Iklan Mudipat Landscape
Iklan Mudipat Mobile

Ketua LDK PP Muhammadiyah Ajak Ibu-Ibu Aisyiyah Menjadi Pendakwah Melalui Keteladanan Sehari-Hari

Iklan Landscape Smamda
Ketua LDK PP Muhammadiyah Ajak Ibu-Ibu Aisyiyah Menjadi Pendakwah Melalui Keteladanan Sehari-Hari
Suasana Kajian Ibu-Ibu Aisyiyah bersama Ketua LDK PP Muhammadiyah. (Istimewa/PWMU.CO)
pwmu.co -

Majelis Tabligh dan Ketarjihan PCA Kenjeran Surabaya kembali menggelar kajian rutin bertema “Kewajiban Dakwah Bagi Setiap Muslim” pada Sabtu (22/11/2025) di Masjid Al-Mukminun Bulak Banteng Wetan, Surabaya.

Kajian yang dipenuhi para ibu-ibu Aisyiyah itu menghadirkan Ketua Lembaga Dakwah Komunitas PP Muhammadiyah, Ust. Muchamad Arifin, S.Ag., M.Ag., sebagai penceramah.

Dalam ceramahnya, Ust. Arifin menegaskan bahwa dakwah adalah kewajiban universal bagi setiap muslim, bukan hanya tugas mereka yang sering tampil di depan umum.

“Dakwah tidak selalu di atas mimbar. Ia bisa hadir dalam tutur kata yang lembut, sikap yang santun, gaya hidup yang baik, hingga kebiasaan saling menegur dalam kebaikan,” ujarnya.

Untuk memperkuat pesan tersebut, Ust. Arifin mengutip QS. Ali Imran ayat 110 tentang keutamaan umat Islam sebagai khairu ummah. Ia juga merujuk QS. Ali Imran ayat 104 yang menegaskan pentingnya kelompok-kelompok penggerak kebaikan di tengah masyarakat.

Sementara pedoman etika dakwah dijelaskan melalui QS. An-Nahl ayat 125, bahwa dakwah harus dilakukan dengan hikmah, nasihat yang baik, dan dialog yang santun.

Di tengah-tengah ceramah, suasana kajian semakin hidup ketika Ust. Arifin menceritakan pengalaman dakwahnya di daerah-daerah terpencil 3T, mulai dari komunitas mualaf adat hingga masyarakat pelosok yang jauh dari sentuhan layanan keagamaan.

Iklan Landscape UM SURABAYA

Ia juga mengisahkan dakwah komunitas yang dilakukan di kawasan perkotaan dengan berbagai tantangan sosialnya.

Kisah-kisah itu membuat suasana kajian beberapa kali menjadi hening. Para jamaah tampak terharu mendengar perjuangan dakwah di wilayah-wilayah yang penuh keterbatasan.

Namun di sela-sela itu, gaya penyampaian Ust. Arifin yang komunikatif dan humoris membuat jamaah tersenyum dan tertawa kecil, menjadikan kajian terasa hangat dan menyenangkan.

Melalui kajian ini, para ibu-ibu Aisyiyah mendapatkan inspirasi baru untuk mengambil peran dakwah sesuai kemampuan masing-masing, baik di keluarga, lingkungan sekitar, maupun komunitas yang lebih luas.

Kegiatan tersebut sekaligus mempertegas komitmen PCA Kenjeran Surabaya dalam menghadirkan dakwah pencerahan yang membumi dan mencerahkan. (*)

Iklan Landscape Unmuh Jember

Baca Lainnya

Iklan pmb sbda 2025 26

0 Tanggapan

Empty Comments

Search
Menu