Iklan Mudipat Landscape
Iklan Mudipat Mobile

Kemenangan Sejati: Berani Meninggalkan Dosa, Bukan Sekadar Pandai Menyembunyikannya

Iklan Landscape Smamda
Kemenangan Sejati: Berani Meninggalkan Dosa, Bukan Sekadar Pandai Menyembunyikannya
Ketika Khutbah Ustadz Muhlas Effendi: kemenangan sejati adalah berani meninggalkan dosa, bukan sekadar menyembunyikannya.. (Istimewa/PWMU.CO)
pwmu.co -

Salat Idul Fitri di Lapangan Wirabumi, Srono, Jumat (20/3/2026), berlangsung khidmat dan penuh haru. Di tengah gema takbir yang menggema, jamaah tidak hanya diajak merayakan kemenangan, tetapi juga diajak melakukan perenungan yang jujur tentang diri masing-masing.

Kepala SMK Muhammadiyah 5 Srono, Muhlas Effendi, dalam khutbahnya menyampaikan pesan yang tegas dan menggugah.

Ia menekankan bahwa kemenangan Idul Fitri bukanlah sekadar berhasil menahan lapar dan haus selama bulan Ramadan, melainkan keberanian untuk benar-benar meninggalkan dosa.

“Banyak di antara kita yang sebenarnya bukan meninggalkan dosa, tetapi hanya menundanya atau menyembunyikannya. Kita terlihat baik di depan manusia, tetapi lalai saat sendirian,” tegasnya.

Ia mengingatkan bahwa inti dari ibadah puasa adalah membentuk kesadaran bahwa Allah selalu mengawasi setiap perbuatan. Jika selama Ramadan seseorang mampu menahan diri saat tidak ada yang melihat, maka seharusnya kesadaran itu terus hidup setelah Ramadan berakhir.

Kegagalan Ramadan

Menurutnya, kegagalan terbesar setelah Ramadan adalah ketika seseorang kembali pada kebiasaan lama, seolah-olah ibadah hanya berlaku musiman.

“Jangan jadi hamba Ramadan. Jadilah hamba Allah. Karena Tuhan yang kita sembah hari ini sama dengan Tuhan yang kita sembah kemarin dan seterusnya,” ujarnya dengan nada penuh penekanan.

Lebih jauh, ia mengajak jamaah untuk berani mengambil langkah tegas dalam meninggalkan dosa. Tidak cukup dengan niat, tetapi harus dibuktikan dengan tindakan nyata, seperti memutus pergaulan yang buruk, meninggalkan kebiasaan yang merusak, hingga menutup semua celah yang bisa membawa pada kemaksiatan.

Iklan RSI Siti Aisyah Madiun

Ia juga mengingatkan bahaya dosa kecil yang sering dianggap sepele. Menurutnya, dosa kecil yang terus dilakukan akan menumpuk dan menghitamkan hati, hingga membuat seseorang kehilangan kepekaan terhadap kebaikan.

Di akhir khutbah, jamaah diajak untuk jujur pada diri sendiri, mengakui dosa yang selama ini mungkin tersembunyi dari pandangan manusia, namun tidak pernah luput dari pengawasan Allah.

Momentum Idul Fitri, menurutnya, adalah saat terbaik untuk benar-benar berubah.

“Kalau hari ini kita kembali suci, jangan kotori lagi. Berhentilah menyembunyikan dosa, dan mulailah meninggalkannya,” pungkasnya.

Pesan tersebut menjadi pengingat kuat bahwa kemenangan sejati bukanlah apa yang tampak di luar, tetapi perubahan nyata dalam hati dan perilaku setiap insan. (*)

Iklan Landscape Unmuh Jember

Baca Lainnya

Iklan pmb sbda 2025 26

0 Tanggapan

Empty Comments

Search
Menu
Logo Depan Satriadev
Logo Belakang Satriadev
⚡ 1 Dekade ⚡