Semangat demokrasi terasa kuat di lingkungan Sekolah Kreatif SD Muhammadiyah 16 Surabaya pada Selasa (10/2/2026).
Seluruh siswa kelas I hingga VI mengikuti proses E-Voting untuk memilih Ketua IPM Kids. Kegiatan ini bukan sekadar agenda rutin organisasi siswa, tetapi bagian dari strategi pembelajaran kepemimpinan terintegrasi yang dirancang secara sistematis oleh sekolah.
Di sekolah ini, IPM Kids tidak hanya dipahami sebagai organisasi pelajar biasa. Ia dikembangkan menjadi Student Lighthouse Team (SLhT), sebuah model kepemimpinan siswa yang diadaptasi dari kurikulum Leader in Me.
7 Habits of Highly Effective People
Pendekatan ini berakar pada konsep 7 Habits of Highly Effective People yang dikembangkan oleh Stephen R. Covey. Lalu dikontekstualisasikan dengan nilai-nilai Islam dan visi pendidikan Muhammadiyah.
Melalui SLhT, siswa terlatih menjadi pribadi yang proaktif, memiliki tujuan, mampu bekerja sama, serta berorientasi pada solusi.
Integrasi kurikulum ini menjadikan organisasi siswa sebagai laboratorium kepemimpinan nyata. Proses pemilihan ketua melalui E-Voting menghadirkan pengalaman demokrasi yang otentik, transparan, dan akuntabel.
Sistem E-Voting menjadi pilihan sebagai bentuk adaptasi teknologi dalam pendidikan karakter. Siswa belajar bahwa demokrasi tidak hanya tentang memilih, tetapi juga tentang tanggung jawab terhadap pilihan.
Setiap suara memiliki arti, setiap keputusan memiliki konsekuensi. Pembelajaran ini bersifat kontekstual karena siswa mengalami langsung proses yang selama ini hanya mereka pelajari secara teori dalam pelajaran PPKn.
Tiga kandidat maju dalam pemilihan Ketua IPM Kids periode ini, yakni Nasyita Aqila Humaira (V Banu Musa), Azka Alfarzan Arya Krisdianto (V Ibnu Majid), dan Noura Malia (V Banu Musa).
Ketiganya telah melalui tahapan kampanye, penyampaian visi-misi, serta dialog terbuka dengan siswa. Momentum ini menjadi wahana melatih keberanian berbicara, berpikir kritis, dan menyampaikan gagasan secara santun.
Pengumuman hasil E-Voting berlangsung pada Jumat (13/2/2026) pukul 09.00 WIB, setelah rangkaian pawai taaruf menyambut bulan suci Ramadhan.
Sofwan Hidayat MPd bersama para leader siswa mengondisikan seluruh peserta pawai untuk mendengarkan hasil penghitungan suara. Suasana halaman sekolah mendadak hening saat nama pemenang akan diumumkan.
Akhirnya, Sofwan membacakan bahwa Noura Malia (V Banu Musa) terpilih sebagai Ketua IPM Kids periode 2026-2027 atau Student Lighthouse Team (SLhT) dengan kemenangan mutlak berdasarkan hasil E-Voting.
Sorak sorai dan tepuk tangan spontan menggema dari para pendukungnya. Ekspresi haru dan bangga terlihat jelas di wajah Noura.
Dukungan Kepala Sekolah
Di sisi lain, Kepala sekolah, Elly Rhodlifah SH MPd memberikan pelukan hangat sebagai bentuk dukungan moral dan apresiasi atas proses demokrasi yang telah dilalui dengan sportif.
Ucapan selamat dari teman-teman mengalir, menandai bahwa kompetisi telah usai dan saatnya bersatu dalam kolaborasi.
Lebih dari sekadar kemenangan individu, momentum ini menjadi refleksi keberhasilan sekolah dalam mengintegrasikan kurikulum kepemimpinan dengan pembelajaran kontekstual berbasis organisasi.
SLhT berfungsi sebagai penggerak budaya sekolah: menginisiasi program, menjadi teladan kedisiplinan, serta menjembatani aspirasi siswa dengan manajemen sekolah.
Pendekatan ini juga selaras dengan nilai kolektif dalam gerakan Muhammadiyah yang menekankan musyawarah, tanggung jawab sosial, dan kepemimpinan yang berlandaskan akhlak.
Dengan demikian, siswa tidak hanya belajar menjadi pemimpin yang efektif, tetapi juga pemimpin yang berintegritas.
Melalui E-Voting dan penguatan SLhT, Sekolah Kreatif Baratajaya menegaskan bahwa pendidikan demokrasi dan kepemimpinan tidak harus menunggu usia dewasa.
Justru sejak sekolah dasar, anak-anak dapat dibimbing memahami arti pilihan, komitmen, serta kerja sama dalam organisasi.






0 Tanggapan
Empty Comments