Iklan Mudipat Landscape
Iklan Mudipat Mobile

Ketua MTT PDM Banyuwangi Ajak Aplikasikan Semangat Hijrah dalam Kehidupan

Iklan Landscape Smamda
Ketua MTT PDM Banyuwangi Ajak Aplikasikan Semangat Hijrah dalam Kehidupan
pwmu.co -
Ketua Majelis Tarjih dan Tajdid PDM Banyuwangi saat mengisi kajian (Taufiqur Rohman/PWMU.CO)

PWMU.CO – Ketua Majelis Tarjih dan Tajdid (MTT) Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Banyuwangi, Syaerofi MEd mengajak jamaah untuk mengaplikasikan semangat hijrah dalam kehidupan sehari-hari, Rabu (9/7/2025).

Ajakan ini disampaikan saat ia memberikan ceramah pengajian di Masjid At-Taqwa Pandan, Genteng, Banyuwangi. Pengajian ini diikuti oleh jamaah masjid setempat dan warga Muhammadiyah Ranting Kembiritan.

Di awal kajiannya, ia mengajak jamaah untuk bersyukur kepada Allah Swt. karena limpahan nikmat-Nya yang dicurahkan. “Banyak nikmat Allah, salah satunya oksigen yang kita hirup ini,” ujarnya.

Menurutnya, cara terbaik untuk bersyukur adalah dengan menggunakan nikmat tersebut untuk taat kepada Allah, seperti membaca Al-Qur’an atau menghadiri pengajian ini.

Kemudian ia bercerita tentang asal-muasal penetapan tahun baru Hijriyah yang dicetuskan pada masa Khalifah Umar bin Khattab ra atas usul sahabat Ali bin Abi Thalib, dengan tujuan untuk tata kelola pemerintahan yang tertib.

Dua Makna Hijrah

Ustaz asal Setail itu menerangkan bahwa terdapat sebanyak 31 kata hajara (hijrah) di dalam Al-Qur’an. Menurutnya, hijrah memiliki dua arti.

Pertama, hijrah makaniyah yang berarti berpindah tempat. Kemudian, yang kedua adalah hijrah maknawiyah, yang mengandung maksud hijrah dengan penuh arti.

Selanjutnya, ia membacakan satu ayat dalam Al-Qur’an Surat At-Taubah ayat 20. Dalam ayat tersebut dijelaskan bahwa orang-orang yang mau hijrah dijamin akan mendapatkan kemenangan dari Allah.

Namun, hijrah bukan sekadar pindah. Hijrah harus dilandasi iman dan jihad di jalan Allah.

Iklan Landscape UM SURABAYA

“Beda dengan migrasi atau pindah biasa dari Pandan ke Banyuwangi. Jadi hijrah ada tolok ukurnya, yakni iman dan jihad,” tandasnya.

Lebih lanjut, Syaerofi menceritakan sejarah hijrah. Diawali dengan hijrah ke Habasyah untuk mendapatkan perlindungan. Ini berbeda dengan hijrah ke Madinah yang tujuannya untuk memobilisasi umat, meletakkan basis kekuatan umat, dan menegakkan daulah Islamiyah.

Hal ini teraplikasikan dalam Perang Badar yang terjadi satu tahun setelah Nabi hijrah, yang berujung pada kemenangan umat Islam.

Untuk menumbuhkan semangat hijrah pada diri jamaah, Ketua Majelis Tarjih itu membacakan hadis Nabi Muhammad saw yang diriwayatkan oleh Imam Bukhari dan Muslim dari sahabat Abdullah bin Umar ra, bahwa hijrah itu adalah meninggalkan semua yang dilarang Allah.

Di akhir kajian, Syaerofi mengajak jamaah untuk lebih bersemangat mengaplikasikan spirit hijrah dalam kehidupan sehari-hari.

Seperti Muhammadiyah yang berjuang menguatkan ekonomi, hijrah dari syirik ke tauhid, berinfak secara istikamah, dari shalat munfarid ke shalat berjamaah, dari maksiat menjadi taat, dan hijrah dari haram ke halal.

Penulis Taufiqur Rohman Editor Zahra Putri Pratiwig

Iklan Landscape Unmuh Jember

Baca Lainnya

Iklan pmb sbda 2025 26

0 Tanggapan

Empty Comments

Search
Menu