
PWMU.CO – Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Banyuwangi mengadakan monitoring dan evaluasi (Monev) berkas Tunjangan Profesi Guru (TPG) di aula SMK Muhammadiyah 1 (SMK Muhi) Genteng, Senin (21/7/2025).
Kegiatan ini merupakan agenda rutin Kemenag Banyuwangi yang dilakukan setelah para guru pendidikan agama islam melakukan pemberkasan dan menerima TPG. Hadir dalam monev ini, Kepala Seksi Pendidikan Agama Islam (Kasi Pais), Zaenal Abidin MAg yang didampingi oleh beberapa orang staf Pais Kantor Kemenag Banyuwangi.
Pukul 8.00 WIB acara dimulai. Diikuti oleh 100 lebih Guru Pendidikan Agama Islam (GPAI) yang berasal dari 4 kecamatan, yakni Genteng, Sempu, Glenmore, dan Kalibaru. Dari SMK Muhi turut hadir, Wakil Kepala Sekolah, Aan Cahyanto. Dalam sambutannya ia meminta maaf karena kepala sekolah tidak dapat menghadiri acara ini.
“Beliau sedang pergi mengikuti acara bimtek sekolah PK selama 3 hari di Jakarta. Terima kasih kepada Kemenag yang telah memberi kepercayaan pada sekolah kami sebagai tempat kegiatan ini,” ujarnya.
Ia mengucapkan selamat datang di SMK Muhi, sambil mengenalkan bahwa sekolah ini memiliki 7 Jurusan. Antara lain, Bisnis Manajemen, Akuntansi dan Pemasaran, TKJ, RPL, DKV, Pariwisata, dan Perhotelan.
Selanjutnya Kasi Pais, Zaenal Abidin membuka acara.
“Ini kali pertama dapat bertatap muka dengan bapak ibu semuanya,” ujarnya.
Pengelola Pendidikan Agama
Lebih lanjut Kasi Pais Kemenag itu membantah rumor yang beredar selama ini terkait GPAI yang berada di bawah naungan kemenag. Menurutnya tidak ada istilah GPAI memiliki dua bapak, anak tiri, ataupun anak angkat
Ia menjelaskan yang mendasari GPAI berada di bawah Kemenag adalah PP Nomor 55 tahun 2007 pasal 3 ayat 2 bahwa pengelola pendidikan agama dilaksanakan Menteri Agama.
“Kami tidak membeda-bedakan, termasuk tahun 2024 yang telah PPG dan diyudisium sebanyak 346 guru PAI se-kabupaten. Bahkan pada September 2025 ini, kami usulkan 246 guru,” jelasnya.
Zaenal Abidin menyampaikan bahwa untuk GPAI NonPNS akan menerima TPG sebesar Rp2 juta di bulan Juli ini dan akan dicairkan mulai Agustus 2025. Sehingga pencairan mulai Januari sampai Juni akan dilakukan perapelan.
“Ini tahun dan bulan berkah untuk guru pai,” ulasnya disambut tepuk tangan serentak oleh peserta monev.
Sedangkan untuk guru PNS, masih menunggu informasi dari Sekjen Pusat. Untuk kelancaran pelaksanaan monev ini, maka semua berkas dikumpulkan guna diperiksa kelengkapannya. Mulai dari Jenjang SD, SMP, SMA, dan SMK. Bertindak sebagai asesmen adalah staf Pais. Semua berkas diperiksa dan disesuaikan dengan menggunakan instrumen monev.
Pelaksanaan monev ini berlangsung dengan lancar. Di akhir acara, Kasi Pais itu menyemangati para guru PAI.
“Tetap semangat untuk guru pai, harus seperti malaikat, pakaiannya putih ibaratnya tanpa noda,” pesannya. (*)
Penulis Taufiqur Rohman Editor Amanat Solikah






0 Tanggapan
Empty Comments