Iklan Mudipat Landscape
Iklan Mudipat Mobile

Kementerian Riset dan Keilmuan BEM Unair Konsisten Hadirkan Kajian lewat #RisetKita

Iklan Landscape Smamda
Kementerian Riset dan Keilmuan BEM Unair Konsisten Hadirkan Kajian lewat #RisetKita
Unggahan RisetKita yang diunggah melalui akun resmi Instagram @bem_unair (Foto: Bem Unair/PWMU.CO)
pwmu.co -

Kementerian Riset dan Keilmuan BEM Universitas Airlangga kembali menunjukkan konsistensinya dalam menyuarakan budaya literasi dan kajian berbasis data melalui program kerja #RisetKita.

Sejak pertama dijalankan, #RisetKita membawa konsep unggahan kajian bulanan dalam bentuk foto maupun video dengan topik berbeda setiap bulan, menyesuaikan dinamika isu yang sedang berkembang di masyarakat maupun di lingkungan kampus.

Program ini secara khusus melibatkan seluruh fungsionaris Kedirjenan Riset dan Inovasi sebagai penulis utama.

“Tujuan adanya program ini agar mereka dapat berperan langsung dalam menghasilkan tulisan berbasis data serta menyajikan analisis yang relevan dan bermanfaat bagi lingkungan kampus,” ungkap Alaina Harahap, Dirjen Riset dan Inovasi.

Setiap bulan, tim riset merilis analisis ringkas namun tetap informatif, seperti isu Grup Fantasi Sedarah, Perubahan Sejarah Indonesia, Peta Integritas Risiko Penelitian, Upah Tenaga Pendidik Indonesia, Kasus Perundungan di Lingkungan Kampus, dan pada volume terakhir ini meriset mengenai Wacana Redenominasi Rupiah.

Kajian ini diunggah melalui akun resmi di Instagram @bem_unair dan @riskel_bemunair yang dikemas dalam format visual serta mudah dibaca.

Soal indikator keberhasilan, #RisetKita mempunyai viewers cukup tinggi. Tiap rilis kajian #RisetKita setidaknya mencatat lebih dari 15rb penayangan rata-rata sejak diunggah, dengan capaian tertinggi di volume 5 yang mencapai 35.4rb penayangan.

Iklan RSI Siti Aisyah Madiun

Angka penayangan ini menjadi penanda bahwa program #RisetKita tetap bisa bertumbuh ketika konsisten dirilis dan relevan dengan isu terkini.

Muhammad Fathur Rozaq dan Ocha Della Fitriani, selaku PIC dan WaPIC mengatakan bahwasannya meski sudah menjaga ritme publikasi dengan baik, program ini tentu tidak luput dari tantangan yang ada.

“Membuat kajian setiap bulan, riset data, dan penulisan yang matang, jelas bukan pekerjaan remeh di tengah padatnya tugas kuliah dan organisasi. Karena itu, #RisetKita menerapkan sistem bergilir untuk memimpin setiap volume dengan membagi 2 tim, yakni Tim A dan Tim B.” ungkap Fathur.

Lewat program kerja #RisetKita, Balqis Saila Sufa Al Zakiyah selaku Menteri Riset dan Keilmuan BEM Universitas Airlangga menegaskan bahwa kajian ilmiah dapat hadir secara konsisten dari mahasiswa dan untuk mahasiswa.

“Harapannya, fungsionaris Riset dan Keilmuan dapat terasah kemampuan menulisnya melalui program ini, sekaligus semakin terlatih membaca persoalan dan data secara kritis. Dengan begitu, kajian yang dihasilkan tidak hanya mengembangkan kemampuan internal, tetapi juga menghadirkan manfaat nyata bagi mahasiswa lain yang membutuhkan rujukan dan wawasan baru,” ujarnya.

Iklan Landscape Unmuh Jember

Baca Lainnya

Iklan pmb sbda 2025 26

0 Tanggapan

Empty Comments

Search
Menu
Logo Depan Satriadev
Logo Belakang Satriadev
⚡ 1 Dekade ⚡