Kemah Santri Muhammadiyah Jawa Timur 2025 sukses dilaksanakan selama tiga hari, Ahad–Selasa (14–16/12/2025), di Bumi Perkemahan Hizbul Wathan (HW) Jawa Timur, Pasuruan. Kegiatan ini merupakan kolaborasi antara Lembaga Pengembangan Pesantren Muhammadiyah (LP2M) PWM Jawa Timur dan Kwartir Wilayah Hizbul Wathan Jawa Timur.
Kegiatan tersebut resmi ditutup pada Selasa (16/12/2025) siang. Dalam sambutannya, Ketua Kwarwil HW Jawa Timur, Fathurrahim Syuhadi, menyampaikan rasa syukur atas terselenggaranya kemah santri perdana ini dengan lancar dan penuh kesan mendalam.
“Alhamdulillah, kemah santri Muhammadiyah Jawa Timur telah dilaksanakan selama tiga hari. Meski hanya tiga hari, kesan dan nilainya sangat mendalam dan semua itu wajib kita syukuri,” ujarnya.
Fathurrahim juga menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada LP2M PWM Jawa Timur atas sinergi dan kolaborasi yang telah terbangun bersama Kwarwil HW Jawa Timur dalam menyukseskan kegiatan tersebut.
“Kami mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada LP2M PWM Jawa Timur yang telah menggandeng dan bersinergi dengan Kwartir Wilayah HW Jawa Timur. Sinergi ini insyaallah akan melahirkan kader santri yang berakhlak mulia,” tegasnya.
Ia turut mengapresiasi keseriusan para peserta dari berbagai pondok pesantren Muhammadiyah se-Jawa Timur yang menunjukkan kedisiplinan dan semangat tinggi selama kegiatan berlangsung. Bahkan, menurutnya, kreativitas santri tampak nyata saat pentas seni Islami yang digelar pada malam penutupan.
Lebih lanjut, Fathurrahim menyampaikan kabar menggembirakan bahwa Kemah Santri Muhammadiyah Jawa Timur 2025 ini menjadi kemah perdana dan berpeluang dikembangkan dalam skala nasional.
“Insyaallah, ini adalah kemah pertama. Jika ditakdirkan, ke depan bukan hanya santri se-Jawa Timur, tetapi santri se-Indonesia akan berkumpul dan berkegiatan di Jawa Timur,” ungkapnya optimistis.
Ia menambahkan bahwa kesuksesan kegiatan ini tidak lepas dari dukungan berbagai pihak, termasuk Lazismu Jawa Timur yang turut berkontribusi dalam penyediaan sarana dan kebutuhan peserta, mulai dari tenda hingga konsumsi.

Menutup sambutannya, Fathurrahim berpesan kepada para santri agar mengambil nilai-nilai positif dari kegiatan perkemahan tersebut dan menjadikannya bekal dalam kehidupan sehari-hari.
“Ambillah nilai yang baik, yang kurang baik cukup disimpan sebagai pelajaran. Kalian telah menjadi bagian dari sejarah karena terpilih mengikuti kemah santri ini dan mengukir pengalaman berharga di tempat perkemahan ini,” pesannya.
Ia menegaskan bahwa sinergi antara santri dan Hizbul Wathan harus terus dilanjutkan karena keduanya memiliki tujuan yang sama, yakni melatih kemandirian, membentuk karakter, dan menanamkan nilai-nilai keislaman dalam diri kader Muhammadiyah. (*)






0 Tanggapan
Empty Comments