
PWMU.CO – Kajian tafsir al-Quran di Masjid At-Taqwa Pandan, Genteng, Banyuwangi, Rabu (23/7/2025), membahas bahaya jibti dan thaghut terhadap ketauhidan.
Materi ini disampaikan oleh Ketua Majelis Tabligh Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) Genteng, Taufiqur Rohman MPdI, dalam pengajian yang dilaksanakan setelah shalat Maghrib berjamaah. Kajian ini diikuti oleh jamaah masjid, jajaran pimpinan ranting, dan warga Muhammadiyah Ranting Kembiritan. Kegiatan dimulai pukul 18.10 WIB.
Di awal kajian, mubaligh yang berdomisili di Pandan itu mengajak jamaah untuk bersyukur atas nikmat Allah Swt. “Kita bersyukur bisa menghadiri pengajian rutin ini. Semoga kita senantiasa mendapatkan pencerahan dalam hidup ini,” ujarnya.
Ia kemudian membacakan ayat al-Quran Surat an-Nisa ayat 51, yang menjelaskan tentang orang-orang Yahudi yang diberi pengetahuan tentang kitab suci, namun justru menghasut kaum musyrik Mekah untuk lebih mempercayai jibti dan thaghut daripada ajaran Islam.
Taufiqur Rohman menjelaskan bahwa jibti merupakan segala bentuk kepercayaan sesat seperti tahayul, dongeng, dan khurafat yang tidak bisa diterima akal sehat. Termasuk juga segala sesuatu yang disembah selain Allah karena dianggap memiliki kekuatan gaib.
Sedangkan thaghut adalah segala bentuk kesewenang-wenangan, tindakan melampaui batas, dan perampasan hak Tuhan. Keduanya bertentangan dengan tauhid karena mencampuradukkan ajaran Islam yang hanif dengan kepercayaan sesat.
“Jibti dan thaghut adalah bahaya besar bagi ketauhidan. Jika hal ini tertanam dalam diri seorang Muslim, maka dapat merusak akidahnya,” tegasnya.
Sebelum menutup kajian, Taufiqur Rohman mendoakan agar amal ibadah jamaah mendapat ridha Allah. Pengajian berakhir saat waktu Isya tiba untuk wilayah Genteng dan sekitarnya.
Setelah itu, jamaah melaksanakan shalat Isya berjamaah. Pada rakaat pertama, imam membacakan Surat al-A’la, dan pada rakaat kedua Surat at-Thariq. Sebelum pulang, jamaah tampak beramah-tamah di serambi masjid. (*)
Penulis Ghulam Bana Islama Editor Wildan Nanda Rahmatullah





0 Tanggapan
Empty Comments