
PWMU.CO– Suasana penuh kehangatan dan kekeluargaan begitu terasa saat keluarga besar MTs Muhammadiyah 15 Al Mizan Lamongan menggelar acara Halal Bihalal pada Kamis (10/4/2025) di Tretes Café, Mantup, Lamongan.
Acara ini menjadi lebih dari sekadar tradisi pasca-Idulfitri—ia menjelma menjadi ruang penyegar semangat, penyejuk hati, dan penguat tali silaturahmi di antara para pendidik dan tenaga kependidikan.
Dihadiri oleh keluarga besar MTs Muhammadiyah 15 Al Mizan Lamongan, kegiatan ini menjadi momentum berharga setelah sekian lama tidak berkumpul secara lengkap dalam suasana santai dan akrab.
Dalam tausiah yang disampaikan oleh Guru Madrasah, Anggun Imanto MPd terselip pesan yang menggugah hati. Ia mengingatkan bahwa keberkahan sebuah tempat akan hadir saat di dalamnya dibacakan ayat-ayat Allah.
Maka berkumpulnya para guru dan staf dalam semangat ukhuwah di Tretes Café bukan hanya menjadi ajang silaturahmi, tetapi juga sebagai bentuk ibadah kolektif yang mendatangkan rahmat.
“InsyaAllah hadirnya kita di tempat ini membawa keberkahan. Karena tempat yang digunakan untuk menyebut nama Allah dan berbagi kebaikan akan menjadi saksi atas amal-amal baik kita,” ujar Anggun dengan nada lembut namun penuh makna.
Dalam tausiahnya, ia juga menekankan pentingnya memelihara semangat saling membahagiakan, sebagaimana sabda Nabi Muhammad Saw bahwa sebaik-baik manusia adalah yang mampu menebar kebahagiaan bagi sesama.
“Mari kita niatkan kehadiran kita di sini sebagai bentuk rasa cinta kepada kepala madrasah dan keluarga besar kita, agar tidak ada prasangka, hanya doa dan dukungan,” tambahnya.

Menariknya, dalam kesempatan tersebut juga dibagikan bingkisan untuk seluruh peserta, sebagai simbol bahwa kebahagiaan tak hanya lahir dari kata-kata, tetapi juga dari tindakan nyata. Suasana pun semakin cair, penuh tawa, canda, dan kehangatan yang menyejukkan hati.
Tak lupa, Ustadz Anggun mengajak para peserta untuk merenungi makna sejati dari halal bihalal. Ia mengutip hadis Nabi Muhammad Saw, bahwa pintu-pintu surga dibuka pada hari Senin dan Kamis—sebagaimana hari diadakannya acara ini—dan Allah akan mengampuni dosa para hamba-Nya, kecuali mereka yang masih menyimpan dendam.
Maka, halal bihalal menjadi sarana untuk membersihkan hati dari luka-luka lama dan memperbaharui ukhuwah yang mungkin sempat pudar.
“Halal bihalal bukan sekadar minta maaf, tapi saling memaafkan. Ini lebih dalam dari sekadar kata. Ini adalah upaya tulus memperbaiki hubungan antar sesama manusia, yang tidak bisa diampuni hanya dengan amal ibadah kepada Allah,” tegasnya.
Acara berlangsung hangat hingga menjelang sore. Canda tawa, sapaan hangat, dan jabat tangan yang tulus menjadi penutup manis dari rangkaian kegiatan tersebut.
Tak hanya pulang dengan perut kenyang dan hati tenang, para peserta juga membawa pulang semangat baru untuk kembali menjalankan amanah pendidikan dengan penuh dedikasi.
Kegiatan ini menjadi bukti bahwa MTs Muhammadiyah 15 Al Mizan tidak hanya membina siswa, tetapi juga menjaga kebersamaan di antara para pendidik dan tenaga kependidikannya.
Sebuah madrasah bukan hanya tempat belajar, tetapi juga rumah kedua, tempat para insan pendidikan tumbuh bersama dalam semangat ukhuwah dan keberkahan. (*)
Penulis Alfain Jalaluddin Ramadlan Editor Azrohal Hasan





0 Tanggapan
Empty Comments