Setiap langkah kita menuju masjid adalah perjalanan istimewa. Ada pahala besar yang menanti, ada dosa yang terhapus, dan ada derajat yang Allah angkat. Bukankah ini karunia yang luar biasa?
Rasulullah saw bersabda:
أَلَا أَدُلُّكُمْ عَلَى مَا يَمْحُو اللهُ بِهِ الْخَطَايَا، وَيَرْفَعُ بِهِ الدَّرَجَاتِ؟ قالُوا بَلى يا رَسولَ اللهِ، قالَ
”Maukah aku tunjukkan kepada kalian sesuatu yang dengannya Allah Ta’ala akan menghapus dosa-dosa dan mengangkat derajat kalian? Para shahabat berkata, ‘Ya, wahai Rasulullah.’
Rasulullah saw bersabda:
إِسْبَاغُ الْوُضُوءِ عَلَى الْمَكَارِهِ، وَكَثْرَةُ الْخُطَا إِلَى الْمَسَاجِدِ، وَانْتِظَارُ الصَّلَاةِ بَعْدَ الصَّلَاةِ، فَذَلِكُمُ الرِّبَاطُ، فَذَلِكُمُ الرِّبَاطُ
“Menyempurnakan wudhu ketika dalam keadaan sulit, memperbanyak langkah menuju masjid (untuk shalat berjamaah), dan menunggu shalat sesudah selesai mengerjakan salat. Yang demikian itu adalah perjuangan dan perjuangan.“ (HR Muslim: 251).
Setiap langkah kaki yang kita ayunkan menuju masjid adalah bentuk ibadah. Bahkan, dalam hadis lain disebutkan bahwa setiap langkah menghapus satu dosa dan mengangkat satu derajat.
عن أبي أُمامةَ، أنَّ رسولَ الله صلى الله عليه وسلم قال: ( مَنْ خَرَجَ مِنْ بَيْتِهِ مُتَطَهِّرًا إِلَى صَلَاةٍ مَكْتُوبَةٍ فَأَجْرُهُ كَأَجْرِ الْحَاجِّ الْمُحْرِمِ، وَمَنْ خَرَجَ إِلَى تَسْبِيحِ الضُّحَى لَا يَنْصِبُهُ إِلَّا إِيَّاهُ فَأَجْرُهُ كَأَجْرِ الْمُعْتَمِرِ، وَصَلَاةٌ عَلَى أَثَرِ صَلَاةٍ لَا لَغْوَ بَيْنَهُمَا كِتَابٌ فِي عِلِّيِّينَ ).
“Dari Abi Umamah Radhiyallahu’anhu sesungguhnya Nabi Shalallaahu’alaihi Wassalam bersabda, seseorang yang keluar dari rumahnya dalam keadaan suci untuk melaksanakan salat maktubah, maka pahala yang didapat setara dengan orang yang berangat haji umroh .
Seseorang yang keluar untuk melaksanakan salat dhuha, yang tidak menunaikan terkecuali pekerjaan itu, maka pahala yang didapat setara dengan orang yang sedang umrah. Salat setelah melaksanakan salat yang tidak ada waktu sia sia, maka akan tercatat di surga ‘Illiyyin.” (HR. Abu Daud)
Nabi yang menjelaskan tentang keistimewaan berjalan menuju masjid dalam keadaan suci sudah berwudhu dari rumah.
Pasalnya, masjid merupakan salah satu tempat yang bisa ditempati untuk ibadah. Orang yang melaksanakan ibadah disana akan mendapat pahala yang berlipat.
Pada sisi lain, dijelaskan bahwa salah satu pekerjaan yang mendapatkan pahala adalah saat seseorang sedang berjalan menuju masjid dalam keadaan suci.
Hal ini sedikit orang yang sadar bahwa berjalannya saja menuju masjid sudah mendapatkan keistimewaan.
Banyak keterangan yang menjelaskan keistimewaan orang yang berjalan menuju masjid.
Di antaranya, seseorang yang keluar dari rumahnya dalam keadaan suci(sudah berwudhu) untuk melaksanakan salat maktubah, maka pahala yang didapat setara dengan orang yang berangat haji umrah. (*)





0 Tanggapan
Empty Comments