
PWMU.CO – Kelas 5 (lima) Madrasah Ibtidaiyah (MI) Muhammadiyah 08 Kandangsemangkon, Paciran, Lamongan, menyelenggarakan karyawisata ke Taman Safari Prigen pada Senin (16/6/2025).
Karyawisata ini untuk kelas 5 adalah program tahun ajaran 2024-2025. Di mana sebelumnya program karyawisata adalah diperuntukkan untuk kelas terakhir (kelas 6). Jumlah siswa kelas 5 tahun ajaran 2024-2025 adalah 22 siswa dan semua mengikuti karyawisata.
Karyawisata langsung dipimpin oleh Kepala Madrasah, Afnan Nafi’ SPd, didampingi oleh Wakil Kepala Urusan Kesiswaan M Latiful Khobir SSi, Wakil Kepala Urusan Kurikulum Hamdan SAg, Wali Kelas 5 Helmi Nasution ST, dan beberapa guru yang telah ikut di kegiatan tersebut.
Menurut Wakil Kepala Urusan Kesiswaan, M Lathiful Khobir SSi. Maksud dan tujuan dari kegiatan karyawisata ini bukan sekadar jalan-jalan, ini menjadi metode pembelajaran aktif yang membawa siswa keluar dari ruang kelas untuk belajar langsung dari lingkungan sekitar.
Maksud karyawisata ini di antaranya:
• Memberikan pengalaman belajar nyata melalui pengamatan langsung.
• Menghubungkan materi pelajaran dengan dunia nyata agar lebih mudah dipahami.
• Menumbuhkan rasa ingin tahu dan semangat belajar siswa.
Adapun tujuan karyawisata MI Muhammadiyah 08 Kandangsemangkon:
- Memperluas wawasan siswa tentang lingkungan sosial, budaya, atau alam.
- Meningkatkan keterampilan sosial, seperti kerja sama, komunikasi, dan empati.
- Menumbuhkan rasa cinta tanah air melalui pengenalan terhadap kekayaan lokal.
- Meningkatkan motivasi belajar dengan suasana yang menyenangkan dan interaktif.
- Mengembangkan kreativitas dan daya pikir kritis melalui pengamatan dan diskusi langsung.
Wali Kelas 5 MI Muhammadiyah 08 Kandangsemangkon, Helmi Nasution ST. Menyampaikan program ini adalah program tahunan untuk kelas 5 dan dilaksanakan setelah kegiatan Penilaian Sumatif Akhir Tahun (PSAT) Tahun Ajaran 2024-2025.
Manfaat jangka panjang dari karya wisata bagi siswa jauh melampaui sekadar pengalaman sesaat ia bisa membentuk karakter, wawasan, dan cara berpikir mereka di masa depan. Berikut beberapa dampak positif yang bisa bertahan lama:
- Penguatan konsep belajar kontekstual
Siswa belajar menghubungkan teori dengan realitas. Ini membantu mereka memahami pelajaran secara lebih mendalam dan aplikatif, bukan sekadar hafalan. - Peningkatan keterampilan sosial dan emosional
Melalui interaksi selama perjalanan, siswa belajar kerja sama, toleransi, empati, dan komunikasi yang efektif, keterampilan penting dalam kehidupan bermasyarakat. - Penumbuhan rasa ingin tahu dan semangat eksplorasi
Karya wisata bisa memicu minat jangka panjang terhadap bidang tertentu, seperti sejarah, lingkungan, atau teknologi, yang mungkin memengaruhi pilihan studi atau karier mereka kelak. - Pembentukan karakter dan nilai-nilai kebangsaan
Kunjungan ke tempat bersejarah atau budaya lokal menanamkan rasa cinta tanah air, tanggung jawab sosial, dan penghargaan terhadap warisan bangsa. - Penguatan memori dan pengalaman belajar yang bermakna
Pengalaman langsung lebih mudah diingat dan membekas dalam ingatan siswa, menjadikannya referensi belajar yang kuat di masa depan
Lebih lanjut Helmi menyampaikan rasa syukur kepada Allah SWT, kegiatan tersebut berjalan lancar dan selalu dalam lindungan-Nya.(*)
Penulis M Mahmud Editor Zahrah Khairani Karim






0 Tanggapan
Empty Comments