PWMU.CO – Ketua Majelis Pendayagunaan Wakaf Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah, Dr Amirsyah Tambunan MA mengajak warga Muhammadiyah untuk mengubah strategi dakwah yang menyentuh hati masyarakat, Ahad (3/8/2025).
Hal ini disampaikan saat pertemuan antar Cabang Muhammadiyah se-Kabupaten Banyuwangi yang berlangsung di lantai III Masjid Besar KH Ahmad Dahlan Banyuwangi. Hadir dalam kegiatan ini jajaran Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Banyuwangi, PD Aisyiyah, Ortom, serta Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) se-Banyuwangi.
Setiap cabang menghadirkan 5 orang pimpinannya. Pukul 13.00 Wib acara dimulai. Pertemuan dibuka oleh Ketua PDM Banyuwangi, Dr Mukhlis MSi. Setelah itu pembinaan oleh Ketua Pendayagunaan Wakaf, Amirsyah Tambunan.
Mengawali pembinaannya, ia menyapa jajaran pimpinan PDM satu-persatu. Mulai dari Ketua PDM, Mukhlis yang menurutnya sebagai orang yang paling ikhlas.
“Semoga kita juga menjadi orang yang ikhlas,” ujarnya.
Kemudian ia menyapa jajaran PCM se-Banyuwangi itu. Amirsyah Tambunan yang juga Sekretaris Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI) itu mengatakan bahwa lelehnya karena kampanye gerakan literasi wakaf di Kalimantan menjadi hilang karena dirinya diundang ke Banyuwangi.
Potensi Ziswaf
Selanjutnya ia menyampaikan potensi zakat, infaq, shadaqah, dan wakaf atau yang lebih dikenal dengan Ziswaf.
“Ziswaf di Muhammadiyah ini sangat dahsyat. Namun kita kurang menyadari,” ujarnya.
Menurutnya warga Muhammadiyah kurang percaya diri dengan potensi Ziswaf itu. Ia pun mengulas berita viral di medsos yang menempatkan Muhammadiyah di urutan ke-4 sebagai organisasi terkaya di dunia.
Lebih lanjut ia menyoroti adanya informasi terkait transaksi gelap keuangan. Padahal selama ini dakwah atau ajakan menuju surga telah digencarkan, termasuk dengan mengajak beramal.
“Berarti dakwah ini harus diubah strateginya,” ulasnya.
Ia menambahkan bahwa dakwah harus dapat menyentuh hati para donatur, agniya, dan muhsinin. Agar cakupannya lebih luas dan tidak ada transaksi gelap. Sehingga uang umat ini ditasyrufkan di jalan Allah, untuk syiar agama, dan pengembangan amal usaha Muhammadiyah.
Amirsyah Tambunan menyampaikan data aset wakaf Muhammadiyah yang masuk melalui aplikasi Simam antara 42-50%.
Oleh karena itu dakwah Muhammadiyah harus mampu menggerakkan hati masyarakat untuk wakaf dengan investasi sosial yang lebih luas.
Persoalannya selama ini, wakaf masih sebatas 4M: masjid, mushala, makam, dan madrasah. Harapan ke depannya wakaf dapat menjadi kekuatan sosial finansial. Seperti digunakan untuk membiayai anak sekolah yang kurang mampu.
Pertemuan selama satu jam lebih itu berlangsung dengan tertib. Diakhiri dengan shalat Ashar berjamaah. (*)





0 Tanggapan
Empty Comments