Iklan Mudipat Landscape
Iklan Mudipat Mobile

Ketidaksadaran dalam Ketidaktahuan: Lintas Batas Pilar Pengetahuan

Iklan Landscape Smamda
Ketidaksadaran dalam Ketidaktahuan: Lintas Batas Pilar Pengetahuan
pwmu.co -
Mochamad Rafiansyah Hartono. (Istimewa/PWMU.CO)
Mochamad Rafiansyah Hartono. (Istimewa/PWMU.CO)

Oleh Mochamad Rafiansyah Hartono

PWMU.CO – Dalam labirin pikiran manusia, pengetahuan adalah kompas, namun seringkali kita tersesat bukan karena kekurangan arah, melainkan karena kebingungan akan posisi kita sendiri. Socrates pernah berujar tentang kebijaksanaan sejati yang terletak pada pengakuan akan ketidaktahuan. Namun, realitasnya jauh lebih kompleks dari sekadar itu. Kita sering berhadapan dengan empat kuadran pemahaman diri yang berbeda, masing-masing dengan implikasinya sendiri terhadap cara kita belajar, bertindak, dan berinteraksi.

Dia tahu bahwa dirinya tahu. Ini adalah posisi yang ideal, di mana seseorang memiliki pemahaman yang solid dan kesadaran penuh akan pengetahuannya. Orang dalam kategori ini mampu mengartikulasikan apa yang mereka ketahui dengan jelas, menggunakan pengetahuan tersebut secara efektif, dan membangun fondasi yang kuat untuk pembelajaran lebih lanjut.

Mereka adalah individu yang kompeten dan percaya diri, bukan karena kesombongan, melainkan karena validasi diri dan pengalaman. Mereka adalah para ahli yang tidak hanya menguasai bidangnya, tetapi juga sadar akan tingkat penguasaan ilmu mereka.

Dia tahu bahwa dirinya tidak tahu. Ini adalah awal dari kebijaksanaan sejati. Seseorang yang menyadari batas pengetahuannya akan cenderung lebih rendah hati, lebih terbuka untuk belajar, dan lebih cermat dalam membuat keputusan.

Mereka tidak malu untuk bertanya, mencari informasi, atau mengakui ketika mereka tidak memiliki jawaban. Justru dari kesadaran akan ketidaktahuan inilah lahir rasa ingin tahu yang mendalam dan dorongan untuk terus mengembangkan diri. Ini adalah posisi yang memungkinkan pertumbuhan dan inovasi. Mereka tahu ada celah, dan mereka aktif berupaya mengisinya.

Kompetensi Tidak Sadar

Dia tidak tahu bahwa dirinya tahu. Ini adalah fenomena yang menarik, sering kali disebut sebagai “kompetensi tidak sadar”. Seseorang mungkin memiliki keterampilan atau pengetahuan yang signifikan, namun tidak menyadari sepenuhnya. Ini bisa terjadi karena mereka telah menginternalisasi pengetahuan tersebut sedemikian rupa sehingga menjadi intuitif, atau karena mereka meremehkan kemampuan mereka sendiri.

Iklan Landscape UM SURABAYA

Tantangannya adalah membantu individu ini menyadari potensi tersembunyi mereka, sehingga mereka dapat memanfaatkan sepenuhnya apa yang sudah mereka miliki. Seringkali, dibutuhkan masukan dari luar atau refleksi mendalam untuk membuka mata mereka terhadap harta karun pengetahuan yang mereka simpan.

Dia tidak tahu bahwa dirinya tidak tahu. Ini adalah kuadran yang paling berbahaya. Seseorang dalam posisi ini tidak hanya kurang pengetahuan, tetapi juga tidak menyadari kekurangannya. Mereka mungkin membuat keputusan yang buruk dengan keyakinan yang salah, menolak informasi baru, atau bahkan bersikap arogan dalam ketidaktahuan mereka. Ini adalah akar dari banyak kesalahpahaman, kesalahan, dan konflik.

Membangun kesadaran pada individu ini adalah tugas yang sulit, karena seringkali mereka tidak melihat perlunya untuk belajar atau berubah. Di sinilah intervensi yang bijaksana, edukasi yang sabar, dan kadang-kadang, konsekuensi alami dari tindakan mereka, dapat menjadi katalisator bagi pencerahan.

Memahami keempat realitas kondisi ini, baik pada diri sendiri maupun pada orang lain, adalah kunci untuk navigasi yang lebih efektif dalam kehidupan. Dengan mengenali di mana kita berada dalam spektrum pengetahuan dan kesadaran diri, kita dapat mengambil langkah-langkah yang tepat untuk tumbuh, belajar, dan berinteraksi dengan dunia di sekitar kita secara lebih bijaksana. Pengetahuan sejati bukanlah tentang seberapa banyak yang kita ketahui, melainkan tentang seberapa baik kita memahami hubungan kita dengan pengetahuan itu sendiri. (*)

Editor Amanat Solikah

Iklan Landscape Unmuh Jember

Baca Lainnya

Iklan pmb sbda 2025 26

0 Tanggapan

Empty Comments

Search
Menu