Ketua Lembaga Dakwah Khusus Pimpinan Daerah Muhammadiyah Kab. Malang Dr. Ajang Kusmana, M. Ag. memberikan materi Pengajian Ahad Pagi dengan tema “Orang yang dirindukan Rasulullah” pada Ahad (18/1/2026) di Masjid At -Taqwa Perguruan Muhammadiyah Giri Kebomas Gresik Jawa Timur.
Bertepatan dengan tanggal 29 Rajab 1447 Η, Dosen Al-Islam dan Kemuhammadiyahan Universitas Muhammadiyah Malang ini mengawali kajian hari ini dengan sebuah pengertian tentang rindu. Rindu adalah perasaan kuat dengan melibatkan emosi kejiwaan untuk bertemu atau keinginan mendalam terhadap seseorang karena kenangan indah yang ingin diulang.
Rosulullah Muhammad SAW, menurut Dr. Ajang Kusmana, merindukan umatnya di Telaga Al-Kautsar. Al-Kautsar adalah nama telaga (Haudh) di padang Mahsyar yang akan didatangi oleh umat Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam di padang mahsyar. Telaga ini memiliki air yang datangnya dari sungai Al-Kautsar yang berada di surga.
“Namun tidak semua umat Rosulullah akan diterima dan terusir di Yaudh, Ingatlah! Ada golongan lelaki yang dihalangi dari datang ke telagaku sebagaimana dihalaunya unta-unta sesat’. Aku memanggil mereka, ‘Kemarilah kamu semua’. Maka dikatakan ‘Sesungguhnya mereka telah merubah ajaranmu selepas kamu wafat. Maka aku bersabda: Pergilah jauh-jauh dari sini,” ujarnya.
Seperti yang disabdakan Rosulullah, mereka yang diusir dari Haudh adalah orang yang telah mengganti ajaranku sesudahku.
Dia lalu mengungkapkan Hadist Riwayat Imam Bukhari yang menyampaikan Ketika aku (Muhammad Saw) akan mengambilkan (minuman) untuk mereka dari al haudh, mereka dijauhkan dariku. Aku lantas berkata, ‘Wahai Rabbku, ini adalah umatku.’ Lalu Allah berfirman, ‘Engkau sebenarnya tidak mengetahui bid’ah yang mereka buat sesudahmu.’
Pendapat Mereka yang Tertolak dari Telaga
Dari riwayat lain disampaikan, Celaka, celaka bagi orang yang telah mengganti ajaranku sesudahku. Siapakah mereka itu? Dr Ajang kemudian menyampaikan hadits yang disampaikan oleh Imam Nawawi rahimahullah, para ulama berselisih pendapat dalam menafsirkan mereka yang tertolak dari telaga Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam.
Pendapat pertama: Yang dimaksud adalah orang munafik dan orang yang murtad. Boleh jadi ia dikumpulkan dalam keadaan nampak cahaya bekas wudhu pada muka, kaki dan tangannya. Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam memanggil mereka dengan bekas yang mereka miliki. Lantas dibantah, mereka itu sebenarnya telah mengganti agama sesudahmu. Artinya, mereka tidak mati dalam keadaan Islam yang mereka tampakkan.
Pendapat kedua: Yang dimaksud adalah orang yang masuk Islam di zaman Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam lantas murtad sepeninggal Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam. Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam memanggil mereka walau tidak memiliki bekas tanda wudhu. Walau Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam tahu keislaman mereka ketika beliau hidup. Lantas dibantah, mereka itu adalah orang yang murtad setelahmu.
Pendapat ketiga: Yang dimaksud, mereka adalah ahli maksiat dan pelaku dosa besar yang mati masih dalam keadaan bertauhid. Begitu pula termasuk di sini adalah pelaku bid’ah yang kebid’ahan yang dilakukan tidak mengeluarkan dari Islam.
Tiga Golongan
Lantas siapa saja yang dirindukan Rosulullah Muhammad SAW di Haudh telaga Kautsar? Dr Ajang mengungkapkan tiga golongan ini.
Pertama, menurutnya, umat yang tidak melakukan perbuatan dengan mengganti ajaran Rosulullah sesudah wafatnya.
Barang siapa membuat suatu perkara baru dalam agama kami ini yang tidak ada asalnya, maka perkara tersebut tertolak.” (HR. Bukhari dan Muslim)
Golongan kedua umat yang akan menyambut rindu Rosulullah adalah yang taat dan puas dengan aturan Rosulullah SAW.
Apa yang datang Rasul kepadamu. maka terimalah. Dan apa yang dilarangnya bagimu, maka tinggalkanlah Dan bertakwalah kepada Allah. Sesungguhnya Allah amat keras (QS Al-Hasyr 7).
Golongan ketiga orang yang dirindukan Rosulullah SAW adalah yang mencintainya.
Barangsiapa yang menghidupkan sunnahku, maka ia telah mencintaiku. Dan barangsiapa yang telah mencintaiku, maka aku bersamanya di Surga (HR. Tirmidzi dan Thabarani). (*)






0 Tanggapan
Empty Comments