Rabu (17/9/2025) dini hari pukul 03.00 kabar duka datang dari RSUD dr. R. Koesma Tuban. Inna lillahi wa inna ilaihi rojiun, telah wafat Ani Nurfaizah binti Ikhwan Hadi
Sontak kabar duka itu segera menyebar ke seluruh aktifis dan warga Persyarikatan Muhammadiyah Tuban, khususnya para insan pendidik Muhammadiyah Tuban. Karena sehari harinya Ani Nurfaizah masih sehat bugar. Senin dia masih memimpin rapat guru di MTs Muhammadiyah 1 Palang
Penghormatan kepada jenazah almarhumah menjadi sangat istimewa. Ratusan orang ikut mensalati dan mengantarkan jenazahnya ke kuburan desa setempat. Para keluarga, tetangga, warga desa dan aktifis Muhammadiyah sekabupaten Tuban turun memberikan pernghormatan terakhir.
Shalat jenazah dilaksanakan di Masjid Muhajirrin yang dipimpin Kyai Masruhin Ketua Pimpinan Daerah Muhammadiyah Tuban. Sedangkan pelepasan jenazahnya dilakukan oleh Kyai Mambaul Mushofa Wakil Ketua Pimpinan Daerah Muhammadiyah Tuban
Jejak Ani Nurfaizah
Ani Nurfaizah, SPd lahir di Pliwetan Palang Tuban 19 April 1980. Ia merupakan putri kedua pasangan Ikhwan Hadi dan Siti Aisyah. Saudara pertamanya bernama Luluk Atin Masruroh
Ia dibesarkan di lingkungan yang sangat agamis dengan pendidikan yang sangat ketat. Pendidikannya dimulai dari TK ABA dan MI Muhammadiyah di Palang. Kemudian melanjutkan ke MTs dan MA Pondok Pesantren di Kertosono. Pendidikan Tinggi dirampungkan di Universitas Ronggolawe Tuban jurusan Pendidikan Ekonomi Akuntansi
Dari pernikahannya dengan Miftahul Khoir S.Pd., M.M (alm) seorang aktifis Muhammadiyah yang berasal dari Dadapan Solokuro Lamongan dikaruniai empat anak. Mereka adalah Mohamad Mahibun Nuha Al-Miqdad, Mohammad Zidan Mubarok, Mohammad Waisul Izaaz Ilzami dan Aisyah Adreena Tsabita Syar’ie.
Sejak tahun 2002 perempuan aktifis IPM, IMM, Nasyiatul Aisyiyah ini mengajar di MTs Muhammadiyah 1 Palang Tuban.
Keaktifan dan dedikasinya kemudian mengantarkan menjadi kepala Madrasah pada periode 2023-2027

Kesaksian kolega dan aktifis
Isbah M.Pd.I kolega mengajar di MTs Muhammadiyah 1 Palang Tuban memberikan kesaksian terhadap almarhumah. Ani Nurfaizah SPd meskipun beliau seorang ibu single parent yang harus melaksanakan tugas di rumah tangganya, tapi beliau berusaha datang di madrasah sebelum jam 06.30. Hal ini karena madrasah mulai masuk jam 06.30.
“Sebelum masuk ke kelas, para guru dan kepala Madrasah harus meyambut siswa dan menyalami satu persatu,” ujar Isbah yang tinggal di Paciran ini
Sri Lestari SPd sesama aktifis perempuan di Tuban mengungkapkan kalau Ani Nurfaizah merupakan aktifis tulen di IPM (Ikatan Pelajar Muhammadiyah) sampai tingkat Pimpinan Daerah. Semasa kuliyah juga aktif IMM (Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah) sampai di tingkat Pimpinan Cabang Tuban.
“Setelah menikah dengan Miftakhul Khoir ia juga masih aktif di Nasyiatul Aisyiyah dan berlanjut ke Aisyiyah,” pungkas pengurus IGABA dan HW Tuban ini
Kehilangan Ani Nurfaizah adalah duka mendalam bagi keluarga, murid, guru, dan seluruh warga Muhammadiyah Tuban. Sosoknya yang disiplin, berdedikasi, dan berjiwa sosial menjadi teladan bagi generasi muda.
Kehidupan dan pengabdiannya mengingatkan kita akan firman Allah “Tiap-tiap umat mempunyai batas waktu; maka apabila telah datang waktunya mereka tidak dapat mengundurkannya barang sesaatpun dan tidak dapat (pula) memajukannya.” (Qs Al-A’raf: 34)
Ani Nurfaizah meninggalkan jejak pengabdian yang akan terus dikenang dan menjadi inspirasi bagi banyak orang. (*)





0 Tanggapan
Empty Comments