Search
Menu
Mode Gelap

Kantin Tangguh PCM Kanigoro: Ajak Warga Istiqomah dalam Ibadah dan Kehidupan

Kantin Tangguh PCM Kanigoro: Ajak Warga Istiqomah dalam Ibadah dan Kehidupan
pwmu.co -
 Nawang Lukman Priyonggo SAg dalam Kantin Tangguh PCM Kanigoro Kabupaten Blitar di Masjid MIA Jatinom. (Agus Fawaid/PWMU.CO).
Nawang Lukman Priyonggo SAg dalam Kantin Tangguh PCM Kanigoro Kabupaten Blitar di Masjid MIA Jatinom. (Agus Fawaid/PWMU.CO).

PWMU.CO – Suasana penuh kehangatan dan semangat terpancar dari Masjid Muhammad Ibrahim Al-Amru (MIA) Desa Jatinom, Kecamatan Kanigoro, Kabupaten Blitar pada hari Rabu malam (07/06/2025). Kegiatan Kajian Rutin Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) Kanigoro yang dikenal dengan nama Kantin Tangguh kembali digelar dan diikuti oleh ratusan jamaah dari berbagai unsur Muhammadiyah dan Aisyiyah se-Kecamatan Kanigoro.

Kantin Tangguh merupakan singkatan dari Kajian Rutin Setiap Tanggal Tujuh, yang menjadi agenda bulanan PCM Kanigoro sebagai wadah penguatan akidah, ibadah, serta ukhuwah di tengah warga dan simpatisan.

Kegiatan ini dimulai setelah Sholat Isya’ berjamaah dan berlangsung hingga selesai dengan penuh antusias. Para peserta berasal dari jajaran PCM, PRM, PCA, PRA, PCPM, PCNA, serta guru, karyawan amal usaha Muhammadiyah, dan warga masyarakat di sekitar Kecamatan Kanigoro. Mereka bersatu dalam ibadah dan ilmu, memperkuat komitmen dalam mengamalkan ajaran Islam secara baik dan benar.

Ketua PCM Kanigoro Kabupaten Blitar, Wasis Candra Gunawan SE, yang akrab disapa Wasis menyampaikan rasa syukurnya atas semangat jamaah yang tetap tinggi dalam menghadiri kegiatan ini.

“Alhamdulillah, saya sangat mengapresiasi antusiasme jamaah. Ini bukti bahwa semangat menuntut ilmu masih menyala. Terima kasih kepada semua pihak yang sudah hadir dan mendukung, termasuk infaq terbaik malam ini yang terkumpul sebesar Rp 335.000,” ujar Wasis.

Kajian kali ini menghadirkan Ustadz muda dari Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Kabupaten Blitar, Nawang Lukman Priyonggo SAg juga alumni Pondok Gontor yang akrab disapa Ustadz Nawang.

Pentingnya Istiqomah

Ia termasuk Pendidik Agama Islam di SDI Aisyiyah Kalipang Kecamatan Sutojayan Kabupaten Blitar. Dalam penyampaiannya, menekankan pentingnya istiqomah dalam seluruh aspek kehidupan.

“Imam Bukhari meriwayatkan, jika seseorang bangun tidur dalam keadaan aman, sehat jasmani, bisa beraktivitas, dan memiliki makanan untuk hari itu, maka seolah-olah ia memiliki dunia seisinya,” kata Nawang.

Ia menekankan bahwa ketenangan dan kebahagiaan sejati didapat dari mengikuti majelis ilmu dan istiqomah dalam amal.

“Mari beristiqomah. Jangan hanya rajin ibadah, tapi juga terus lurus dalam niat dan tujuan. Bukan sekadar menjalankan kebaikan, tapi bagaimana kebaikan itu karena Allah. Seperti yang Allah firmankan dalam Surat Fussilat ayat 30,” lanjutnya sambil membacakan ayat:

إِنَّ الَّذِينَ قَالُوا رَبُّنَا اللَّهُ ثُمَّ اسْتَقَامُوا تَتَنَزَّلُ عَلَيْهِمُ الْمَلَائِكَةُ أَلَّا تَخَافُوا وَلَا تَحْزَنُوا وَأَبْشِرُوا بِالْجَنَّةِ الَّتِي كُنتُمْ تُوعَدُونَ

Iklan Landscape UM SURABAYA

Artinya:

Sesungguhnya orang-orang yang mengatakan: “Tuhan kami ialah Allah”, kemudian mereka meneguhkan pendirian mereka, maka malaikat akan turun kepada mereka (dengan mengatakan): Janganlah kamu merasa takut dan janganlah kamu bersedih hati; dan bergembiralah kamu dengan (memperoleh) surga yang telah dijanjikan kepadamu.

Pentingnya Mengenal Prioritas

Lebih lanjut, Nawang menguraikan pentingnya mengenal prioritas dalam beramal melalui kajian Fiqih Aulawiyat. Ia menekankan bahwa amal ibadah wajib seperti dalam Rukun Islam harus didahulukan, dan amal sunah tidak menjadi penghalang dalam aktivitas sehari-hari.

“Istiqomah itu perlu dimulai dengan pembiasaan. Bahkan bangun subuh pun awalnya harus dipaksakan. Sebaliknya, jika terbiasa dalam dosa, maka juga akan sulit meninggalkannya,” ungkapnya.

Di akhir kajian, Nawang mengingatkan pentingnya menjaga hak Allah dan hak sesama manusia. Bahkan, ia menegaskan bahwa seluruh dosa dapat diampuni kecuali hutang yang belum dibayar.

“Jangan abaikan hak-hak jamaah, selama hak pribadi telah tercukupi. Inilah esensi dari Fiqih Prioritas. Sangat cocok diterapkan oleh siapa pun, termasuk calon pejabat agar terhindar dari korupsi,” tutupnya.

Kegiatan Kantin Tangguh ini bukan sekadar kajian rutin, tetapi juga menjadi pengikat ukhuwah dan semangat berjuang di tengah masyarakat. Dengan semangat istiqomah, para jamaah diharapkan dapat menjadi pelopor kebaikan di lingkungan masing-masing. (*)

Penulis Agus Fawaid Ediitor Amanat Solikah

Iklan pmb sbda 2025 26

0 Tanggapan

Empty Comments