Iklan Mudipat Landscape
Iklan Mudipat Mobile

Kalender Hijriah dan Bank Syariah: Ikhtiar Muhammadiyah Membangun Umat

Iklan Landscape Smamda
Kalender Hijriah dan Bank Syariah: Ikhtiar Muhammadiyah Membangun Umat
pwmu.co -
Rokhmat Widodo (Istimewa/PWMU.CO)

Oleh: Rokhmat Widodo – Kader Muhammadiyah Kudus

PWMU.CO – Ketua Umum PP Muhammadiyah Prof Dr Haedar Nashir menegaskan bahwa umat Islam harus melampaui romantisme perbedaan demi membangun peradaban yang besar.

Dunia Islam hari ini menghadapi tantangan besar: disintegrasi dalam hal-hal yang seharusnya menyatukan. Hari raya yang berbeda, kalender yang tak seragam, serta ketergantungan pada sistem ekonomi non-syariah yang melukai semangat keadilan Islam.

Namun di tengah tantangan itu, dua inisiatif besar lahir dari rahim Muhammadiyah: gagasan kalender hijriah global tunggal dan pendirian Bank Syariah Muhammadiyah (BSM).

Kalender Hijriah Global: Menyatukan Langit Muslim

Al-Quran menyebut bahwa jumlah bulan di sisi Allah adalah dua belas (QS. At-Taubah: 36), dan Rasulullah ﷺ menetapkan sistem kalender hijriah sebagai penanda waktu umat Islam, baik dalam ibadah maupun kehidupan sosial.

Namun faktanya, dunia Islam masih sering berbeda dalam memulai Ramadan, merayakan Idul Fitri, dan Idul Adha. Muhammadiyah melalui pendekatan hisab hakiki wujudul hilal secara konsisten menyerukan penyatuan sistem kalender yang ilmiah, modern, dan tetap berlandaskan syariat.

Prof Haedar Nashir dalam berbagai forum menyatakan bahwa penyatuan kalender hijriah global adalah bagian dari ijtihad kolektif umat yang harus terus didorong demi mewujudkan ukhuwah Islamiyah global. Ini bukan hanya perkara astronomi, tetapi tanda kesatuan peradaban.

“Kalender Islam global bukan hanya soal hisab dan rukyat, tapi bagaimana umat Islam membangun sistem kehidupan yang lebih tertib dan berkemajuan.”

— Haedar Nashir

Dengan kalender tunggal, ibadah umat akan lebih terorganisasi, solidaritas umat lintas negara makin kuat, dan dunia Islam akan memiliki time identity yang menyatukan hati dan agenda.

Bank Syariah Muhammadiyah: Dakwah Ekonomi yang Memerdekakan

Dalam bidang ekonomi, Muhammadiyah meneguhkan peran sebagai gerakan pembebas. BSM bukan sekadar lembaga keuangan, tetapi bagian dari dakwah amar ma’ruf nahi munkar dalam bentuk paling nyata: menegakkan keadilan ekonomi umat.

Iklan Landscape UM SURABAYA

Prof Haedar Nashir menyebut bahwa BSM adalah bentuk dari “ekonomi tauhid”, yaitu sistem ekonomi yang berakar pada nilai-nilai ilahiah, tetapi sekaligus modern dan memberdayakan. Ini adalah respon atas ketimpangan yang masih menjauhkan umat Islam dari kemerdekaan finansial.

“Kita ingin menegakkan ekonomi Islam yang bersih dari riba, memberdayakan rakyat kecil, dan tidak terseret arus kapitalisme yang menindas.”

— Haedar Nashir

Dengan jaringan amal usaha Muhammadiyah yang luas, lebih dari 20 ribu institusi pendidikan dan kesehatan, BSM memiliki fondasi kuat untuk menjadi motor perubahan ekonomi Islam. Bank ini tidak hanya melayani umat, tapi menghidupi dan membesarkan mereka.

Menyatukan Langit dan Bumi: Spirit Islam Berkemajuan

Kalender global dan bank syariah mungkin terlihat berbeda bidang, namun sesungguhnya mereka satu visi: menyatukan langit dan bumi. Yang satu membangun ketertiban waktu ibadah, yang lain membebaskan umat dari sistem ekonomi eksploitatif.

Muhammadiyah dengan konsep Islam Berkemajuan berusaha meretas sekat-sekat lama dan membangun wajah Islam yang menyatu, rasional, serta membebaskan. Dalam pandangan Prof Haedar, inilah bentuk nyata dari tajdid (pembaruan) dalam Islam—yang tidak berhenti pada fikih, tapi juga menjelma dalam struktur sosial.

Indonesia hari ini butuh pemikiran dan tindakan besar seperti ini. Di saat sebagian umat larut dalam debat khilafiyah, Muhammadiyah menunjukkan bahwa Islam bisa bergerak: menyatukan waktu, menata ekonomi, dan membangun masa depan.
Karena seperti sabda Nabi Muhammad ﷺ:
“Sebaik-baik manusia adalah yang paling bermanfaat bagi manusia lain.” (HR. Ahmad)

Dan melalui kalender hijriah global dan BSM, Muhammadiyah tidak hanya memberi manfaat, tetapi juga memberi arah dan harapan. (*)

Editor M Tanwirul Huda

Iklan Landscape Unmuh Jember

Baca Lainnya

Iklan pmb sbda 2025 26

0 Tanggapan

Empty Comments

Search
Menu