Kajian Sabtu Malam Muhammadiyah (Kalammu) Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) Rogojampi Banyuwangi mengusung tema Membangun Pribadi yang Unggul, Sabtu (24/1/2026).
Hal tersebut disampaikan oleh Ketua Majelis Tabligh PCM Genteng, Taufiqur Rohman, M.Pd.I. Kajian berlangsung di masjid At-Taqwa Pusat Dakwah Muhammadiyah Rogojampi. Diikuti oleh jamaah masjid setempat dan warga Muhammadiyah Cabang Rogojampi, baik itu laki-laki maupun perempuan.
Pengajian dimulai setelah pelaksanaan shalat Maghrib berjamaah. Di awal ceramah, Ketua Majelis Tabligh itu mengajak jamaah untuk bersyukur kepada Allah SWT karena atas rahmat-Nya sehingga dapat menghadiri pengajian ini.
“Semoga dengan kajian ini, kita mendapatkan pencerahan yang bermanfaat bagi kehidupan,” ujarnya.
Pengajian Mencerahkan
Menurutnya, salah satu ciri khas kajian di persyarikatan Muhammadiyah adalah adalah pengajian yang mencerahkan. Artinya ketika para jamaah telah meninggalkan tempat pengajian, maka mereka pulang dengan membawa bekal ilmu yang mencerahkan.
Selanjutnya ia membacakan ayat al-Quran dalam Surat Al-Mulk 2. Melalui ayat tersebut ustaz Taufiq mengingatkan jamaah agar tidak lengah dalam menjalankan hidup di dunia ini. Karena Allah telah menegaskan bahwa kematian dan kehidupan menjadi ujian atau cobaan bagi manusia untuk selalu berbuat amal yang terbaik.
“Itulah hidup yang dikehendaki oleh Allah. Hidup yang unggul penuh dengan prestasi,” tandasnya.
Selanjutnya ustaz kelahiran Srono itu memotivasi kepada jamaah untuk menjalani hidup ini dengan prestasi yang bermanfaat kepada sesama. Untuk itu, maka seorang muslim harus membangun pribadinya menjadi unggul.
Bagaimana akan membangun peradaban masyarakat dan bangsa yang unggul, jika kita sendiri tidak unggul? tanyanya retoris.
Ia pun memberikan contoh tentang impian negara bahwa di tahun 2045 akan menjadi Indonesia Emas. Sementara realitas kondisi sekarang ini, para generasi muda sangat rendah minat literasinya. Khususnya dalam hal minat baca dan tulis. Menurutnya kalau kondisi ini tidak berubah dan tidak ada yang mau mengadakan perubahan, maka boleh jadi cita-cita itu hanya menjadi sebuah impian.
Untuk membangun pribadi yang unggul, Taufiqur Rohman membacakan hadis nabi Muhammad Saw yang diriwayatkan oleh Imam Muslim dari Sahabat Abu Hurairah Ra. Di hadis tersebut menjelaskan bahwa mukmin yang kuat lebih dicintai Allah daripada mukmin yang lemah, meskipun pada keduanya tetap ada kebaikan.
Selanjutnya pentingnya seorang mukmin untuk bersungguh-sungguh dalam mengambil yang bermanfaat dalam kehidupan ini, terutama terus menuntut ilmu pengetahuan dan selalu memohon pertolongan kepada Allah. Serta tidak boleh lemah menghadapi persoalan hidup, termasuk atas takdir yang telah ditetapkan Allah.
Menjelang masuknya waktu Isya, kajian ini diakhiri dan ditutup dengan mengucap hamdalah. Setelah itu dilanjutkan dengan shalat Isya berjamaah. (*)





0 Tanggapan
Empty Comments