Kajian Fajar Timur yang diselenggarakan Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) Tanggulangin, Ahad (28/12/2025), tidak hanya menjadi ajang penguatan ruhiyah dan ideologi, tetapi juga ruang syiar ekonomi kreatif berbasis pemberdayaan masyarakat.
Salah satu yang mencuri perhatian jamaah adalah kehadiran kerajinan ecoprint binaan Pondok Pesantren Muhammadiyah An-Nur Sidoarjo yang berada dalam lingkup Pimpinan Cabang ‘Aisyiyah (PCA) Tanggulangin, khususnya Pimpinan Ranting ‘Aisyiyah (PRA) Penatarsewu.
Produk ecoprint yang ditampilkan berupa jilbab, kain, serta berbagai hasil kerajinan ramah lingkungan. Karya berbasis dedaunan alami ini menjadi bukti sinergi pesantren, ‘Aisyiyah, dan masyarakat dalam mengembangkan ekonomi berkelanjutan.
Stan ecoprint tampak ramai dikunjungi jamaah yang tertarik melihat langsung hasil karya dengan motif alami yang khas dan bernilai seni tinggi.
Ketua Majelis Ekonomi PRA Penatarsewu, Nurun Nikrul Ilmi, menyampaikan bahwa kegiatan ecoprint telah berjalan sekitar satu tahun. Program tersebut merupakan tindak lanjut dari pelatihan ecoprint yang diadakan PCA Tanggulangin.
Pembinaan dilakukan langsung oleh Kepala SMP Muhammadiyah 9 Boarding School Tanggulangin Pondok Pesantren Muhammadiyah An-Nur Sidoarjo.
“Ecoprint ini berawal dari pelatihan, kemudian berkembang menjadi kegiatan produktif ibu-ibu ‘Aisyiyah. Alhamdulillah, dalam satu tahun sudah terlihat hasilnya, baik dari sisi keterampilan maupun nilai ekonomi,” ungkap Ilmi.
Menariknya, pada Kajian Fajar Timur kali ini, seluruh 70 panitia kompak mengenakan jilbab ecoprint sebagai bentuk dukungan nyata terhadap produk binaan lokal. Jilbab tersebut diproduksi dalam waktu sekitar empat hari, namun tetap menampilkan motif alami yang indah dan berkualitas.
Penggunaan jilbab ecoprint oleh panitia menjadi simbol bahwa dakwah Muhammadiyah dan ‘Aisyiyah dapat berjalan seiring dengan pemberdayaan ekonomi umat. Produk lokal dikenakan langsung dalam kegiatan besar sebagai media promosi yang efektif dan inspiratif.
Kehadiran ecoprint binaan Pondok Pesantren Muhammadiyah An-Nur Sidoarjo juga menegaskan peran pesantren sebagai pusat pemberdayaan masyarakat, tidak hanya bagi santri, tetapi juga bagi orang tua dan ibu-ibu ‘Aisyiyah.

Melalui program ini, para ibu memperoleh ruang belajar keterampilan baru, meningkatkan kreativitas, serta membuka peluang ekonomi keluarga dengan bahan-bahan ramah lingkungan dan mudah diperoleh.
Jamaah Kajian Fajar Timur memberikan apresiasi positif terhadap inisiatif tersebut. Banyak yang berharap kerajinan ecoprint binaan An-Nur dapat terus dikembangkan dan dipasarkan lebih luas.
Sinergi pesantren, ‘Aisyiyah, dan Muhammadiyah ini menjadi contoh dakwah yang menyentuh aspek spiritual sekaligus sosial-ekonomi. Kajian Fajar Timur pun menjadi etalase karya dan kemandirian umat.
Dengan hadirnya ecoprint dalam kegiatan ini, Pondok Pesantren Muhammadiyah An-Nur Sidoarjo meneguhkan komitmennya menghadirkan Islam berkemajuan dan berkeadilan sosial.






0 Tanggapan
Empty Comments