Ketua PDM Lamongan Drs KH Shodikin MPd memberikan kajian dalam acara pembukaan Napak Tilas Pendiri Panti Asuhan dan Pondok Pesantren Al Mizan Muhammadiyah Lamongan, Sabtu (16/8/2025) di kompleks Al Mizan 1.
Acara tersebut dihadiri para sesepuh, keluarga pendiri, PCM Lamongan, dan keluarga besar Al Mizan.
Dalam kajiannya, KH Shodikin mengingatkan pentingnya melanjutkan kebaikan para pendiri Al Mizan. Ia menegaskan bahwa amal kebaikan yang ditanamkan akan terus mengalir pahalanya, meskipun pelakunya sudah wafat.
“Rasulullah bersabda, ketika anak Adam meninggal dunia maka terputuslah amalnya kecuali tiga hal: sedekah jariyah, ilmu yang bermanfaat, dan doa anak saleh. Tiga hal ini semuanya ada di Al Mizan,” ujarnya.
Shodikin mencontohkan, tanah wakaf, semen, genteng, bahkan makanan ringan yang dulu dikirim ibu-ibu untuk para tukang, semuanya menjadi sedekah jariyah. Sementara para ustadz dan guru yang mengajar telah menanamkan ilmu yang bermanfaat. Ditambah lagi doa anak-anak santri dan para alumni yang menjadi amal berkelanjutan.
Melanjutkan Jejak Orang Baik
Menurut Shodikin, sejarah Al Mizan penuh dengan perjuangan dan keteladanan para pendirinya. Ada yang berperan sebagai penggagas, ada pula yang bekerja di balik layar menggalang donasi dari rumah ke rumah.
“Mereka adalah pahlawan-pahlawan kebaikan. Orang baik bertemu orang baik, lalu dilanjutkan oleh orang baik lagi. Tugas kita adalah memastikan rantai kebaikan ini tidak terputus,” tegasnya.
Ia berpesan agar anak cucu para pendiri Al Mizan terus melanjutkan perjuangan orang tua mereka. “Kalau ingin menjadi orang baik, teruskanlah kebaikan yang dirintis ayah, ibu, atau kakek-nenekmu,” katanya.

Jihad Pendidikan Muhammadiyah
KH Shodikin juga mengingatkan bahwa perjuangan Muhammadiyah sejak awal sangat menekankan pada jihad pendidikan. Apa yang dirintis KH Ahmad Dahlan terbukti membuka jalan kemudahan umat dalam menuntut ilmu.
“Apalagi di Al Mizan ini tidak hanya ada pendidikan pesantren, tapi juga panti asuhan. Keduanya menjadi ladang amal yang akan mengantarkan kita lebih mudah masuk surga,” jelasnya.
Ia menambahkan, pendidikan Islam yang ditanamkan harus mengarahkan anak-anak agar mengenal Allah, memahami al-Quran, dan tumbuh menjadi generasi yang saleh sekaligus berilmu.
Di akhir tausiyahnya, Shodikin menyampaikan terima kasih kepada para sesepuh dan pendiri Al Mizan atas perjuangan mereka.
“Jangan lupa ceritakan kisah para pendiri ini kepada anak cucu panjenengan. Supaya mereka tahu bahwa mereka lahir dari orang-orang baik, dan harus melanjutkan kebaikan itu,” pesannya. (*)






0 Tanggapan
Empty Comments