Prestasi membanggakan kembali diraih oleh siswa SMA Muhammadiyah 8 Gresik (Smamdela).
Dalam ajang Festival Anak Sholeh Muhammadiyah (Fashmu) ke-2 Tahun 2025 yang diselenggarakan oleh Majelis Tabligh Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Jawa Timur di Universitas Muhammadiyah Surabaya (UMS) pada Sabtu (4/10/2025), Abi Abdillah berhasil meraih Juara 3 pada cabang lomba Musabaqah Hifdzil Qur’an (MHQ).
Ajang Fashmu ke-2 ini diikuti oleh ratusan pelajar Muhammadiyah dari berbagai daerah di Indonesia yang datang untuk menampilkan potensi terbaiknya di beragam cabang lomba.
Dari Kabupaten Gresik sendiri, terdapat 30 peserta yang tergabung dalam satu kontingen, masing-masing mewakili cabang lomba yang berbeda.
Abi Abdillah menceritakan bahwa proses latihan dijalani dengan penuh kesungguhan dan disiplin. Latihan yang dilakukan tidak hanya berfokus pada hafalan, tetapi juga mencakup kegiatan murajaah secara rutin agar bacaan dan tajwid tetap terjaga dengan baik.
“Biasanya saya juga murajaah di rumah, orang tua juga ikut membantu menyimak. Jadi, selain latihan di sekolah, saya juga tetap menjaga kebiasaan murajaah di rumah,” ujarnya.
Baginya, menjaga hafalan bukanlah hal mudah. Tantangan terbesar justru datang dari dalam diri sendiri.
“Yang paling sulit adalah melawan rasa malas dan rasa iri saat melihat teman lain lebih cepat dalam murajaah. Tapi dari situ, saya belajar untuk mengubah rasa iri itu menjadi motivasi agar bisa lebih semangat lagi,” sambungnya.
Ia juga menceritakan bahwa perjalanan menuju perlombaan dimulai sejak pagi buta.
“Saya berangkat ba’da Subuh ke sekolah, lalu berangkat bersama Pak Lukman Arif, S.Pd.I., selaku Wakil Kepala Bidang Ismuba Smamdela,” tuturnya.
Dari sekolah, lanjutnya, rombongan peserta melanjutkan perjalanan menuju Gedung Dakwah Muhammadiyah (GDM) untuk bergabung dengan seluruh kontingen Fashmu dari Kabupaten Gresik.
Abi Abdillah juga mengatakan bahwa pemberangkatan ke Universitas Muhammadiyah Surabaya dilakukan sekitar pukul 05.40 WIB. Seluruh rombongan berangkat dengan penuh semangat untuk mengikuti rangkaian kegiatan yang telah disiapkan oleh panitia.
“Alhamdulillah, saya tidak menyangka bisa sampai di titik ini. Saat diumumkan juara 3, rasanya campur aduk antara syukur, lega, dan haru,” ungkapnya sambil tersenyum.
Setelah mengikuti seluruh rangkaian lomba, rombongan kontingen Gresik kembali ke Gresik pada malam hari sekitar pukul 19.30 WIB, membawa pulang cerita, pengalaman, dan semangat baru dari arena perlombaan
Bukan Sekadar Juara
Bagi Abi Abdillah, kemenangan bukan semata soal membawa pulang piala. Lebih dari itu, ia memaknainya sebagai bentuk tanggung jawab untuk terus menjaga hafalan dan mempererat kedekatan dengan Al-Qur’an.
“Alhamdulillah, saya senang bisa berkontribusi di Fashmu ke-2 ini. InsyaAllah, ke depan saya akan lebih semangat mengikuti kejuaraan dan terus belajar agar lebih baik dari sebelumnya,” katanya.
Ia juga mengaku bahwa ajang seperti ini memberikan ruang bagi pelajar Muhammadiyah untuk mengasah potensi sekaligus meneguhkan nilai-nilai spiritual.
“Kegiatan seperti ini bukan hanya tentang lomba, tapi juga tentang ukhuwah, tentang bagaimana kita bisa bertemu dengan teman-teman sesama penghafal Qur’an dari berbagai daerah,” tegasnya.
Sementara itu, Lukman Arif yang turut mendampingi kontingen menyampaikan rasa syukurnya atas capaian tersebut.
“Alhamdulillah, siswa-siswa kami kembali menunjukkan bahwa semangat dan kedekatan dengan Al-Qur’an dapat membawa keberkahan. Juara bukanlah tujuan utama, tetapi istiqamah dalam murajaah itulah yang selalu kami tanamkan,” ucapnya.
Ia juga menambahkan bahwa pihak sekolah terus berupaya memberikan wadah bagi siswa yang memiliki bakat di bidang keislaman.
“Kami ingin setiap siswa Smamdela merasa memiliki ruang untuk berprestasi sesuai dengan potensinya. Ada yang unggul di bidang akademik, ada yang menonjol di seni, dan ada pula yang berprestasi dalam bidang Al-Qur’an seperti ini,” imbuhnya.
Bagi Lukman Arif, Prestasi ini menjadi inspirasi bagi pelajar Muhammadiyah lainnya untuk terus menjaga semangat belajar dan tidak berhenti dalam berproses. Dalam suasana kompetisi yang sehat, setiap peserta diajak menumbuhkan nilai fastabiqul khairat.
“Dari sekolah ke panggung provinsi, ini bukanlah perjalanan yang singkat, tapi dengan niat dan semangat yang tulus, InsyaAllah Allah akan memberikan hasil yang terbaik,” pungkasnya. (*)






0 Tanggapan
Empty Comments