Sekolah Kreatif SD Muhammadiyah 2 Tulangan kembali menyelenggarakan kegiatan kokurikuler yang dirancang untuk mendukung proses pembelajaran peserta didik melalui pendekatan kreatif dan edukatif. Salah satu kegiatan yang dilaksanakan adalah berkreasi menggunakan tanah liat, yang diikuti oleh siswa kelas IV sebagai bagian dari pembelajaran kokurikuler sekolah.
Kegiatan ini dilaksanakan selama beberapa pekan dan dirancang secara bertahap. Pada tahap awal, siswa diperkenalkan dengan alat dan bahan yang digunakan dalam kegiatan berkreasi menggunakan tanah liat.
Guru pendamping memberikan penjelasan mengenai karakteristik tanah liat, cara mengolahnya agar mudah dibentuk, serta teknik dasar yang dapat digunakan dalam proses pembuatan karya. Selain itu, siswa juga dikenalkan dengan permainan dan aktivitas tradisional yang dahulu banyak dilakukan oleh anak-anak, sebagai bagian dari pengenalan kearifan lokal.
Menurut Wahdaniftakhillaili, S.Pd., salah satu guru kelas IV, kegiatan kokurikuler ini bertujuan untuk mengenalkan sekaligus melestarikan permainan tradisional kepada peserta didik sejak usia dini.
“Kami ingin anak-anak tidak hanya mengenal permainan modern, tetapi juga memahami dan merasakan keseruan permainan zaman dulu melalui media tanah liat. Dengan cara ini, nilai budaya dapat dikenalkan secara menyenangkan,” jelasnya.
Memasuki pekan berikutnya, siswa mulai mengembangkan kreativitas dengan membentuk berbagai objek sesuai dengan imajinasi masing-masing. Proses pembuatan karya dilakukan secara mandiri dengan pendampingan guru.
Siswa diberikan kebebasan untuk menuangkan ide kreatifnya, mulai dari bentuk mainan sederhana hingga karya yang merupakan hasil eksplorasi pribadi. Selama kegiatan berlangsung, suasana kelas tampak aktif dengan interaksi antarsiswa yang saling berdiskusi dan berbagi ide.
Salah satu peserta kegiatan, Adeva Khanza A., siswi kelas IV Piano, mengungkapkan kegembiraannya mengikuti kegiatan tersebut.
“Seru sekali, seperti bermain clay, he he he,” ujarnya. Ungkapan tersebut mencerminkan antusiasme siswa dalam mengikuti kegiatan pembelajaran yang dikemas secara menyenangkan.
Pada pekan terakhir, kegiatan ditutup dengan tahap penyelesaian karya melalui proses pewarnaan. Siswa diberi kesempatan untuk memadukan warna sesuai dengan konsep yang telah dibuat sebelumnya.
Tahap ini melatih ketelitian, kesabaran, serta kemampuan siswa dalam menyelesaikan karya hingga tuntas. Hasil karya kemudian dipamerkan di kelas sebagai bentuk apresiasi terhadap proses dan hasil belajar siswa.
Melalui kegiatan kokurikuler berkreasi menggunakan tanah liat yang berlangsung selama beberapa pekan ini, Sekolah Kreatif SD Muhammadiyah 2 Tulangan terus berupaya menghadirkan pembelajaran yang mengintegrasikan kreativitas, pengenalan budaya, serta pengalaman belajar yang kontekstual.
Kegiatan ini menjadi salah satu upaya sekolah dalam mendukung perkembangan keterampilan motorik, imajinasi, dan karakter peserta didik secara seimbang. (*)





0 Tanggapan
Empty Comments