
PWMU.CO – Majelis Kader dan Olahraga Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) Krembangan Surabaya menggelar Kajian Ramadan untuk Guru dan karyawan Amal Usaha Muhammadiyah (AUM) Pendidikan PCM Krembangan pada Sabtu (8/3/2025).
Acara yang digelar di Auditorium AR Fachruddin SD Muhammadiyah 11 Surabaya ini menghadirkan Kepala SD Muhammadiyah Nitikan Yogyakarta, H Saijan SAg MSI sebagai pemateri.
Pada awal pemaparannya, Saijan menyampaikan bahwa banyak orang berharap dapat bertemu Ramadan, tetapi tidak sempat karena telah meninggal lebih dulu.
“Kematian tidak dapat ditunda maupun ditentukan tempatnya,” ujar pria kelahiran Cilacap itu.
Selanjutnya, Fasilitator Pendidikan Khusus untuk Kepala Sekolah dan Madrasah Muhammadiyah Majelis Pendidikan Dasar dan Menengah (Dikdasmen) Pimpinan Pusat Muhammadiyah itu mengajak hadirin untuk meniatkan kehadiran dalam acara ini sebagai ajang silaturahmi.
“Kemudahan akan menjadi milik kita. Luruskan niat untuk belajar, karena pengalaman dapat memberikan dampak luar biasa,” imbuhnya.
Ia juga menyampaikan bahwa menjadi guru adalah sebuah keistimewaan. Satu profesi ini dapat melahirkan banyak profesi lainnya. Ketika murid sukses di kemudian hari, tentu guru juga akan merasa bangga dan bahagia.
“Jangan pernah menyesal menjadi guru, karena profesi ini merupakan investasi yang luar biasa,” tuturnya.
Ia juga memaparkan bahwa terdapat dua golongan manusia dalam menyikapi tujuan hidup. Golongan pertama menjadikan dunia sebagai satu-satunya tujuan, sementara golongan kedua menjadikan dunia sekaligus akhirat sebagai tujuan hidup.
“Jangan jadikan dunia sebagai prioritas utama. Orang yang hanya mengejar dunia akan mendapatkan dunia semata, tetapi tidak memperoleh kebaikan di akhirat, padahal dunia ini hanya sementara. Jika guru Muhammadiyah lebih memprioritaskan dunia, tentu banyak yang akan meninggalkan AUM,” ucap alumnus S1 IAIN Sunan Kalijaga tahun 1995 tersebut.
Ia kemudian mengutip Surat at-Thalaq ayat 2 dan 3, di mana Allah berjanji bahwa siapa pun yang bertakwa kepada-Nya, niscaya akan diberikan jalan keluar dan dianugerahi rezeki dari arah yang tidak disangka-sangka.
Selanjutnya, pria yang pernah menjabat sebagai Kepala SD Muhammadiyah Sapen Yogyakarta pada 2005-2015 tersebut mengajak hadirin untuk memberikan pelayanan terbaik yang membedakan sekolah Muhammadiyah dari yang lain.
“Bersikaplah profesional, jangan hanya berorientasi pada dunia, tetapi juga pada akhirat,” tegasnya.
Selanjutnya, Saijan mengutip terjemahan Surat Al-Jumu’ah ayat 10, Al-Insyirah ayat 7, dan Ar-Ra’d ayat 11 yang menekankan pentingnya bekerja keras.
“Mencari nafkah hukumnya wajib. Jika ingin mendapatkan lebih, maka berusahalah lebih keras pula,” jelasnya.
Ia kemudian menguraikan enam tujuan bekerja dalam Islam, yaitu sebagai bentuk ibadah, membangun kemandirian, memperoleh ketenangan, serta memenuhi kebutuhan hidup, keluarga, dan sosial.
Selain itu, ia juga memaparkan enam prinsip dalam bekerja, yakni kejujuran, keikhlasan, kerja keras, kedisiplinan, kerja sama, dan keseimbangan.
Ayah dua anak itu juga menjelaskan cara membangun profesionalisme dalam bekerja serta manfaat yang dapat diperoleh darinya.
“Niatkan bekerja karena Allah. Bersyukurlah, meskipun yang didapat tidak banyak, karena rezeki tidak selalu berupa uang. Seorang guru harus berperan dan mampu mewarnai kehidupan,” ucapnya.
Mengakhiri paparannya, ia menyampaikan bahwa seorang mukmin ibarat bangunan yang saling menguatkan. Kerja sama tim dibangun dari kelebihan dan kekurangan setiap anggotanya.
“Jangan merasa paling hebat, karena setiap anggota memiliki peran yang penting, apa pun posisi yang diemban,” pungkasnya. (*)
Penulis Fikri Fachrudin Editor Ni’matul Faizah






0 Tanggapan
Empty Comments