Semangat Milad ke-113 Muhammadiyah menginspirasi banyak kader untuk berbuat kebaikan. Salah satunya datang dari Restu Yuniarto, karyawan Rumah Sakit Islam Aminah Blitar.
Ia berhasil menuntaskan lari sejauh 113 kilometer yang dilakukan secara bertahap sejak 9 hingga 18 November 2025 sebagai hadiah istimewa untuk Milad Muhammadiyah.
Restu mengungkapkan, awalnya ia hanya ingin menyalurkan hobi lari sambil memeriahkan milad. Namun, agar aktivitas tersebut memiliki nilai lebih, ia membuka open donasi melalui Lazismu Kota Blitar untuk mendukung program-program kemanusiaan dan sosial.
“Daripada hanya sekadar berlari, bismillah saya niatkan untuk menggalang donasi melalui Lazismu. Alhamdulillah langsung dapat dukungan dari PDM Kota Blitar, Pemuda Muhammadiyah, RunnerMu Indonesia, dan teman-teman komunitas lari Run Blitar,” ujarnya.
Dukungan Mengalir, Semangat Makin Menguat
Beberapa hari setelah mengumumkan kegiatan tersebut, Restu dihubungi oleh Ustadz Zainul Arifin, Bendahara PWM Jawa Timur, serta Mas Adit dari Lazismu Jawa Timur. Keduanya menyampaikan bahwa mereka akan hadir ke Blitar untuk mendampingi Restu saat etape terakhir pada 18 November 2025.
“Berita itu menambah energi luar biasa bagi saya. Saya merasa tidak berlari sendirian,” ungkapnya.
Tantangan Cedera dan Jadwal Kerja
Dengan kesibukannya sebagai karyawan RSI Aminah Blitar, Restu harus membagi waktu antara bekerja dan menyelesaikan target lari harian minimal 10 km. Padahal, ia memiliki riwayat cedera ACL pada lutut kanan, yang sebenarnya tidak disarankan untuk aktivitas lari intensitas tinggi.
“Lari 113 km mungkin biasa bagi sebagian orang, tapi bagi saya ini tantangan besar. Hari kelima lutut saya sempat bengkak, tapi Alhamdulillah bisa pulih lebih cepat,” tuturnya.
Panas dan hujan tidak menghalangi tekadnya. Tanpa persiapan matang sekalipun, dukungan banyak pihak membuatnya tetap berlari hingga misi 113 km selesai tepat waktu.
Momen paling berkesan terjadi pada hari terakhir, ketika Ustadz Zainul Arifin yang sedang padat keliling Jawa Timur mengisi kajian, meluangkan waktu untuk hadir dan mendampingi langsung finish lari 113 km.
“Beliau hadir di tengah kesibukannya. Itu membuat saya semakin bersemangat dan merasa sangat dihargai,” kata Restu dengan haru.
Bukan untuk Diri Sendiri
Restu menegaskan bahwa misinya bukan untuk popularitas, tetapi murni untuk Muhammadiyah.
“Bukan untuk diri saya pribadi, tapi untuk Muhammadiyah. Ini bukan tentang lari dari kenyataan, tetapi berlari menuju kebaikan. Bukan untuk mencari pujian, tapi memberikan yang terbaik untuk organisasi yang saya cintai sesuai kemampuan saya.”
Ia juga menyampaikan rasa syukur atas terselesaikannya misi tersebut.
“Alhamdulillah, awalnya banyak yang meremehkan dan menganggap kegiatan ini tak penting. Tapi dukungan dan doa dari semua pihak membuat saya kuat.”
Restu berharap tahun depan dapat memberikan yang lebih baik lagi.
“Semoga bisa lebih baik tahun depan. Aamiin.”
Misinya, berlari sejauh 113 KM untuk hadiah Milad ke-113 Muhammadiyah menjadi inspirasi bahwa kebaikan bisa dilakukan dengan cara apa pun, termasuk melalui langkah kaki yang penuh niat tulus.


0 Tanggapan
Empty Comments