Ketua Majelis Pustaka Informasi dan Digitalisasi (MPID) Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Banyuwangi, Taufiqur Rohman MPdI menekankan pentingnya budaya tabayun (klarifikasi) terhadap suatu kabar.
Hal tersebut ia sampaikan pada Pengajian Ahad Pagi (PAP) Hidayatul Kubra Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) Sumberasri, Minggu (02/11/2025).
Pagi ini cuaca mulai nampak cerah meskipun pengajian baru akan dimulai pada pukul 5.00 WIB. Terlihat jamaah sudah memadati ruangan masjid Al-Mujahidin tempat pengajian akan berlangsung.
Baik itu ruang utama masjid yang ditempati jamaah laki-laki maupun serambi yang ditempati jamaah perempuan.
Sepuluh menit sebelum pengajian, master of ceremony (MC) memandu jamaah untuk bersama-sama mengaji beberapa ayat al Quran terlebih dahulu. Setelah itu pengajian terbuka dengan membaca basmalah.
Di awal pengajian, Taufiqur Rohman mengajak jamaah untuk mensyukuri nikmat Allah SWT.
“Bapak dan ibu, teknologi merupakan nikmat Allah yang patut kita syukuri karena sangat memudahkan kita” ujarnya.
Menurutnya, teknologi modern kini dapat digunakan untuk berdakwah mengajak kebaikan dan mencegah kemungkaran. Salah satu bentuknya berupa ponsel yang berada di genggaman.
Selanjutnya Ketua MPID itu meminta jamaah untuk selalu menerapkan konsep tabayun (klarifikasi) terhadap sebuah kabar yang beredar sebelum membagikan berita tersebut. Sambil ia membacakan ayat al-Quran dalam Surat al-Hujurat 6.
Menurutnya, menyebarkan berita tanpa tabayun hanyalah akan membuat kegaduhan, menimbulkan fitnah, dan tindakan itu bukanlah ciri dari orang yang berilmu.
Lebih lanjut ia membacakan hadis nabi Muhammad SAW yang diriwayatkan oleh Imam Muslim dari sahabat Abu Hurairah RA.
Di hadis tersebut nabi sangat membenci terhadap seseorang yang menceritakan suara kabar tanpa referensi yang jelas. Pengajian yang berdurasi selama satu jam ini berlangsung dengan interaktif.
Di akhir pengajian, Taufiqur Rohman mengajak jamaah untuk refleksi terhadap sisi buruk dunia maya. Harapannya dapat melakukan perbaikan sehingga peradaban dunia maya ini menjadi cerah. Dengan cara melakukan perubahan yang dimulai dari diri sendiri terlebih dulu.
“Aktif di media sosial, tabayun, dan mengisinya dengan konten-konten yang berkualitas” harapnya.





0 Tanggapan
Empty Comments