Iklan Mudipat Landscape
Iklan Mudipat Mobile

Kejutan di Hotel Majapahit: Rombongan Muhammadiyah Bertemu Putra Bung Tomo

Iklan Landscape Smamda
Kejutan di Hotel Majapahit: Rombongan Muhammadiyah Bertemu Putra Bung Tomo
Pertemuan rombongan Muhammadiyah Historical Walk bersama Bambang Sulistomo, putra sulung Bung Tomo, di Hotel Majapahit. Foto: Agus Budiman/PWMU.CO
pwmu.co -

Ada kejutan di Hotel Majapahit Surabaya. Rombongan Muhammadiyah Historical Walk (MHW) bertemu Bambang Sulistomo, putra sulung Sutomo alias Bung Tomo, pahlawan nasional.

Sore itu, Ahad (9/11/2025), suasana executive lounge Hotel Majapahit Surabaya terasa tenang selepas gerimis.

Rombongan Muhammadiyah Historical Walk (MHW) Tunjungan Edition yang dipimpin Ketua Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Jawa Timur, Prof. Dr. dr. Sukadiono, MM, tengah menunggu pemandu hotel yang akan mengantar mereka menelusuri sejarah bangunan kolonial legendaris yang dulu bernama Hotel Oranje itu.

Namun ketenangan sore itu mendadak berubah. Di ruangan yang sama, ada Bambang Sulistomo, putra sulung sang orator Revolusi 10 November, Bung Tomo. Pertemuan itu menjadi kejutan kecil.

“Assalamu’alaikum,” sapa Bambang sambil berdiri mendekati rombongan Muhammadiyah.

Sejumlah peserta terperanjat. “Oh, ini Mas Bambang, putra Bung Tomo,” ujar beberapa orang peserta.

Seketika suasana menjadi hangat. Prof. Suko, panggilan karibnya, segera mempersilakan duduk bersama, namun dengan rendah hati ia justru berkata, “Pak Bambang di tengah. Jenengan yang di tengah,” memberi isyarat hormat pada anak pejuang besar bangsa.

Kejutan di Hotel Majapahit: Rombongan Muhammadiyah Bertemu Putra Bung Tomo
Prof. Sukadiono berbincang akrab dengan Bambang Sulistomo. Foto: Agus Budiman/PWMU.CO

Jadilah para tokoh Muhammadiyah Jawa Timur duduk bersama Bambang Sulistomo, sementara peserta lain berdiri mengelilingi mereka.

Obrolan pun mengalir santai. Bambang Sulistomomo kini menjabat Ketua Yayasan Universitas 17 Agustus 1945 (UTA’45) Jakarta. Pria kelahiran Yogyakarta, 22 April 1950 itu menempuh pendidikan Sarjana dan Pascasarjana di bidang Ilmu Politik dan Pengkajian Ketahanan Nasional di Universitas Indonesia (UI).

Kedatangan dirinya di Surabaya dalam rangka memenuhi undangan Pemerintah Kota Surabaya untuk mengikuti upacara Hari Pahlawan tanggal 10 November 2025.

Di sela perbincangan, Bambang mengungkap kedekatan dirinya dengan salah satu organisasi Islam terbesar di Indonesia itu.

“Istri saya ngajar di UHAMKA (Universitas Muhammadiyah Prof. Dr. HAMKA),” ujarnya sambil tersenyum.

Spontan Prof. Suko menimpali, “Oh, itu istri Pak Bambang. Saya sangat akrab dengan rektornya.”

Istri Bambang, Dr. dr. Astrid W. Sulistomo, MPH, SpOK, dikenal sebagai dosen di Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia sekaligus pengajar di UHAMKA.

Percakapan makin menarik ketika Prof. Purnawan Basundoro, sejarawan dan Guru Besar Universitas Airlangga, mengungkapkan hubungan historis antara Bung Tomo dan Muhammadiyah.

“Dalam arsip surat kabar Al Jihad tahun 1946, Bung Tomo tercatat berkunjung ke kantor PB Muhammadiyah di Yogyakarta dan disambut langsung oleh Ki Bagus Hadikoesoemo,” tutur Purnawan.

Kunjungan itu membawa dua pesan penting. Pertama, Bung Tomo meminta agar Muhammadiyah memperkuat kiprahnya di bidang sosial. Baginya, perjuangan belum selesai jika rakyat masih tertinggal. “Tentang kesosialan hendaknya diperhebat,” begitu pesan Bung Tomo yang dikutip Harian Abadi saat itu.

Kedua, Bung Tomo menitipkan pesan khusus untuk Majelis Aisyiyah, agar perempuan Muhammadiyah berperan aktif memberi pedoman bagi perempuan Indonesia dalam perjuangan agama dan kebangsaan.

Sebagai balasan, PB Muhammadiyah menghadiahkan Bung Tomo sebuah mushaf Al-Qur’an terjemahan bahasa Indonesia, simbol ukhuwah dan spiritualitas perjuangan.

Prof. Purnawan juga mengungkapkan fakta menarik lain. Dalam sebuah foto yang diambil di Kompleks Istana Kepresidenan Yogyakarta, sekitar lima bulan setelah Pertempuran Surabaya, tampak Bung Tomo duduk santai berbincang dengan Fatmawati, istri Presiden Soekarno.

“Di samping Fatmawati tampak dua perempuan berkebaya: satu adalah Maisarah, cucu KH Ahmad Dahlan, dan satunya Aisyiyah Hilal, putri pendiri Muhammadiyah,” jelas Purnawan.

Kejutan di Hotel Majapahit: Rombongan Muhammadiyah Bertemu Putra Bung Tomo
Bambang Sulistomo bersama rombongan Muhammadiyah Historical Walk di Hotel Majapahit. Foto: Agus Budiman/PWMU.CO

Dalam foto itu juga tampak seorang perempuan lain menggendong bocah kecil, Guntur Soekarnoputra, putra Bung Karno dan Fatmawati.

Foto tersebut dimuat dalam buku Fatmawati Sukarno: Catatan Kecil Bersama Bung Karno yang diterbitkan Sinar Harapan.

Mendengar kisah itu, Bambang Sulistomo tampak takjub. “Itu arsip-arsipnya masih ada?” ujarnya antusias, seperti menemukan potongan baru dari sejarah ayahandanya.

Tak lama, pemandu hotel datang mempersilakan rombongan melanjutkan tur ke balkon legendaris, tempat pengibaran Merah Putih yang memicu pertempuran heroik Surabaya 1945. (*)

Iklan Landscape Unmuh Jember

Baca Lainnya

Iklan pmb sbda 2025 26

0 Tanggapan

Empty Comments

Search
Menu