Iklan Mudipat Landscape
Iklan Mudipat Mobile

Ketua Kwartir Wilayah Hizbul Wathan Jawa Timur Sambut Hari Kepanduan Sedunia

Iklan Landscape Smamda
Ketua Kwartir Wilayah Hizbul Wathan Jawa Timur Sambut Hari Kepanduan Sedunia
Fathurrahim Syuhadi. (Istimewa/PWMU.CO)
pwmu.co -

Ketua Kwartir Wilayah Hizbul Wathan Jawa Timur, Ramanda Fathurrahim Syuhadi, menyampaikan pesan penuh makna dalam rangka memperingati Hari Kepanduan Sedunia yang jatuh setiap 22 Februari.

Peringatan ini bertepatan dengan hari kelahiran Sir Robert Stephenson Smith Baden-Powell, tokoh yang dikenal sebagai Bapak Kepanduan Dunia dan penggagas gerakan pendidikan karakter bagi generasi muda di seluruh dunia.

Dalam keterangannya, Fathurrahim Syuhadi menegaskan bahwa momentum Hari Kepanduan Sedunia bukan sekadar mengenang sejarah, melainkan memperbarui komitmen pengabdian. Semangat Kepanduan Meneguhkan Jiwa Pengabdian

“Kepanduan bukan sekadar seragam dan atribut. Ia adalah jiwa pengabdian, sekolah karakter, dan ladang pembinaan kepemimpinan. Dari sinilah lahir generasi tangguh yang siap memimpin dan siap melayani,” tegasnya.

Ia menjelaskan bahwa nilai-nilai kepanduan yang dirintis Baden-Powell telah terbukti melahirkan generasi yang mandiri, disiplin, serta memiliki semangat persaudaraan lintas bangsa. Prinsip learning by doing dan pendidikan berbasis pengalaman menjadikan kepanduan tetap relevan di tengah tantangan zaman.

Di Indonesia, semangat itu tumbuh kuat melalui peran Sri Sultan Hamengkubuwono IX yang dikenal sebagai Bapak Pramuka Indonesia.

Menurut Fathurrahim, kepemimpinan beliau menunjukkan bahwa kepanduan adalah bagian integral dari pembangunan karakter bangsa.

Sementara dalam tradisi Muhammadiyah, gerakan kepanduan hadir melalui Hizbul Wathan. Fathurrahim mengingatkan bahwa sosok Jenderal Soedirman menjadi bukti nyata keberhasilan pendidikan kepanduan.

Sebagai kader Muhammadiyah dan Bapak Pandu Hizbul Wathan, Jenderal Soedirman menampilkan integritas, keberanian, dan keteguhan iman yang ditempa sejak masa kepanduannya.

Iklan Landscape UM SURABAYA

“Jenderal Soedirman adalah contoh hidup bahwa kepanduan melahirkan pemimpin yang berkarakter, berani, dan berakhlak. Hizbul Wathan harus terus menjadi kawah candradimuka kader Muhammadiyah yang siap mengabdi untuk umat dan bangsa,” ujarnya.

Lebih lanjut, ia mengajak seluruh kader Hizbul Wathan di Jawa Timur untuk menjadikan peringatan 22 Februari sebagai momentum introspeksi dan penguatan gerakan. Di tengah era digital dan tantangan krisis moral, kepanduan dinilai semakin penting sebagai ruang pembinaan nilai, kedisiplinan, dan ketahanan mental generasi muda.

“Dunia boleh berubah, teknologi boleh berkembang, tetapi karakter tetap menjadi fondasi. Hizbul Wathan harus hadir sebagai solusi pendidikan karakter yang memadukan kecakapan, spiritualitas, dan kepemimpinan,” imbuhnya.

Ia juga menegaskan bahwa kepanduan adalah gerakan global yang membawa pesan persaudaraan dan perdamaian. Dari dunia untuk Indonesia, dan dari Indonesia untuk peradaban, semangat kepanduan harus terus menyala.

Menutup pesannya, Fathurrahim Syuhadi mengajak seluruh pandu Hizbul Wathan untuk meneguhkan janji dan semangat pengabdian.

“Mari kita jadikan Hari Kepanduan Sedunia sebagai momentum menyalakan kembali api pengabdian. Kepanduan bukan sekadar kegiatan, tetapi jalan hidup untuk membangun masa depan berkemajuan,” pungkasnya. (*)

Iklan Landscape Unmuh Jember

Baca Lainnya

Iklan pmb sbda 2025 26

0 Tanggapan

Empty Comments

Search
Menu