Iklan Mudipat Landscape
Iklan Mudipat Mobile

Kantin Tangguh PCM Kanigoro Blitar: Menyatukan Hati, Meneguhkan Iman

Iklan Landscape Smamda
pwmu.co -
Materi Kantin Tangguh PCM Kanigoro Kabupaten Blitar di Masjid Muhammad Ibrahim Al-Amru (MIA) Jatinom pada hari Rabu malam (7/5/2025). (Agus Fawaid/PWMU.CO)

PWMU.CO – Malam penuh makna di Masjid Muhammad Ibrahim Al-Amru (MIA) Desa Jatinom, Kecamatan Kanigoro, Kabupaten Blitar, pada hari Rabu (7/5/2025).

Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) Kanigoro kembali menggelar kegiatan Kajian Rutin Setiap Tanggal Tujuh, yang dikenal dengan nama Kantin Tangguh.

Acara ini berlangsung khusyuk sejak selesai shalat Isya berjamaah, dihadiri oleh jajaran pengurus dan anggota PCM, PRM, PCA, PRA, PCPM, dan PCNA.

Turut hadir pula warga Muhammadiyah dan Aisyiyah, para guru, karyawan Amal Usaha Muhammadiyah (AUM), serta simpatisan dari berbagai penjuru se-Kecamatan Kanigoro.

Ketua PCM Kanigoro, Wasis Candra Gunawan SE menyampaikan apresiasi mendalam atas semangat peserta dalam mengikuti kajian.

“Saya bersyukur kepada Allah dan terima kasih kepada seluruh jamaah. Semangat dan antusiasme malam ini luar biasa. Ini menunjukkan bahwa ruh gerakan kita masih menyala,” ungkap Wasis dalam sambutannya.

Kantin Tangguh kali ini menghadirkan pemateri istimewa, Ustadz Drs Jasmani Arief MPdI seorang pengawas Kemenag Kabupaten Blitar dan juga pengurus Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Kabupaten Blitar.

Dalam tausiyahnya yang penuh hikmah, Ustadz Jasmani mengangkat tema besar tentang tiga perkara yang diridhai Allah SWT.

Beliau mengawali dengan penegasan pentingnya tauhid:

عَنْ مُعَاذٍ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ قَالَ: … حَقُّ اللَّهِ عَلَى الْعِبَادِ أَنْ يَعْبُدُوهُ وَلَا يُشْرِكُوا بِهِ شَيْئًا…

Artinya: “Hak Allah atas hamba-Nya adalah agar mereka beribadah kepada-Nya dan tidak menyekutukan-Nya dengan sesuatu apa pun…” (HR. Bukhari dan Muslim).

“Menjauhi kemusyrikan adalah fondasi. Tanpa itu, seluruh amal menjadi sia-sia,” ujar Ustadz Jasmani.

Iklan Landscape UM SURABAYA

Selanjutnya, beliau mengajak jamaah untuk berpegang teguh pada agama Allah, menjaga keutuhan dan semangat dakwah:

وَاعْتَصِمُوا بِحَبْلِ اللَّهِ جَمِيعًا وَلَا تَفَرَّقُوا

“Setiap anggota persyarikatan harus menjadi pionir dalam mencerahkan umat. Jangan sampai kita justru menjadi bagian dari masalah seperti korupsi atau kemaksiatan,” tegasnya, (QS. Ali Imran: 103).

Ia juga mengingatkan pentingnya menjaga persatuan dan adab dalam bertanya, dengan mengutip hadits:

إِنَّ اللَّهَ رَضِيَ لَكُمْ ثَلَاثًا…

Artinya: “Sesungguhnya Allah ridha kepada kalian tiga perkara: agar kalian menyembah-Nya dan tidak mempersekutukan-Nya… dan Allah benci kepada kalian tiga perkara: banyak berbicara tanpa faedah, banyak bertanya yang tidak perlu, dan menyia-nyiakan harta” (HR. Muslim).

Di akhir kajian, suasana haru terasa ketika jamaah menutup dengan doa bersama, memohon keistiqamahan dalam perjuangan dan keberkahan dalam gerak dakwah.

Kantin Tangguh bukan sekadar forum kajian, tetapi adalah ruang pembinaan rohani, pembaruan semangat, dan peneguhan ukhuwah Islamiyah di tengah masyarakat Muhammadiyah se-Kecamatan Kanigoro.

Sebuah tradisi yang membangun ketangguhan, bukan hanya dalam ibadah, tetapi juga dalam kehidupan bermasyarakat dan berorganisasi.(*)

Penulis Agus Fawaid Editor Zahrah Khairani Karim

Iklan Landscape Unmuh Jember

Baca Lainnya

Iklan pmb sbda 2025 26

0 Tanggapan

Empty Comments

Search
Menu