Iklan Mudipat Landscape
Iklan Mudipat Mobile

Ketua DPP IMM Nilai Ekonomi Syariah Relevan untuk Wujudkan Indonesia Emas 2045

Iklan Landscape Smamda
pwmu.co -
Kegiatan webinar bertajuk “Indonesia Emas 2045: Bersama Ekonomi Syariah, Solusi atau Ilusi (Sabrina Qurataakyun/PWMU.CO)

PWMU.CO – Ketua Dewan Pimpinan Pusat Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (DPP IMM) Bidang Ekonomi dan Kewirausahaan, Ahmad Bayu Nugroho SE ME, menegaskan bahwa ekonomi syariah memiliki potensi besar untuk menjadi penggerak utama dalam mewujudkan visi Indonesia Emas 2045.

Hal tersebut disampaikan dalam webinar bertajuk “Indonesia Emas 2045: Bersama Ekonomi Syariah, Solusi atau Ilusi?” yang diselenggarakan oleh Forum Silaturahim Studi Ekonomi Islam (FoSSEI) secara daring dan dihadiri oleh ratusan peserta dari berbagai komunitas studi ekonomi Islam di seluruh Indonesia pada Sabtu (10/5/2025).

Ia juga menyampaikan bahwa ekonomi syariah sangat relevan dalam mendukung Indonesia untuk menjadi negara maju pada usia 100 tahun kemerdekaannya.

“Prinsip keadilan, keberlanjutan, dan inklusivitas dalam ekonomi syariah dapat menjadi fondasi kuat untuk pembangunan jangka panjang,” ujarnya.

Meski demikian, Bayu juga menyoroti beberapa tantangan struktural, seperti bonus demografi yang berisiko menjadi beban jika kualitas sumber daya manusia rendah, ketimpangan ekonomi, serta kesenjangan teknologi dan digital yang belum merata.

Ekonomi syariah mencakup berbagai sektor, mulai dari keuangan syariah, gaya hidup halal seperti fashion, makanan halal, hingga pariwisata halal. Indonesia bahkan telah dinobatkan sebagai destinasi wisata halal terbaik versi Global Muslim Travel Index pada tahun 2023 dan 2024. Ini merupakan salah satu potensi besar untuk mengembangkan ekonomi syariah,” tuturnya.

Namun, menurutnya, pengembangan ekonomi syariah di Indonesia masih menghadapi berbagai kendala. Rendahnya literasi keuangan syariah di masyarakat, belum terintegrasinya kurikulum ekonomi Islam dalam sistem pendidikan nasional, infrastruktur yang belum merata untuk mendukung mobilitas menuju kawasan industri halal dan destinasi wisata halal, serta persepsi yang masih kuat bahwa gaya hidup halal (halal lifestyle) hanya eksklusif bagi umat Islam, menjadi sebuah tantangan tersendiri.

Ia juga menyampaikan bahwa ironisnya, meskipun Indonesia memiliki populasi Muslim terbesar di dunia, justru negara-negara seperti Brasil, China, dan Amerika Serikat yang mendominasi ekspor produk halal secara global. Hal ini terjadi karena di negara-negara tersebut, ekonomi syariah telah dipahami sebagai sistem yang etis dan universal, sementara halal lifestyle diposisikan sebagai standar kualitas yang mengutamakan kebersihan, higienitas, dan keamanan, bukan sekadar identitas keagamaan.

“Selama ekonomi syariah masih dianggap eksklusif untuk umat Islam saja, kita tidak akan mampu menjangkau pasar global. Padahal, nilai-nilai syariah bersifat universal dan dapat menjadi standar dalam gaya hidup, seperti mengutamakan kebersihan, etika, dan keadilan bagi semua,” tuturnya.

Bagi Bayu, organisasi kemasyarakatan seperti Muhammadiyah juga telah memainkan peran penting dalam pengembangan ekonomi syariah melalui amal usaha seperti rumah sakit, BMT, dan universitas yang berbasis pada nilai-nilai keadilan sosial serta manajemen syariah. Selain itu, gerakan bisnis sosial juga terus digalakkan untuk memberdayakan masyarakat secara langsung.

Bayu juga menegaskan bahwa ekonomi syariah tidak hanya bisa menjadi solusi dalam menyongsong Indonesia Emas 2045, tetapi juga bisa menjadi ilusi semata.

“Tanpa perbaikan struktural pada aspek regulasi, sumber daya manusia, dan infrastruktur, potensi besar ini akan tetap menjadi ilusi narasi kosong tanpa realisasi,” tegasnya.

Webinar ini menjadi momentum refleksi sekaligus ajakan bagi generasi muda untuk terlibat aktif dalam membangun ekosistem ekonomi syariah yang inklusif, berkelanjutan, dan berdampak nyata bagi masa depan Indonesia. (*)

Penulis Sabrina Qurataakyun Editor Ni’matul Faizah

Iklan Landscape Unmuh Jember

Baca Lainnya

Iklan pmb sbda 2025 26

0 Tanggapan

Empty Comments

Search
Menu