Search
Menu
Mode Gelap

Kesaksian Anak Asuh: Abah Syukron Hidupnya untuk Panti dan Anak Asuhnya

Kesaksian Anak Asuh: Abah Syukron Hidupnya untuk Panti dan Anak Asuhnya
Peresmian Gedung Panti Asuhan Yatim Putri Muhammadiyah Cabang Lamongan Oleh Bupati. (Dokumen/PWMU.CO)
pwmu.co -

Ada suasana haru yang menyelimuti halaman Asrama Putri Reguler Panti Asuhan dan Pondok Pesantren Al Mizan Muhammadiyah Lamongan, Sabtu (16/8/2025) pagi.

Acara Napak Tilas Pendiri menjadi momen sakral dalam rangka Milad ke-40 tahun Panti Asuhan Muhammadiyah Cabang Lamongan yang kini berkembang menjadi Panti Asuhan dan Pondok Pesantren Al Mizan Muhammadiyah Lamongan.

Salah satu yang membuat hadirin terenyuh adalah kesaksian KH Suwandi, anak asuh periode kedua KH HM Syukron. Hampir 30 tahun ia tidak menginjakkan kaki di Al Mizan. Saat kembali hadir, kenangan masa kecil bersama sang pendiri panti seketika hadir kembali, membuatnya tak kuasa menahan tangis.

Hidup Disiplin dan Penuh Cinta

“Begitu masuk tadi, saya menangis. Saya masih ingat betul pesan Abah Syukron, bahwa disiplin itu penting, baik dalam perjuangan maupun kehidupan sehari-hari,” kenang KH Suwandi di hadapan para tokoh Muhammadiyah, keluarga besar, dan pengurus Al Mizan.

Ia menceritakan, meski mengelola toko, hati KH Syukron tetap terpaut pada panti. “Saya sering menemani beliau di toko hingga tahun 1999. Di dinding tokonya, ditempel foto semua anak panti. Itu bukti betapa cintanya beliau pada anak asuh. Hatinya selalu di panti, meski raganya di toko,” tuturnya.

Dari Toko ke Panti, Siang dan Malam

Kedisiplinan dan keikhlasan KH Syukron terlihat dari rutinitasnya. Pagi hari sebelum jam 7, ia sudah hadir di panti dengan skuter kesayangannya. Siang hari, setelah menutup toko, beliau kembali ke panti. Bahkan hingga malam, selepas pukul 9, KH Syukron masih menyempatkan diri hadir di tengah anak-anak asuhnya.

“Beliau selalu memberi semangat, mendengarkan cerita anak-anak, dan memastikan kebutuhan mereka terpenuhi. Saat itu jumlah anak asuh belum sampai 60 orang, tapi perhatian beliau sangat besar,” kata KH Suwandi.

Suwandi menceritakan kisah perjuangan KH HM Syukron. (Alfain/PWMU.CO)

Peristiwa yang Membekas

Iklan Landscape UM SURABAYA

Ada satu kenangan yang paling membekas bagi Suwandi: saat wisuda di Manarul Bangil. Ia diminta sendiri oleh KH Syukron untuk menyerahkan surat undangan.

“Waktu itu saya bertanya, kenapa undangan diberikan ke saya, tidak ke kantor. Beliau hanya tersenyum dan berkata agar saya sendiri yang hadir. Itu adalah wisuda terakhir bersama beliau. Dari situ saya melihat betapa tulus perjuangan Abah, yang tidak mengharapkan apapun kecuali keberhasilan anak-anaknya,” ujarnya dengan suara bergetar.

Amal Jariyah yang Tak Terputus

Bagi Suwandi, KH Syukron adalah sosok yang ikhlas, penuh pengorbanan, dan tulus mencintai anak-anak asuhnya.

“Beliau membangun panti ini dengan cinta. Kini, setelah 40 tahun, Al Mizan berkembang dengan empat kampus yang berdiri. Saya yakin amal jariyah beliau terus mengalir dan mengantarkan beliau ke surga,” ungkapnya.

Sebagai anak asuh, KH Suwandi menyampaikan rasa syukur dan terima kasih mendalam. “Walaupun generasi hari ini banyak yang tidak mengenal beliau secara langsung, keikhlasan kita untuk meneruskan perjuangan ini adalah bentuk rasa syukur kepada Abah Syukron.”

“Semoga Al Mizan selalu melahirkan anak-anak yang berakhlak mulia, berguna bagi bangsa dan negara,” pungkasnya.

Iklan pmb sbda 2025 26

0 Tanggapan

Empty Comments