Kaum muda perempuan adalah garda terdepan yang akan menentukan arah peradaban di masa depan. Semangat mereka dalam berkarya, berorganisasi, dan berinovasi menjadi penegas bahwa perempuan bukan hanya pendamping, tetapi juga penggerak perubahan.
Hal inilah yang tampak nyata dalam kiprah Pimpinan Cabang Nasyiatul ‘Aisyiyah (PCNA) Buduran di ajang Musyawarah Kerja Daerah (Musykerda) 1 yang diselenggarakan oleh Pimpinan Daerah Nasyiatul ‘Aisyiyah (PDNA) Kabupaten Sidoarjo.
Kegiatan Musykerda 1 ini berlangsung pada Ahad (28/9/2025) di SMP Muhammadiyah 5 Tulangan, Sidoarjo. Dalam rangkaian acaranya, PDNA menghadirkan berbagai lomba yang melibatkan seluruh PCNA se-Kabupaten Sidoarjo, mulai dari lomba desain batik, lomba video profil PCNA, hingga lomba Program Kerja Unggulan PCNA.
Antusiasme peserta terlihat jelas, termasuk dari PCNA Buduran yang baru saja disahkan secara resmi melalui SK pada 4 Agustus 2024.
Meski baru berusia satu tahun dan berada pada periode pertama kepemimpinannya, PCNA Buduran tidak ragu untuk turut serta dalam ajang tersebut. Dengan jumlah anggota yang terbatas dan kesibukan pengurus yang beragam, mereka tetap bertekad menunjukkan semangat dan kreativitas.
Kolaborasi intens antara pengurus PCNA Buduran dengan PCPM Buduran serta Arroyyan Youth Squad menjadi salah satu kunci keberhasilan.
Dalam proses produksi video Program Kerja Unggulan dan video profil cabang, PCNA Buduran selalu mengedepankan musyawarah. Mulai dari penyusunan naskah hingga proses editing, semuanya dilakukan secara penuh kesabaran meski dalam waktu yang relatif singkat. Semangat kebersamaan inilah yang akhirnya membuahkan hasil membanggakan.
PCNA Buduran berhasil meraih Juara 1 dalam Lomba Video Program Kerja Unggulan dan Juara 2 dalam Lomba Company Profile PCNA.
Ketua PCNA Buduran, Rifatul Hidayah, menyampaikan terima kasih kepada seluruh pengurus yang telah bekerja keras dengan penuh kekompakan, serta kepada pihak-pihak yang turut membantu suksesnya produksi video tersebut.
Lebih lanjut, Rifatul menegaskan bahwa perempuan memiliki peran penting dalam dakwah, literasi, sosial, maupun budaya.
“Dengan prestasi ini, kami ingin membuktikan bahwa perempuan juga memiliki kemampuan dan kontribusi besar dalam gerakan kebaikan. Mari kita terus berkarya sesuai kapasitas kita masing-masing, jangan hanya diam atau rebahan saja. Dunia menunggu karya-karya dari perempuan tangguh,” ujarnya.
Rifatul juga mengajak generasi muda perempuan untuk terus bergerak dalam koridor yang baik, khususnya di Muhammadiyah yang selalu memberikan ruang luas bagi perempuan untuk berproses dan berkarya.
Menjadi perempuan yang berdaya dan bahagia, namun tetap taat pada norma, serta tidak melupakan kewajiban sebagai muslimah sejati, adalah keseimbangan yang perlu dijaga.
Perempuan dituntut untuk mampu berkontribusi di ranah publik, namun tetap harmonis dalam perannya sebagai istri yang patuh, ibu yang penyayang, sekaligus teladan yang baik bagi anak-anak.
Kisah PCNA Buduran ini menjadi bukti nyata bahwa usia yang masih muda bukan penghalang untuk berprestasi. Semangat, kerja sama, dan tekad kuat mampu melahirkan karya luar biasa.
Kini, saatnya kaum muda perempuan semakin percaya diri, bangkit, dan mengambil peran nyata demi masa depan yang lebih baik.(*)





0 Tanggapan
Empty Comments