Iklan Mudipat Landscape
Iklan Mudipat Mobile

Ketika MBS Smamsatu Ajak Santri Merasakan Jadi si Buta

Iklan Landscape Smamda
Ketika MBS Smamsatu Ajak Santri Merasakan Jadi si Buta
pwmu.co -
Santriwati MBS Smamsatu berperan sebagai penyandang disabilitas netra (Istimewa/PWMU.CO)

Ketika MBS Smamsatu Ajak Santri Merasakan Jadi si Buta, liputan Kontributor PWMU.CO Estu Rahayu.

PWMU.CO – Puluhan santri putri Muhammadiyah Boarding School (MBS) berkumpul di Aula Utama Ponpes Madinatul Ilmi SMA Muhammadiyah 1 (Smamsatu) Gresik, Rabu (1/12/2021). 

Mereka duduk melingkar. Yang mendapat penutup mata diminta berdiri ke tengah memperagakan disabilitas netra (buta, tidak bisa melihat). Layaknya seperti yang dirasakan si kembar penyandang disabilitas netra, Wanda Nur Nabilah dan Windi Nur Fadillah.

Ketika diminta berdiri, mereka menggerakkan tubuhnya perlahan. Takut jatuh. Ketika terdengar aba-aba berjalan, merka hanya melangkah satu dua langkah. Sang pemberi aba-aba memerintahkan berjalan lagi, merka terlihat hati-hati, takut menabrak sesuatu. Ketika diperintah tabrak saja, mereka malah berhenti.

Bermain peran merupakan salah satu materi yang disampaikan Kepala UPT Resource Centre Dinas Pendidikan Kabupaten Gresik Innik Hikmatin SPd MPdI. Siswa diajak untuk bermain peran sebagai seorang disabilitas netra. Innik meminta memerankan disabilitas netra mencari jalan ke tempat tujuan. 

”Mereka justru berhenti karena takut menabrak sesuatu,” ujarnya.

Disiapkan Surga

Innik menyampaikan siswa dengan kekhususan tersebut merupakan anak yang telah dijanjikan Allah surga. “Para Peserta Didik Berkebutuhan Khusus (PDBK) yang telah diambil Allah kenikmatannya telah disiapkan Allah surga. Maka kalau Kalian ingin masuk surga bersamailah para anak-anak surga tersebut,” jelas Innik.

Iklan Landscape UM SURABAYA

Selain itu, lanjutnya, setiap siswa PDBK memerlukan sapaan meskipun itu hanya sederhana. Hal itu diperlukan agar PDBK merasa diterima dan nyaman berada di lingkungan dimana dia tinggal bersama teman-temannya. “ Terutama teman yang tinggal dalam satu kamar,” ujarnya.

Rosyidah Nadia, siswa kelas XI IPS 1—teman satu kamar si kembar Wanda Nur Nabilah dan Windi Nur Fadillah—mengungkapkan perasaannya. Dia mengatakan:  “Saya sebagai teman satu kamar Wanda dan Windi dengan disabilitas netra merasa senang dan nyaman bersama mereka. Ketika saya merasa lelah atau mengeluh dengan segala kegiatan yang ada, saya melihat ke Wanda dan Windi bahwa mereka saja selalu semangat, kenapa kita tidak bisa seperti itu.”

Baca sambungan di halaman 2: Layanan Bimbingan Konseling Smamsatu

Iklan Landscape Unmuh Jember

Baca Lainnya

Iklan pmb sbda 2025 26

0 Tanggapan

Empty Comments

Search
Menu