Iklan Mudipat Landscape
Iklan Mudipat Mobile

Kemendikdasmen Akan Perluas Cakupan Penerima PIP dan Beasiswa ADEM untuk Wujudkan Pendidikan Bermutu

Iklan Landscape Smamda
Kemendikdasmen Akan Perluas Cakupan Penerima PIP dan Beasiswa ADEM untuk Wujudkan Pendidikan Bermutu
Salah satu penerima program PIP. Foto: Istimewa.
pwmu.co -

Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) terus meneguhkan komitmennya untuk menggunakan anggaran pendidikan secara berkelanjutan guna mewujudkan visi Pendidikan Bermutu untuk Semua.

Sebagai wujud upaya dari hal tersebut, di tahun 2026 Kemendikdasmen melanjutkan sejumlah kebijakan afirmatif seperti Beasiswa Afirmasi Pendidikan Dasar dan Menengah (ADEM), Program Indonesia Pintar (PIP), dan Fasilitasi Penyelenggaraan Pendidikan Afirmasi dan Pendidikan Inklusif.

“Tahun 2026 Kemendikdasmen akan memperluas cakupan PIP hingga mencakup jenjang Taman Kanak-Kanak (TK). Perluasan cakupan ini dilakukan untuk mendukung program Wajib Belajar 13 Tahun dengan sasaran lebih dari 19 juta murid guna memastikan keberlanjutan akses pendidikan bagi keluarga kurang mampu serta menekan angka putus sekolah,” ungkap Sekretaris Jenderal Kemendikdasmen, Suharti, di Jakarta, Jumat (23/1/2026).

Suharti menambahkan, pada tahun ini Beasiswa ADEM akan dialokasikan kepada 5.519 murid jenjang SMA/SMK yang berasal dari daerah khusus, Orang Asli Papua (OAP), serta anak pekerja migran Indonesia di Malaysia dan Arab Saudi.

Beasiswa ADEM merupakan upaya Kemendikdasmen untuk meningkatkan ketersediaan, keterjangkauan, kualitas, kesetaraan, dan kepastian memperoleh layanan pendidikan yang bermutu bagi masyarakat usia sekolah menengah yang terkendala oleh hambatan geografis dan ekonomi.

Lebih lanjut, untuk fasilitasi penyelenggaraan pendidikan afirmasi dan pendidikan inklusif, Kemendikdasmen akan melakukan pembinaan dan memberikan bantuan untuk Community Learning Center (CLC) di Malaysia dan pengembangan pendidikan jarak jauh dengan target 771 lembaga yang menjangkau lebih dari 21.500 murid.

“Melihat capaian di tahun 2025, Kemendikdasmen telah menyalurkan PIP kepada lebih dari 19 juta murid dan Beasiswa ADEM kepada 4.616 murid. Tentunya Kemendikdasmen akan terus berkomitmen meningkatkan kualitasnya layanan pendidikan dengan penyaluran beasiswa kepada peserta didik dan bantuan untuk lembaga pendidikan pengampu pembelajaran afirmasi dan inklusif,” tegas Suharti.

Dampak nyata penyaluran PIP turut dirasakan oleh salah satu murid SMA Negeri 1 Teluk Bintan, Kepulauan Riau, Hanif Taqi.

Ia merupakan anak pertama dari dua bersaudara yang menerima PIP sejak kelas 6 SD. Keseharian Hanif sebagai pengurus Organisasi Siswa Intra Sekolah (OSIS) yakni mengetuai Wawasan Kebangsaan dan Bela Negara.

“Dengan bantuan PIP saya sangat bersyukur dapat meringankan beban orang tua terhadap pendidikan saya. Bantuan ini juga memotivasi saya untuk lebih semangat belajar, berprestasi, dan mengejar cita-cita untuk di masa depan,” kata Hanif.

Sebagai seorang Paskibraka Kabupaten Teluk Bintan, Hanif memiliki tiga cita-cita untuk masa depannya.

Dengan semangat, ia menuturkan ingin menjadi seorang anggota polisi, ingin menjadi salah satu murid di sekolah kedinasan, atau menjadi Aparatur Sipil Negara (ASN).

“Sebagai murid penerima PIP, di masa depan nanti saya ingin mengabdikan diri untuk memajukan Indonesia. Saya juga ingin mengajak dan menginspirasi adik kelas lainnya untuk bisa mendapatkan bantuan PIP,” tutup Hanif. (*)

Iklan Landscape Unmuh Jember

Baca Lainnya

Iklan pmb sbda 2025 26

0 Tanggapan

Empty Comments

Search
Menu