Banyak cara untuk membuat branding positif bagi sekolah. Setiap kegiatan, prestasi, program unggulan, hingga aktivitas keseharian siswa dapat menjadi konten. Tentunya untuk memperkuat posisi sekolah di tengah persaingan lembaga pendidikan.
Demikian disampaikan pengajar Universitas Muhammadiyah Malang, DR Nuruddin, dalam Training Brand Sekolah/Madrasah Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Bojonegoro, (12/2). “Publikasi yang konsisten dan terkonsep akan membentuk persepsi masyarakat terhadap kualitas sekolah,” jelasnya.
Dalam kegiatan yang diselenggarakan Majelis Dikdasmen dan PNF PDM Bojonegoro ini, Nuruddin menambahkan, banyak hal yang bisa dibuat sebagai konten publikasi. “Setiap kegiatan, prestasi, program unggulan, hingga aktivitas keseharian siswa dapat menjadi konten positif yang memperkuat posisi sekolah di tengah persaingan lembaga pendidikan.”
Adapun pemateri kedua adalah M. Himawan Susanto Msi. Katanya, adalah penting sinergi antara lembaga pendidikan dasar dan perguruan tinggi Muhammadiyah dalam membangun ekosistem branding yang kuat. Tim Marketing UMM ini fokus menyampaikan aplikasi User Generated Content (UGC) untuk publikasi sekolah Muhammadiyah.
“Melalui strategi UGC, sekolah dapat melibatkan seluruh warga madrasah dalam membangun citra positif secara bersama-sama. Khususnya melalui media sosial,” jelas Himawan. Sebab, tambahnya, konten yang dibuat oleh siswa, guru, maupun wali murid memiliki daya tarik dan kepercayaan yang tinggi.
Sebelumnya, dalam seremonial pembukaan, Ketua PDM Bojonegoro, Suwito MSi, menyebutkan pentingnya penguatan branding sekolah Muhammadiyah di era digital saat ini. “Lembaga pendidikan Muhammadiyah harus mampu menunjukkan keunggulan dan ciri khasnya kepada masyarakat melalui strategi publikasi yang terarah, profesional, dan berkelanjutan.”
Sementara Ketua Majelis Dikdasmen dan PNF PDM Bojonegoro, Mustajid SAg, dalam pengantarnya pentingnya peningkatan kualitas. Acara ini adalah upaya untuk meningkatkan kapasitas tim media sekolah agar lebih kreatif dan inovatif dalam membangun citra positif lembaga.
“Branding bukan sekadar promosi, tetapi merupakan upaya strategis membangun kepercayaan publik terhadap mutu pendidikan Muhammadiyah.”
Dalam kegiatan yang bertempat di Gedung Dakwah lantai 2 PDM Bojonegoro itu, hadir Ketua dan Sekretaris Majelis Dikdasmen & PNF PCM se-Kabupaten Bojonegoro. Serta Kepala sekolah dan madrasah Muhammadiyah se-Kabupaten Bojonegoro
Tidak ketinggalan, MTs Muhammadiyah 4 Sugihwaras Bojonegoro mengirimkan 2 delegasinya. Sekolah yang lebih dikenal dengan akronim MTs M4sbro ini mengirimkan Kepala MTsM Abdul Muis SPd, serta Tim Media Erik Prasetya SPd.
“Diharapkan, hasil pelatihan ini dapat diimplementasikan dalam pengelolaan media sosial dan publikasi sekolah. Sehingga MTsM 4 Sugihwaras makin dikenal luas sebagai madrasah unggul, berkemajuan, dan berkarakter Islami,” jelas Abdul Muis.






0 Tanggapan
Empty Comments