Iklan Mudipat Landscape
Iklan Mudipat Mobile

Kantor Hukum Tak Sekadar Tangani Perkara, TOP Legal Group Perkuat Peran Hukum Bisnis

Iklan Landscape Smamda
Kantor Hukum Tak Sekadar Tangani Perkara, TOP Legal Group Perkuat Peran Hukum Bisnis
Kantor Hukum Tak Sekadar Tangani Perkara, TOP Legal Group Perkuat Peran Hukum Bisnis. Foto: Istimewa/PWMU.CO
pwmu.co -

Mahasiswa Fakultas Hukum Universitas Muhammadiyah Surabaya (Umsura) telah menyelesaikan kegiatan magang di Kantor Hukum TOP Legal Group selama kurang lebih tiga bulan. Program magang ini merupakan bagian dari implementasi Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM) yang bertujuan memberikan pengalaman praktis agar mahasiswa memahami dunia kerja secara langsung, khususnya di bidang hukum.

Selama masa magang, mahasiswa memperoleh pengalaman empiris mengenai praktik hukum yang tidak hanya terbatas pada litigasi perdata dan pidana, tetapi juga mencakup hukum bisnis yang kini semakin berkembang dan dibutuhkan oleh pelaku usaha. Pengalaman tersebut membuka perspektif bahwa kantor hukum modern telah bertransformasi menjadi mitra strategis dalam pembangunan dan keberlanjutan usaha.

Di TOP Legal Group, mahasiswa diperkenalkan pada praktik hukum bisnis sejak tahap awal pendirian usaha. Mulai dari pendampingan pendaftaran legalitas badan usaha, pengurusan Nomor Induk Berusaha (NIB) melalui sistem Online Single Submission (OSS), hingga penerbitan izin usaha sesuai Klasifikasi Baku Lapangan Usaha Indonesia (KBLI). Proses ini memberikan pemahaman bahwa legalitas bukan sekadar formalitas administratif, melainkan fondasi utama dalam menjalankan usaha secara sah dan berkelanjutan.

Mahasiswa juga terlibat dalam pendampingan sertifikasi halal, khususnya bagi pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM). Sertifikasi halal dipahami sebagai aspek penting dalam menjamin kepercayaan konsumen, terutama di Indonesia yang mayoritas penduduknya beragama Islam. Melalui keterlibatan langsung tersebut, mahasiswa memahami bahwa kepatuhan terhadap regulasi kehalalan produk merupakan bagian integral dari strategi bisnis yang bertanggung jawab.

Selain itu, mahasiswa magang dilibatkan dalam proses perizinan produk pangan, seperti Pangan Industri Rumah Tangga (PIRT) dan pendaftaran produk ke Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM). Kegiatan ini memperluas wawasan mahasiswa mengenai standar keamanan pangan, perlindungan konsumen, serta kewajiban hukum pelaku usaha sebelum memasarkan produknya.

TOP Legal Group juga aktif mendampingi klien dalam pendaftaran produk sebagai bagian dari strategi bisnis jangka panjang. Pendampingan ini tidak hanya bertujuan memenuhi kewajiban hukum, tetapi juga sebagai upaya Legal Branding, yakni membangun identitas dan reputasi merek melalui kepatuhan hukum, transparansi, serta perlindungan hak kekayaan intelektual.

Dalam konteks bisnis modern, konsumen tidak hanya menilai produk dari sisi harga dan fungsi, tetapi juga mempertimbangkan aspek keamanan, kejujuran, dan identitas merek. Produk dengan legalitas jelas, izin lengkap, serta perlindungan hukum yang kuat cenderung lebih dipercaya pasar. Oleh karena itu, legalitas usaha menjadi nilai tambah yang signifikan dalam persaingan bisnis.

Mahasiswa magang memperoleh pemahaman bahwa pelaku usaha, khususnya perintis bisnis, perlu membangun usaha berbasis kepercayaan hukum dan etika. Kepercayaan tersebut dibangun melalui pemenuhan regulasi secara konsisten dan berkelanjutan. Legal Branding pada akhirnya bertumpu pada legalitas usaha, kepatuhan hukum, serta perlindungan identitas bisnis.

Perlindungan identitas usaha menjadi salah satu fokus pembelajaran, terutama terkait pendaftaran merek dagang. Mahasiswa diperkenalkan pada pentingnya perlindungan merek sebagai hak eksklusif pelaku usaha untuk menghindari potensi sengketa hukum dan menjaga reputasi bisnis.

TOP Legal Group menunjukkan peran strategis advokat tidak hanya sebagai pendamping saat sengketa terjadi, tetapi juga sebagai konsultan preventif. Pendekatan ini dilakukan dengan memastikan seluruh aspek legal usaha terpenuhi sejak awal, sehingga potensi pelanggaran hukum dan konflik dapat diminimalkan.

Bagi mahasiswa, pengalaman magang ini menjadi pembelajaran berharga bahwa profesi hukum memiliki cakupan luas dan dinamis. Hukum tidak hanya hadir saat konflik, tetapi juga berperan aktif dalam mendukung pertumbuhan ekonomi dan pemberdayaan pelaku usaha.

Selain keterampilan teknis hukum, mahasiswa juga dilatih dalam etika profesi, komunikasi dengan klien, serta penyusunan dokumen hukum secara sistematis. Bekal ini menjadi modal penting bagi mahasiswa dalam menghadapi dunia kerja setelah lulus.

Melalui kegiatan magang ini, terbangun sinergi antara dunia akademik dan dunia praktik. Mahasiswa mampu mengimplementasikan teori hukum ke dalam praktik nyata sekaligus memahami dinamika penerapan hukum di lapangan.

Dengan berakhirnya masa magang, mahasiswa Universitas Muhammadiyah Surabaya memperoleh gambaran utuh tentang peran kantor hukum modern yang adaptif terhadap kebutuhan zaman, tidak hanya sebagai penangan perkara, tetapi juga mitra strategis dalam membangun bisnis yang patuh hukum, beretika, dan berkelanjutan.

Pengalaman ini diharapkan dapat menginspirasi mahasiswa lain untuk memahami pentingnya hukum bisnis dalam mendukung pertumbuhan ekonomi nasional, khususnya melalui penguatan UMKM, agar mampu berkembang secara sehat dan berdaya saing.

Iklan Landscape Unmuh Jember

Baca Lainnya

Iklan pmb sbda 2025 26

0 Tanggapan

Empty Comments

Search
Menu