Pada umumnya, kultum Ramadan yang disampaikan para penceramah mengangkat tema seputar Ramadan, puasa, atau persoalan keislaman lainnya. Seorang ustadz biasanya menguraikan dalil-dalil Al-Qur’an maupun sunnah Nabi sebagai penguat materi ceramah.
Namun, kultum Ramadan di SMP Muhammadiyah 12 (Spemudas) Paciran, Lamongan, pada Sabtu (7/3/2026) menghadirkan tema yang berbeda. Kegiatan yang digelar di Mushala Baiturrahim di kompleks sekolah tersebut dibawakan oleh Ustadz Edi Iswanto, S.Pd.
Dalam kultumnya, guru Spemudas Paciran yang juga menjabat sebagai Kepala SDN 2 Tebluru, Kecamatan Solokuro, itu membahas istilah-istilah teknologi informasi (IT) yang sering dijumpai pada telepon genggam sekaligus dampak negatif penggunaan HP secara berlebihan.
“Brain rot adalah istilah slang yang merujuk pada dampak negatif penggunaan HP yang berlebihan, terutama terhadap kemampuan berpikir dan konsentrasi. Hal ini bisa menyebabkan kurangnya fokus, memori melemah, kesulitan berpikir kritis, ketergantungan pada teknologi, hingga gangguan tidur,” ungkap alumnus SMPM 12 Paciran tahun 1992 tersebut.
Selain itu, ia juga memperkenalkan beberapa istilah bahasa Inggris yang sering muncul dalam teknologi layar ponsel, seperti TFT LCD (Thin Film Transistor Liquid Crystal Display), IPS LCD (In-Plane Switching Liquid Crystal Display), dan AMOLED (Active Matrix Organic Light-Emitting Diode) yang kerap disebut sebagai AMOLED LCD dalam konteks smartphone.
Di akhir kultumnya, ayah tiga anak itu mengajak siswa-siswi Spemudas Paciran, khususnya yang tidak tinggal di asrama dan berasal dari wilayah Sendang-Gayam, agar menggunakan HP secara bijak dan produktif, misalnya untuk menunjang kegiatan belajar.
“Dengan adanya smartphone di tangan kita, seharusnya kita bisa menjadi smart user. Jika tidak, kita bisa salah arah dan tidak mampu memanfaatkan perangkat tersebut secara bijak dan produktif,” tutur guru mata pelajaran Bahasa Inggris di Spemudas Paciran itu.
Wakil Kepala Sekolah bidang Kesiswaan Spemudas Paciran, Titin Yuliana, S.P., menilai tema kultum kali ini sangat relevan bagi jamaah Mushala Baiturrahim yang seluruhnya merupakan siswa nonasrama dan bebas menggunakan HP.
Menurutnya, penyampaian kultum yang mengangkat tema kekinian sangat penting karena langsung menyentuh realitas kehidupan siswa.
“Tema ini penting dan tepat sebagai edukasi bagi mereka. Kultum seperti ini keren dan tepat sasaran bagi siswa dari Sendang dan Gayam yang kesehariannya tidak lepas dari game di HP,” ujar Titin yang juga merupakan teman seangkatan Edi Iswanto saat bersekolah di SMPM 12 Paciran. (*)






0 Tanggapan
Empty Comments