Siswa kelas VI SD Almadany memberikan kejutan istimewa kepada wali kelas mereka dalam rangka Hari Guru Nasional 2025, Selasa (25/11/2025). Kegiatan penuh haru ini berlangsung di ruang kelas dan diwarnai suasana hangat serta penuh kebahagiaan.
Sesaat setelah penyerahan kenang-kenangan dari perwakilan Ikatan Wali Murid (Ikwam) SD Almadany bersama pengurus paguyuban 13 kelas kepada masing-masing wali kelas, Ketua Paguyuban, Nur Rahayu, S.E., mengajak wali kelas memasuki ruang kelas.
“Ustadz, monggo ke kelas, sudah ditunggu anak-anak,” ujarnya.
Sesampainya di dalam kelas, para siswa yang dipimpin ketua kelas, Dayana Batrisya Sudjatmiko, menyambut dengan ucapan serempak, “Selamat Hari Guru, Ustadz.” Suasana mendadak menjadi haru ketika terlihat para siswa telah berbaris rapi sambil membawa berbagai barang seperti jajanan, sabun cuci, hingga kue.
Satu per satu siswa maju dan memasukkan makanan, kue, maupun barang yang dibawa ke dalam kardus yang telah disiapkan. Nur Rahayu mengonfirmasi bahwa kejutan tersebut merupakan ide murni para siswa.
“Itu ide anak-anak semua. Kami baru diberi tahu semalam dan mereka tidak ingin kami ikut campur dalam surprise ini,” jelasnya.
Setelah itu, para siswa kembali ke tempat duduk masing-masing untuk menulis ucapan di kertas origami yang ditujukan kepada gurunya. Beberapa siswa bahkan menghias dan mewarnai kartu tersebut agar tampak lebih menarik.
Salah satu ucapan ditulis oleh Aisyah Kamila Putri Ahsan:
Selamat Hari Guru!
Terima kasih ustadz sudah mengajariku sampai paham. Maafkan aku yang sering menjengkelkan dan tidak mendengarkan perintah ustadz.
Walaupun ustadz sering menjahiliku, ustadz tetap bisa menghiburku. Aku sangat suka mendengarkan cerita ustadz tentang masa kecil ustadz.Pantun:
Ke pasar ketemu Tata,
Pulangnya melihat pemandangan yang indah.
Selamat Hari Guru ustadzku tercinta,
Maafkan aku yang banyak salah.
Ucapan lain datang dari Abraham Yazdan Zaini yang juga menyampaikan doa dan pantunnya dengan gaya khas anak-anak yang polos dan menghibur.
“Ustadz Fendi semoga sehat selalu, panjang umur, selamat dunia dan akhirat,” tulisnya, disertai pantun sederhana yang membuat suasana semakin ceria.
Kartu-kartu ucapan tersebut kemudian disusun oleh Farel Khalif Atharizzi membentuk simbol cinta (love) dan ditempel di dinding kelas sebagai hiasan sekaligus kenang-kenangan.
Kejutan sederhana namun penuh makna ini menjadi bukti ketulusan dan rasa cinta siswa kepada guru mereka. Momentum Hari Guru Nasional di SD Almadany pun terasa lebih istimewa, menguatkan hubungan emosional antara pendidik dan peserta didik. (*)






0 Tanggapan
Empty Comments