Iklan Mudipat Landscape
Iklan Mudipat Mobile

Ketua PDM Banyuwangi Tekankan Pejuang Pendidikan tanpa Simbol

Iklan Landscape Smamda
Ketua PDM Banyuwangi Tekankan Pejuang Pendidikan tanpa Simbol
Ketua PDM Banyuwangi, Dr Mukhlis MSi saat menyampaikan pengajian singkat di ruang guru SMK Muhammadiyah 2 Genteng, Jumat (12/09/2025). (Taufiqur Rohman/PWMU.CO).
pwmu.co -

Ketua Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Banyuwangi, Dr Mukhlis MSi menekankan kepada para guru agar menjadi pejuang pendidikan tanpa simbol, Jumat (12/9/2025).

Penekanan tersebut ia sampaikan melalui pengajian singkat yang terhadiri semua guru dan karyawan SMK Muhammadiyah 2 (SMK Muda) Genteng. Pengajian ini berlangsung di ruang guru pada pukul 13.00 WIB pengajian.

Di awal ceramah, Mukhlis membacakan tiga ayat dalam al Quran Surat Al Anfal 45-47. Ia menjelaskan bahwa pada ayat tersebut berisi perintah Allah kepada orang-orang yang beriman agar perjuangannya dalam meraih kesuksesan dapat berhasil.

Menurutnya guru adalah pejuang pendidikan yang berjuang melawan musuh, yakni kebodohan atau ketidakmengertian.

“Kita ini warga persyarikatan sedang berjuang di wilayah kesehatan, ekonomi, dan pendidikan” ujarnya.

Oleh karena itu, Mukhlis menekankan kepada para guru agar merenungkan kandungan ayat tersebut. Di antaranya mengandung konsep perjuangan yang harus terlaksana dengan sungguh-sungguh, karena tanpa kesungguhan apa pun yang diperjuangkan tidak akan berhasil.

Setelah itu, harus istikamah mengerjakan shalat dengan cara tepat waktu dan juga berdzikir sebanyak-banyaknya kepada Allah. Kesungguhan dan shalat saja belumlah cukup untuk meraih keberhasilan.

Maka, keduanya harus diikuti dengan ketaatan kepada perintah Allah dan rasul-Nya. Contohnya saat bershalawat harus dilakukan dengan cara yang baik.

Iklan Landscape UM SURABAYA

Selanjutnya Ketua PDM Banyuwangi itu menekankan kepada para guru. “Jangan sekali-kali bertengkar dan berbantah, karena lembaga apa pun, kalau bertengkar pasti akan habis” tegasnya.

Menurutnya pertengkaran hanya akan menyebabkan kekuatan menjadi lemah dan tinggal tunggu kehancurannya.

Di akhir pengajian tersebut, ia menekankan pentingnya sabar dalam menjalani perjuangan. Seorang guru harus sabar membimbing dan mendidik siswa. Kesabaran dalam menghadapi setiap tantangan melalui pendekatan batin.

Ia pun berpesan kepada para guru, jangan sekali-kali berlaku sombong dan pamer.

“Janganlah jadi pejuang pendidikan dengan simbol, jika tidak ada kepala sekolah tidak sungguh-sungguh, namun saat ada kepala sekolah seperti sungguhan” tuturnya.

Iklan Landscape Unmuh Jember

Baca Lainnya

Iklan pmb sbda 2025 26

0 Tanggapan

Empty Comments

Search
Menu