pertama adalah golongan Umum, puasanya orang awam, yaitu puasa yang hanya menahan lapar dan dahaga saja.

Golongan kedua adalah golongan Khusus, puasanya orang saleh, yaitu puasa yang di samping menahan lapar dan dahaga juga menahan panca inderanya.

“Penglihatannya dijaga untuk tidak melihat perbuatan yang mendatangkan dosa. Pendengerannya dijaga untuk tidak mendengar perbuatan yang mendatangkan dosa,” urai Syamsul.

Golongan ketiga golongan Khusus Al Khusus, puasanya para nabi, shidiqin, yaitu orang yang puasa tidak sekedar menjaga panca indera saja, tapi hati atau batin juga berpuasa.

“Hati dijaga agar selalu ingat Allah dan dijaga dari perbuatan dosa, seperti takabbur, ujub, hasud, dan penyakit hati lainnya,” kata Syamsul.

“Dari golongan orang yang berpuasa, yang saya sebutkan tadi, kita masuk golongan yang mana?,” tanya Samsul dihadapan jamaah.

“Kita masuk golongan kedua. Golongan ketiga sangat berat, karena derajatnya. Para nabi dan sadiqin yang bisa yang masuk golongan ini,” terang Samsul kepada jamaah.

Untuk dapat menjalankan ibadah puasa ramadan dengan baik diperlukan latihan. Karena itu, Rasulullah SAW, sebelum bulan Ramadan tiba banyak berpuasa.

“Pada bulan Syaban Rasulullah banyak berpuasa sunnah, sebagài sarana untuk melatih diri agar ketika memasuki bulan Ramadan bisa menjalankan ibadah puasa sebulan penuh,” kata Syamsul lagi, menjelaskan.

Saat berpuasa perbanyak baca al-Quran dan baca artinya. Malamnya, Syamsul melanjutkan, menjalankan salat tarawih yàng kemudian disempurnakan dengan salat witir.

Sebelum tidur sempatkan baca al-Quran. Kemudian, sebelum sahur tiba usahakan bangun untuk salat tahajud. Bila bisa menjalankan salat tarawih plus tahajud “MasyaAllah“, Syamsul takjub akan pahala yang didapatkan bagi mereka yang dapat menjalankannya.

Untuk para imam salat tarawih nanti, Syamsul berpesan, sebaiknya membaca surat yang biasa didengar oleh para jamaah.

Dan jumlah surat yang dibaca minimal 100 ayat. Semisal rakaat pertama membaca surat al-Ghasiyah, selanjutmya membaca surat yang lain.

Untuk witir, disunnahkan membaca surat al-A’la, rakaat selanjutnya surat yang lain hingga jumlah ayat yang dibaca mencapai 100 ayat.

Kenapa harus 100 ayat? tanya Syamsul, kepada jamaah. “Hal ini sesuai dengan hadist nabi yang diriwayatkan oleh Imam Ahmad, yang berbunyi: Siapa yang membaca 100 ayat pada suatu malam dituliskan baginya pahala salat sepanjang malam,” jawab salah satu jamaah menirukan bunyi hadis, yang langsung dibenarkan oleh Syamsul.

Iklan Landscape Unmuh Jember

Baca Lainnya

Iklan pmb sbda 2025 26

0 Tanggapan

Empty Comments

Search
Menu