Prestasi membanggakan kembali diraih mahasiswa Program Studi S1 Fisioterapi Universitas Muhammadiyah Sidoarjo. Tim mahasiswa berhasil meraih juara 3 dalam ajang Lomba Cerdas Cermat Physio Fest 3.0 2026 yang diselenggarakan oleh Universitas Telogorejo.
Tim yang mengusung nama Fisum Sidoarjo ini terdiri dari Arrochman Setyadi (ketua tim), Dani Rachman Darmawan, dan Adam Hamdi Abdullah.
Kompetisi yang digelar secara daring ini diikuti oleh berbagai perguruan tinggi dari seluruh Indonesia. Meski berlangsung online, persaingan tetap berlangsung ketat dan menantang.
“Kami sangat senang bisa bersaing dengan mahasiswa fisioterapi dari berbagai kampus di tingkat nasional,” ujar Arrochman.
Dalam proses persiapan, tim menghadapi tantangan tak terduga ketika salah satu anggota berhalangan hadir menjelang lomba. Hal ini memaksa tim untuk segera mencari pengganti dan beradaptasi dalam waktu singkat.
“Kami harus berdiskusi intens dengan anggota baru untuk memahami materi lomba dalam waktu singkat,” jelas Arrochman.
Materi lomba berfokus pada fisioterapi kardiovaskuler pada lansia, mencakup anatomi, fisiologi, pemeriksaan, hingga intervensi fisioterapi secara komprehensif.
Dosen pembimbing tim, Okky Zubairi Abdillah, mengungkapkan bahwa tantangan terbesar adalah manajemen waktu.
Mahasiswa harus membagi waktu antara perkuliahan, praktik laboratorium, hingga praktik klinik di rumah sakit.
“Sebagian anggota tim sedang menjalani praktik klinik, sehingga perlu manajemen waktu yang sangat baik,” ujarnya.
Menurut Okky, keberhasilan tim tidak hanya ditentukan oleh penguasaan materi, tetapi juga strategi dan kesiapan mental.
“Kombinasi pemahaman materi, strategi yang tepat, dan kesiapan mental menjadi faktor utama keberhasilan,” ungkapnya.
Sebagai pembimbing, ia juga berperan dalam membangun kekompakan tim melalui latihan rutin, komunikasi intensif, serta motivasi.
Arrochman menegaskan bahwa kepercayaan diri menjadi kunci saat lomba berlangsung.
“Kami percaya pada apa yang sudah dipelajari selama kuliah, sehingga lebih fokus dan yakin saat menjawab,” ujarnya.
Ia juga memberikan pesan inspiratif bagi mahasiswa lain.
“Bukan apa yang dipersiapkan saat lomba, tetapi apa yang sudah dipersiapkan jauh sebelum lomba,” katanya.
Prestasi ini menjadi bukti bahwa mahasiswa fisioterapi Umsida mampu bersaing di tingkat nasional serta menunjukkan kualitas pendidikan yang kompetitif.





0 Tanggapan
Empty Comments