Setiap orang yang meninggal dunia akan menghadapi alam barzakh (alam kubur) dan mendapatkan nikmat kubur atau siksa kubur sesuai amal perbuatannya.
Kubur adalah tempat pemberhentian pertama menuju akhirat. Di tempat ini, seseorang akan ditanya oleh dua malaikat (Munkar dan Nakir) tentang Tuhan, agama, dan nabi mereka.
Orang yang beriman dan amal ibadahnya diterima akan mampu menjawab pertanyaan malaikat dengan benar. Kuburnya akan diluaskan dan dijadikan seperti taman dari taman surga, serta diperlihatkan tempatnya di surga.
Orang kafir, munafik, atau orang yang suka berbuat dosa besar (seperti tidak suci setelah kencing dan gemar mengadu domba) yang tidak bisa menjawab pertanyaan malaikat akan mendapatkan siksa. Kuburnya akan disempitkan hingga hancur tulang rusuknya dan dibukakan pintu neraka baginya.
Menurut hadits-hadits bahwa orang yang mati itu akan mendapat siksa qubur atau ni’mat qubur.
عَنْ عَائِشَةَ اَنَّ يَهُوْدِيَّةً دَخَلَتْ عَلَيْهَا فَذَكَرَتْ عَذَابَ اْلقَبْرِ، فَقَالَتْ لَهَا: اَعَاذَكِ اللهُ مِنْ عَذَابِ اْلقَبْرِ. فَسَأَلَتْ عَائِشَةُ رَسُوْلَ اللهِ ص عَنْ عَذَابِ اْلقَبْرِ. فَقَالَ: نَعَمْ، عَذَابُ اْلقَبْرِ حَقٌّ. قَالَتْ عَائِشَةُ: فَمَا رَأَيْتُ رَسُوْلَ اللهِ ص يُصَلّى صَلاَةً بَعْدُ اِلاَّ تَعَوَّذَ مِنْ عَذَابِ اْلقَبْرِ. احمد 9: 532، رقم: 25474
“Dari ‘Aisyah, bahwasanya ada seorang wanita Yahudi datang kepadanya, lalu ia menyebutkan tentang siksa kubur. Lalu wanita itu berkata, “Semoga Allah melindungimu dari siksa kubur”: Kemudian Aisyah bertanya kepada Rasulullah saw tentang siksa kubur, maka beliau menjawab, “Ya benar, azab kubur itu benar (ada)”. ‘Aisyah berkata, “Sesudah itu aku tidak pernah melihat Rasulullah saw melakukan salat melainkan beliau memohon perlindungan dari siksa kubur”.
[HR. Ahmad juz 9, hal. 532, no. 25474]
Siksa kubur adalah nyata, dan umat Islam dianjurkan untuk selalu memohon perlindungan darinya. Poin penting dari hadis ini meliputi kepastian adanya siksa kubur, teladan Nabi Muhammad saw, serta pelajaran dari interaksi sosial.
Penjelasan Makna Hadis
• Kebenaran Siksa Kubur: Nabi Muhammad saw membenarkan perkataan wanita Yahudi tersebut dan menegaskan bahwa siksa kubur itu benar-benar ada di alam barzakh sebelum hari kiamat. [1]
• Teladan Nabi Muhammad saw: Aisyah, sebagai istri terdekat, melihat langsung bahwa Nabi SAW selalu menyisipkan doa perlindungan dari siksa kubur dalam setiap salatnya, menunjukkan betapa pentingnya amalan ini.
• Pelajaran dari Non-Muslim: Kebenaran tentang alam kubur dapat diketahui siapa saja, bahkan seorang wanita Yahudi pun mengetahui sebagian urusan gaib ini dari sisa ajaran para nabi sebelumnya.
Di Riwayat hadis lain dijelaskan
عَنِ ابْنِ عَبَّاسٍ رض عَنِ النَّبِيّ ص اَنَّهُ مَرَّ بِقَبْرَيْنِ يُعَذَّبَانِ فَقَالَ: اِنَّهُمَا لَيُعَذَّبَانِ وَ مَا يُعَذَّبَانِ فِى كَبِيْرٍ. اَمَّا اَحَدُهُمَا فَكَانَ لاَ يَسْتَتِرُ مِنَ اْلبَوْلِ، وَ اَمَّا اْلآخَرُ فَكَانَ يَمْشِى بِالنَّمِيْمَةِ. ثُمَّ اَخَذَ جَرِيْدَةً رَطْبَةً فَشَقَّهَا بِنِصْفَيْنِ، ثُمَّ غَرَزَ فِى كُلّ قَبْرٍ وَاحِدَةً. فَقَالُوْا: يَا رَسُوْلَ اللهِ، لِمَ صَنَعْتَ هذَا؟ فَقَالَ: لَعَلَّهُ اَنْ يُخَفَّفَ عَنْهُمَا مَا لَمْ يَيْبَسَا. البخارى 2: 98
“Dari Ibnu ‘Abbas RA, dari Nabi SAW : Bahwasanya Nabi saw melewati dua qubur, lalu bersabda, “Sesungguhnya kedua-duanya sedang disiksa, dan keduanya tidak disiksa dalam urusan yang (dianggap) besar. Adapun salah seorang dari keduanya, ia tidak membersihkan diri dari kencingnya. Sedangkan yang lain, ia suka mengadu adu”. Kemudian beliau mengambil pelepah kurma yang masih basah, lalu beliau membelahnya menjadi dua bagian, kemudian menancapkan tiap bagian pada setiap kubur. Para shahabat lalu bertanya, “Untuk apakah engkau melakukan itu ya Rasulullah?” Beliau bersabda, “Mudah-mudahan akan diringankan siksa kedua orang ini selama pelepah kurma itu belum kering”. (HR. Bukhari juz 2, hal. 98)
Hadis ini menjelaskan tentang siksa kubur akibat dua dosa ringan dikerjakan, yaitu tidak bersuci dengan benar dari kencing dan perbuatan adu domba. Nabi menancapkan pelepah kurma basah untuk meringankan siksa mereka dengan doa syafaat beliau selama pelepah itu belum kering.
Penjelasan Isi Hadis
• Siksa Kubur: Terjadi karena dua hal yang dianggap remeh oleh manusia padahal besar dosanya di sisi Allah.
• Tidak Menjaga Kebersihan Kencing: Air kencing mengenai badan atau pakaian saat buang air kecil karena tidak cebok dengan bersih.
• Suka Mengadu Domba (Namimah): Menyebarkan perkataan orang lain untuk merusak hubungan dan menimbulkan permusuhan.
Nabi Muhammad saw mendoakan mereka dan menancapkan pelepah kurma basah sebagai bentuk syafaat khusus bagi kedua penghuni kubur tersebut.
• Sumber Hadis: Sahih Bukhari (nomor 1361) dan Muslim dari sahabat Ibnu Abbas.
• Sebab Penancapan: Nabi mendengar siksaan dua orang penghuni kubur karena masalah adu domba dan tidak istibri’ (bersuci dari kencing).
• Kekhususan Nabi: Para ulama menjelaskan bahwa keringanan siksa dengan pelepah kurma basah ini adalah mukjizat dan kekhususan (khushushiyyah) bagi Nabi saw melalui doa beliau, bukan berarti sembarang pelepah bisa mengurangi siksa kubur. (*)





0 Tanggapan
Empty Comments