Ketua Pimpinan Daerah Nasyiatul Aisyiyah (PDNA) Lamongan, Arika Karim, S,HI., S, Ppd.I., menjadi salah satu pemateri dalam kegiatan Darul Arqom Nasyiatul Aisyiyah (DANA) II Wilayah Kerja V yang dilaksanakan pada Sabtu (24/1/2026) bertempat di MI Muhammadiyah 1 Lopang. Kegiatan ini diikuti oleh kader Nasyiatul Aisyiyah dari wilayah Kembangbahu, Mantup, Kedungpring, Modo, Ngimbang, dan Sambeng.
Dalam kesempatan tersebut, Arika Karim menyampaikan materi bertajuk “Peran Manusia dalam Islam”, yang bertujuan untuk memperkuat pemahaman ideologis dan spiritual kader Nasyiatul Aisyiyah sebagai bagian dari proses perkaderan formal. Ia mengawali pemaparannya dengan menjelaskan konsep manusia dalam Al-Qur’an sebagai makhluk paling mulia yang diciptakan Allah SWT, namun sekaligus makhluk yang memikul amanah dan tanggung jawab besar dalam kehidupan.
Arika menegaskan bahwa dalam Islam, manusia memiliki dua peran utama yang tidak dapat dipisahkan, yakni sebagai hamba Allah (‘abdullah) dan sebagai khalifah Allah di muka bumi. Sebagai hamba, manusia diciptakan semata-mata untuk beribadah kepada Allah SWT. Ibadah tersebut tidak hanya terbatas pada ibadah ritual seperti shalat, puasa, zakat, dan ibadah mahdhah lainnya, tetapi juga mencakup ibadah sosial dalam bentuk perilaku, etika, dan kontribusi nyata bagi masyarakat.
Sementara itu, sebagai khalifah, manusia diberikan amanah untuk mengelola, memakmurkan, serta menjaga keseimbangan alam dan kehidupan. Peran ini menuntut manusia untuk bertindak bijak, adil, dan bertanggung jawab dalam memanfaatkan sumber daya serta membangun peradaban yang berlandaskan nilai-nilai Islam.
Lebih lanjut, Arika Karim menjelaskan bahwa manusia memiliki dimensi jasmani dan rohani yang dilengkapi dengan akal, hati, dan fitrah beriman. Potensi tersebut memungkinkan manusia untuk berkembang menjadi pribadi yang bertakwa dan berakhlak mulia, namun juga berisiko terjerumus pada sifat-sifat negatif apabila tidak dibimbing oleh Al-Qur’an dan Sunnah.
Dalam materinya, ia juga menguraikan berbagai karakter negatif manusia yang harus dihindari, seperti kesombongan, ketamakan, kelalaian, sikap tidak adil, serta kecenderungan mengingkari nikmat Allah. Sebaliknya, kader Nasyiatul Aisyiyah didorong untuk menumbuhkan karakter positif seperti iman dan takwa, sikap bersyukur, kesabaran, kerendahan hati, keadilan, serta kepedulian sosial.
Melalui penyampaian materi ini, Arika berharap kader Nasyiatul Aisyiyah mampu memahami jati diri dan peran strategisnya sebagai perempuan Muhammadiyah yang tidak hanya kuat secara ideologis, tetapi juga mampu menjadi teladan dalam kehidupan keluarga, masyarakat, dan persyarikatan. Materi ini menjadi bekal penting bagi peserta Darul Arqom untuk menjalankan peran dakwah secara berkelanjutan dan berkemajuan.





0 Tanggapan
Empty Comments