Iklan Mudipat Landscape
Iklan Mudipat Mobile

Karya Tulis Esai, Karakteristik dan Jenisnya Menurut Jurnalis Kompas

Iklan Landscape Smamda
Karya Tulis Esai, Karakteristik dan Jenisnya Menurut Jurnalis Kompas
pwmu.co -
Jurnalis Kompas Anita Yosshira mengungkap karakteristik dan berbagai jenis esai. Karya Tulis Esai, Karakteristik dan Jenisnya Menurut Jurnalis Kompas (Tangkapan layar Sayyidah Nuriyah/PWMU.CO)

Jenis Esai Berdasarkan Tujuan 

Selanjutnya, Anita memaparkan jenis esai berdasarkan tujuan penulisannya. Pertama, esai naratif, bertujuan menceritakan peristiwa yang terjadi. “Misalnya pengalaman atau peristiwa di masa lalu, peristiwa faktual yang dihadapi saat ini, dan kita juga bisa menceritakan sesuatu yang terjadi pada orang lain,” terangnya. 

Biasanya memakai sudut pandang orang pertama. Dia mencontohkan awalan esai berikut, “Pada hari Jumat, saya bertemu dengan Ketua KPK. Ketua KPK mengatakan indeks antikorupsi di Indonesia naik.” 

Dari situlah, kata dia, penulis bisa menjelaskan analisisnya apakah benar indeks antikorupsi naik. Selain itu, bisa pula menarasikan fakta sebenarnya dan mengungkap data yang sesuai. 

Kedua, esai deskriptif, bertujuan menunjukkan sesuatu melalui penggambaran yang detail oleh penulis. Bisa berupa barang, orang, tempat, atau ingatan. Misalnya tempat wisata. “Bisa mendeskripsikan sebenarnya tempat wisata ini seperti apa,” contohnya. 

Dia menegaskan, esai deskriptif dianggap berhasil kalau bisa membawa pembaca mendapat bayangan yang jelas. Katanya, kalau mendeskripsikan kuliner, pembaca bisa membayangkan kelezatan rasanya. 

Ketiga, esai persuasif, untuk meyakinkan pembaca agar setuju dengan sudut pandang, ide, rekomendasi, atau gagasan penulis. “Didukung dengan penyajian fakta dan data, esai ini membutuhkan fakta, logika, contoh, pendapat ahli, dan penalaran yang masuk akal,” tegasnya. 

Iklan Landscape UM SURABAYA

Keempat, esai ekspositori. “Menyajikan analisis seimbang dari suatu topik. Berisi suatu topik dengan fakta, data, dan contoh. Isi esai ini dapat membahas perbandingan dan kontras, sebab dan akibat, serta suatu prosedur atau proses,” terangnya. 

Fakta dan data dalam esai ini bukan berdasar perasaan pribadi penulis, sehingga penulis tidak mengungkap emosinya. Dia menegaskan, “Tidak menggunakan sudut pandang orang pertama!” Menurutnya, esai ini lebih berat lagi, sebab penulis harus menganalisis fenomena yang terjadi di masyarakat atau kebijakan.  

Baca sambungan di halaman 4: Jenis Esai Lainnya

Iklan Landscape Unmuh Jember

Baca Lainnya

Iklan pmb sbda 2025 26

0 Tanggapan

Empty Comments

Search
Menu