Suasana hangat penuh kebersamaan terasa kental dalam rangkaian kegiatan keluarga Hidayatulloh, Rektor Umsida sekaligus Wakil Ketua PWM Jawa Timur, yang berlangsung sejak pagi hingga sore hari.
Setelah menghadiri sekaligus bertugas dalam resepsi pernikahan keponakannya, Wahidah Nurul Millah binti Aunillah (adik pak Hidayatulloh) dan Tri Bima AGR bin Abdul Rachman, di Auditorium AR Fachruddin SMAMDA Sidoarjo, keluarga melanjutkan momen kebersamaan dengan agenda santai yang tak kalah berkesan.
Sekitar pukul 12.30 WIB, rombongan meninggalkan lokasi resepsi. Usai menunaikan salat Dzuhur di Masjid An-Nur, mereka kembali ke kediaman pak Hidayatulloh di Mutiara Citra Graha D2/19 Larangan Candi Sidoarjo untuk beristirahat sejenak sebelum melanjutkan agenda berikutnya, yakni makan bersama dengan konsep unik: memancing dan menikmati hasil tangkapan sendiri.
Rombongan kemudian berangkat secara konvoi menuju warung Lesehan Tambak Sawah (LTS) milik pak Kohar, Ketua Majelis Dikdasmen dan PNF PDM Sidoarjo, di kawasan Kedung Banteng, Sidoarjo. Meski sempat terpisah di tengah perjalanan dan harus saling menunggu, seluruh anggota keluarga akhirnya tiba dengan selamat di lokasi sekitar pukul 14.00 WIB.
Setibanya di lokasi, suasana langsung terasa hidup. Konsep warung yang mengusung kegiatan memancing menjadi daya tarik tersendiri, terutama bagi anak-anak dan remaja. Salah satu momen yang paling mencuri perhatian adalah ketika bocil adik Arshad dan Miqdad berhasil mendapatkan ikan patin berukuran besar. Sorak sorai dan kegembiraan pun pecah, menambah semarak suasana kebersamaan.
Sambil menunggu hidangan disiapkan, keluarga menghabiskan waktu dengan berbincang santai. Canda tawa mengalir tanpa sekat, mempererat hubungan antar anggota keluarga lintas generasi. Sekitar dua jam kemudian, hidangan pun tersaji lengkap, meski ada keterlambatan karena sebagian karyawan masih libur.
Hidangan mulai dari udang goreng saus asam manis, bandeng bakar, asam-asam patin, mujaer goreng, ayam goreng, beserta sayur dan sambal khas Sidoarjo tersaji dengan sempurna.
Momen makan bersama berlangsung penuh kehangatan. Duduk saling berhadapan, seluruh anggota keluarga menikmati hidangan dengan penuh rasa syukur. Dalam suasana tersebut, Budhe Khoir (istri Prof. Aminullah, Ketua PDM Jember) menyampaikan kesannya bahwa kebahagiaan dalam kebersamaan seperti ini adalah kenangan indah yang selalu dirindukan. Ia berharap agar momen serupa terus terulang di masa mendatang.
Hal senada juga disampaikan Khotim (adik pak Hidayat dari Surabaya) yang mengaku sangat menikmati pertemuan tersebut. Ia bahkan mengusulkan agar kegiatan makan bersama keluarga bisa dijadikan agenda rutin, setidaknya setiap enam bulan sekali.
Setelah puas menikmati hidangan khas tambak, rombongan bersiap kembali ke rumah masing-masing. Hari itu ditutup dengan rasa syukur dan kebahagiaan, meninggalkan jejak kenangan manis yang akan terus hidup dalam ingatan setiap anggota keluarga.
Kebersamaan sederhana, namun penuh makna—itulah inti dari pertemuan keluarga di akhir pekan ini.





0 Tanggapan
Empty Comments